HADIRILAH TABLIGH AKBAR
MENANGKAL BAHAYA ISIS DAN RADIKALISME

In syaa Allah:
Jam 08.30 hingga zuhur
Ahad 4 September 2016

Pemateri :

1. Brigjen Pol Drs Hamidin ( Dir pencegahan Deputi Satu BNPT)

2. Dr Patrialis Akbar SH. MH ( Hakim Mahkamah Konstitusi RI)

3. Ustadz Abdurrahman Ayyub ( Staf Ahli Satgas BNPT)
                                       
🏡 Tempat :
Masjid Izzul Alawi
Jln. Raden Fatah, Kampung Pulo Rt 001/04 (belakang Koramil Ciledug) masuk sebelah Optik "99" Kel. Sudimara Selatan, Ciledug

CP : +628161610326 (Elsyaf)
               +6287877346210 (Arma)
               +6281280221880 ( Ronald)

Targhiib :

ﻣَﻦْ ﺩَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻴْﺮٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِ ﻓَﺎﻋِﻠِﻪِ

"Barangsiapa yg mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya" (HR. Muslim no. 3509)

Dipersilahkan untuk mensyiarkannya

Barokallohufiikum

Baca selengkapnya...

IBU

IBU
Nyawamu kau pertaruhkan untuk kehadiranku

Lelah dan penatmu tak kau hiraukan

Aku yang telah membebanimu dalam kandungan...

Tidur dan gerakmu terbatas untuk kenyamananku

Kau makan sesuatu atau kau tahan sesuatu untuk kesehatanku dalam rahimmu

Ibu........
Kadang kau tak tertidur nyenyak kala kekawatiranmu
akan keselamatanku
Kadang selera makanmu hilang, karena ku
Kau gadaikan nyawamu ntuk kehadiranku
Tangisku kala itu menghilangkan pedihnya kelahiran
Dan kepedihan hatimu kadang berlanjut sepanjang pertumbuhanku

Ibu
Aku tidak seperti Uaish al-Qorni
Yang meraih surga karena baktinya ...
Aku bukan seperti seorang tabi'in yang menggendong ibunya ketika tawaf.
Aku bukan seperti pemuda dalam gua yang Allah tolong karena kebaikannya dengan kedua orang tuanya yang selalu memberi dan menghangatkan susu.

Namun
Aku akan berusaha sekuat mungkin ntuk meraih puncak gunung salju ridhomu
Kan ku gapai mahkota hatimu dengan sedaya upayaku

Ibu
Kemafaanmu ........adalah
Penghilang dahaga kelalainku padamu

Ibu
Seandainya Allah tidak melarang,
Kan ku sujud dan mencium kedua kakimu

Ibu
Buah hatimu ini yang kadang menyesakkan dadamu...
Menderaikan air matamu....
Membuatmu gundah gulana
Menjadikanmu lelah sepanjang hidupmu...
Ma'afkanlah.....
Karena ridhomu adalah ridho Rabbil ‘alamin
Tidak ada kata terindah untuk mu, kecuali apa yang telah diperintahkan Ilahi Rabbi :
"Ya Rabb rahmatilah kepada keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku diwaktu kecil"

Di Bumi Allah
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

MASIH HANGAT SEMANGAT KEMERDEKAAN

MUTIARA NASIHAT335

Bismillah

MASIH HANGAT SEMANGAT KEMERDEKAAN

Dahulu Belanda melarang rakyat untuk sekolah dan belajar....

MERDEKA!!!!
Maka di era kemerdekaan ini marilah kita belajar,  belajar dan belajar.....

Dahulu Belanda melarang kaum wanita untuk sekolah dan belajar...
marilah sekarang ini kita sekolahkan putri-putri kita ke sekolah-sekolah yang mencetak putri-putri yang soleha,  berbakti pada dua orang tuanya dan pendamping suami yang Soleh...

Dahulu..... Sedikit sekali lulusan luar negri apalagi yang mendalami agama di kota Nabi kita yang mulia shalallah 'alaihi wasalam...
Alhamdulillah sekarang ini sudah banyak lulusan Universitas Madinah,  Al-Azhar Kairo,  Yaman,  Yordan......

Marilah kemerdekaan ini kita syukuri dengan doa dan ibadah,  dengan saling pengertian akan adanya perbedaan.....

Persatuan yang kekal abadi adalah persatuan dengan ikatan Tauhid,  bahwa yang kita sembah adalah Allah Ta'ala...
Nabi kita adalah Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam....
Kitab kita adalah Al-Quran.....

Negara kita adalah Indonesia NKRI yang kita cintai ini...karunia Ilahi...
Yang di rebut dari tangan penjajah dengan teriakan ALLAHU AKBAR!!!
ALLAHU AKBAR!!! ALLAHU AKBAR!!!

Kita muslim yang mayoritas , telah terbukti sangat menghormati yang minoritas.... Dunia mengakui.....

Kita muslim mayoritas telah banyak mengalah hingga menghapus kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa,  dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"

Kalau kita kaum muslimin begitu toleran dengan non muslim......
Alangkah malunya jika kita sesama muslim tidak saling toleran dengan perbedaan yang ada...

Biarlah Dakwah Islam hidup di Negara karunia Ilahi ini....
NU.....
MUHAMADIYAH....
AL-IRSYAD....
PERSIS....
SALAFI

Perbedaan yang ada bukan untuk berpecah belah......
Perbedaan yang ada bukan untuk saling menindas
Perbedaan yang bukan untuk saling mengusir,  mendzolimi...
Perbedaan yang ada bukan alasan untuk anarkis....
Mari dialog dengan ilmiyah...
Dengan adab yang diajarkan al-quran.... Dan dicontohkan Nabi shalallah 'alaihi wasalam...

Selama masih dibawah naungan faham Ahlu Sunnah Waljamaah yang telah diawa oleh imam-imam yang kita kenal, baik Imam Hanafi,  Imam Malik, Imam Syafi'i,  Imam Ahmad bin Hambal..... Dan imam-imam ahlu sunnah wal jammaa'ah.

Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaqwaan bukan dalam dosa dan permusuhan...

Ingatlah.... Tidak sedikit musuh-musuh kita yang mengintai dan menunggu tuk menancapkan kekuasaannya dan nafsunya tuk memporak porandakan negri yang kita cintai ini.... Baik faham-faham Radikal Ekstrim Teroris atau negara-negara luar yang berliur melihat kekayaan Negara kita...
WASPADALAH.....
HASBUNALLAH WANI'MAL. WAKIIL
Wallahua'lam

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

KEAMANAN DAN KETENTRAMAN SUATU YANG MAHAL

MUTIARA NASIHAT334

Bismillah

KEAMANAN DAN KETENTRAMAN SUATU YANG MAHAL

Kita bisa menumpuk harta sebanyak-banyaknya.....
Kita bisa membangun istana ntuk keluarga kita...
Kita bisa buka perusahaan sebanyak-banyaknya...
Kita bisa membuka toko atau perdagangan semau kita....
Kita bisa menggarap kebun seluas-luasnya,  dan panen sebanyak-banyaknya.....
Kita bisa membuka sekolah berbagai tingkatan ntuk anak-anak kita...
Membangun tempat-tempat ibadah semegah-megahnya......
Kita bisa membuat taman-taman hiburan seindah-undahnya....

Tapi hal itu akan sirna ketika keamanan dan ketentraman tiada lagi ada.....

Inilah yang pertaman kali diminta oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam dan di abadikan Allah Ta'ala dalam firman-Nya.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim bedo’a : Wahai, Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri aman sentausa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.[al-Baqarah/2 : 126]

Marilah saudara-saudariku, kaum muslimin muslimat, semua penduduk Indonesia dari Sabang sampai Maeraoke.....
Kita syukuri kemerdekaan negara kita dengan banyak-banyak berdoa, dalam tiap sujud-sujud kita, dalam akhir shalat kita, dalam waktu-waktu yang mustajab, dalam setiap kesempatan.....
Dalam keadaan senang ataupun susah, lapang ataupun sempit, kita berdoa sebagaimana Nabi Ibrahim 'alaihissalaam minta pada Rab-Nya..
Ingatlah Rabbnya Nabi Ibrahim 'alaihi salaam adalah Rabb kita juga.....
Yang disembah oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam adalah yang kita sembah juga....
Maka mohonlah pada Allah Ta'ala, agar menjadikan negri ini yang dengan segala kekurangannya menjadi negri yang aman damai dan tentram.......aamiiiin ya Rabbal'alamiiin.

Balikpapan
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

TUBUH KITA TERKOYAK

TUBUH KITA TERKOYAK

Bismillah

Ya memang kau jauh di sana...
Di negri penuh derita....
Di kancah berdarah .....
Berserakan puing-puing bercampur jenazah....

Kita bersaudara....
Kita ibarat satu tubuh....
Kita seharusnya merasakan pedihnya .....
Karena kita saudara seiman ibarat satu tubuh .......

Namun tidak sedikit diantara kita yang terbius...
Ya terbius dengan gemerlap dunia...
Terbius dengan penyakit al-wahn Cinta dunia takut mati....
Cinta dunia benci akhirat .....
Itu peringatan dari Nabi kita yang mulia....

Terbius sehingga satu bagian tubuh terkoyak bagian lainnya tak merasakannya ......
Mudah-mudahan kita sadar dan siuman dari bius yang menumpulkan empati Menumpulkan rasa iba...
Menumpulkan persaudaraan Menumpulkan hati....

Allahumma Ya Allah tolonglah saudara-saudara kami dimana saja, ringankanlah penderitaan mereka...
Aamiin.

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

Agungnya Tauhid dan Bahayanya Syirik

_Bismillah,_

*Informasi Kajian*

🕌Tempat :
*Masjid Izzul Alawi / Uswah Hasanah*
Kampung Pulo, Jl. Raden Fatah (Belakang Koramil) Sudimara Selatan, Ciledug
(Jalan masuk dari Optik 99)

👤Narasumber :
*Ustadz Abdurrahan Ayyub حفظه الله تعالى*

📚 Pembahasan :
*Agungnya Tauhid dan Bahayanya Syirik*

⏰Waktu :
*Senin, 22-08-2016*
*Ba'da Maghrib ~ Selesai*

📱Informasi :
*WA + 0859-4506-7062*

🚻Untuk Umum, Kaum Muslimin dan Muslimah.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan." [HR. Muslim, 3509]

♻ Silahkan berbagi informasi ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.
Jazakumullahu Khairan.

Baca selengkapnya...

Hadirilah Kajian Tauhid


Baca selengkapnya...

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

MUTIARA NASIHAT332

Bismillah

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Kegagalan,  kerugian, kebangkrutan
Adalah rona-rona kehidupan....
Tidak sedikit,  manusia menghadapinya dengan keputus asaan,  kegalauan,  stres.....

Dalam keadaan seperti ini hati seorang akan sangat gelap,  dan memandang dunia ini gelap walau ada matahari disiang hari.....

Tapi tidak sedikit yang berusaha bangkit,  dan terus maju untuk menatap masa depan....
Maka jalan keluar yang paling tepat orang yang beriman adalah:

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu
(Qs at-Taghâbun/64:11)

Yakin akan ada solusi dari Allah,  dan yakinlah bahwa ini adalah suatu sunatullah kehidupan

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)

Ketika kita yakin ini dari Allah dn ada hikmah didalamnya,  niscaya kita akan semangat dan bangkit dari keterpurukan dengan menjawab seruan Allah dan Rasul-Nya shalallah 'alaihi wasalam.

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu
yang memberi (kemaslahatan)hidup bagimu (Qs al-Anfâl/8:24)

Menjawab seruan Allah dan Rasul-Nya dengan:
Bertawakal,  meningkatkan ketaqwaan,  menegakkan perintahnya,  seperti shalat lima waktu,  beristighfar banyak-banyak sebagaimana nasihat Nabi Nuh kepada umatnya.....

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Semangat berjuang bangkit dari keterpurukan, jangan menambah musibah,  kerugian,  kebangkrutan dengan kesedihan dan keputus asaan,  sehingga mengalami dua kerugian.....
Wallahua'lam

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

AKU BANYAK BELAJAR

AKU BANYAK BELAJAR

Saudaraku
Ustadzku...
Rekanku....
Guruku....

Aku banyak belajar dari ketawadhuanmu....
Ketika acara di STAI Ali.....
Ku merasa malu mengisi majlis sedang kau menjaga di lapangan...

Ku hampir tidak dapat bicara,  di dauroh blok M,  ketika kau duduk disampingku.....

Ketawadhuanmu,  adalah keindahan dan cambuk ntuk siapa saja.....
Keberanianmu...menjadi pendorong bagi yang lain...
Kepedulianmu  dengan saudara yang tertindas terpampang selama perjalanan dakwah.....

Aku selalu enggan berpendapat jika kau hadir di masjis-majlis pertemuan......
Dan pertemuan terakhir kali,  ketika dauroh kemarin di Malang Batu....
Kami sempat bicara empat mata....
Dan smoga ini hanya perpisahan sementara.....
Jika kau ke sorga,  carilah aku agar ku dapat bertemu lagi.....

Semoga kita dapat berkumpul di Firdaus A'la...... Negri yang tiada lagi... kesusahan,  penderitaan,  kesengsaraan......
Kecuali ucapan kebaikan dan kepuasan kesyukuran.......

Allahumaghfirlahu wa stabithu....
Kepada Al-Ustadz Abu Sa'd Semoga Allah merahmatimu....

TangSel
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

SETELAH KESUSAHAN ADA KEMUDAHAN

MUTIARA NASIHAT330

SETELAH KESUSAHAN ADA KEMUDAHAN

Bismillah

Sudah fitrah manusia lebih suka perkara-perkara yang mudah dari pada perkara yang susah. Oleh sebab itu semua ilmu,  teknologi dan lainnya selalu mengarah pada kemudahan manusia,  transportasi,  komunikasi,  kesehatan dan lainnya.

Dan manusia akan lebih kuat mengingat kesusahan dari pada mengingat kemudahan.  Dalam menghadapi kesusahan banyak juga yang putus asa,  pesimis,  atau tidak yakin bahwa itu adalah suatu proses untuk ke arah kemudahan.  Allah Ta'ala telah mengingatkan kita dalam firman-nya:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"karna sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" (Qs. Al-insyrah:5).

Maka sikap kita harus optimis dan terus memohon pada Allah,  bergantung pada Allah.  Mengharap pada-Nya,  dan yakin akan janji-Nya bahwa setelah kesusahan ada kemudahan......

Kesusahan di dunia kemudahan dunia dan akhirat bagi siapa saja yang bertaqwa......
Kesusahan di dunia hingga datang kematian akan ada kemudahan di akhirat bagi siapa saja yang beriman dan bertaqwa......

Dan kita berlindung pada Allah dari kesusahan di dunia dan akhirat.

Surabaya
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

KASIHANILAH DIRIMU

MUTIARA NASIHAT329

KASIHANILAH DIRIMU

Bismillah

Berjumpa teman lama di Palembang,  mempunyai kesan tersendiri. Ketika bincang-bincang seorang teman meminta nasihat khusus tentang mencari maisyah atau bagaimana mencari penghasilan untuk kehidupan anak istri di rumah.
Tentu saya ingatkan tentang keutamaan mencari rizki halal,  berusaha dan bekerja keras.  Dan Allah telah tetapkan rizki seseorang ketika di rahim ibunya sebelum dilahirkan. Dan bertawakal seperti yang Nabi shalallah 'alaihi wasalam contohkan,  seekor burung yang terbang pagi-pagi dengan tembolok kosong dan balik sore hari dengan tembolok penuh,  subhanallah.

Dalam mencari rizki jangan mengharap belas kasihan manusia,  sebab hampir dipastikan manusia lebih mementingkan dirinya dibanding orang lain dalam masalah harta.

Mintalah belas kasihan dari Allah,  karena Allah Ta'ala Maha Pemberi rizki dan maha Kasih dan Maha Penyayang.....

Merengeklah, mengemislah,  memintalah, memohonlah pada Allah Ta'ala... Yang Maha Kaya,  Yang Maha Pencipta,  Dialah Allah Raja manusia,  Yang Memiliki Kerajaan langit dan bumi dan seluruh alam semesta adalah ciptaan-Nya.....
Palembang

Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

Pembukaan Rumah Tahfidz
Minggu, 7 Agustus 2016

Ketua Pembina YUSNA bersama para Santri
Pembukaan acara oleh Pembawa acara 
Acara dimulai dengan pembacaan Alquran oleh Mudir Rumah Tahfidz



Sambutan dari Wakapolres Ciledug





Ust. Teguh & Ust. Faisal sedang memberikan pengarahan ke Santri
dan pembagian Lemari dan Tempat Tidur


Baca selengkapnya...

RENUNGAN DUNIA AKHIRAT

MUTIARA NASIHAT328

RENUNGAN DUNIA AKHIRAT

Bismillah

Ni'mat tidur tergantung mimpinya
Seorang tidur di hotel bintang lima/rumah yang wah , tapi mimpi menyeramkan maka tetap tidak nyaman, keringetan,  lemas mencekam, dan melelahkan.......

Seorang tidur di emperan, tepi jalan namun bermimpi tidur di hotel bintang lima, niscaya bangun tersenyum dan nyaman......

Seorang tidur di hotel mewah/rumah yang nyaman dan bermimpi menyenangkan, tentu setiap orang mendambakan hal itu 

Yang lebih parah seorang tidur di emperan dan mimpi menyeramkan, dikejar-kejar, keringetan, lemas....betapa menderitanya.....

Lalu bagaimana dengan dunia dan akhirat kita???
Di dunia kaya/sejahtra di akhirat sengsara...
Di dunia sengsara/miskin tapi di akhirat sukses masuk sorga....
Di dunia kaya/sejahtra dan di akhirat masuk surga, ini semua harapan kita....
Di dunia sengsara/miskin di akhirat masuk neraka....na'udzu billah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah anugrahkan kepada kami kehidupan dunia yang baik dan juga kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari adzab neraka (Qs Al-Baqarah 201).

Jakarta Pusat
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MINUM BERSAMA PEMBESAR

MUTIARA NASIHAT327

MINUM BERSAMA PEMBESAR

Bismillah

Di dunia kita pernah hadir di acara-acara minum kopi, minum teh,  nyantai, bersama teman-teman, atau keluarga.....
Dan seorang akan merasa senang dan gembira apabila yang mengundang minum ternyata pembesar, baik dia seorang Ulama, tokoh masyarakat, atau pejabat dll.

Tentu hal itu menjadi kebanggaan tersendiri,  walaupun belum tentu dia haus, bahkan kopi atau teh yang disajikan bisa jadi tidak istimwa, artinya ada di rumah kita.....

Tapi suasana minum bersama pembesar.....tentu mempunyai perasaan tersendiri.......

Bayangkan betapa nanti di padang Mahsyar, ketika matahari didekatkan, ketika panasnya tidak terkira, manusia merasakan kehausan yang sangat......dan tidak ada alternatif lain untuk menghilangkan kehausan itu,  kecuali dengan hadir di telaga Nabi kita shalallah 'alaihi wasalam.

Bersama Sayyidu Al-anbiya, pemimpin para Nabi, seorang yang diberi idzin Allah untuk meminta syafaat, pembesar yang sebenarnya yang telah di utus oleh Allah Yang Maha Besar.....

Marilah kita berlomba-lomba, agar kita dan keluarga kita serta orang-orang yang kita cintai termasuk yang dapat minum bersama Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam.....amiin.

Sebagaimana yang di jelaskan dalam suatu hadits sahih di bawah ini:
إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا، وَلَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ. فَأَقُولُ: سُحْقًا، سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Sesungguhnya aku akan mendahului kalian di telaga itu. Barang siapa yang melewatiku, dia akan minum di telaga itu, dan barang siapa yang berhasil minum darinya, niscaya dia tidak akan merasa haus selamanya. Sungguh, beberapa kaum akan berusaha melewatiku. Aku mengenal mereka dan mereka mengenaliku. Kemudian dipisahkan antara aku dengan mereka.” Nabi n berkata, “Aku katakan, ‘Sesungguhnya mereka dari golonganku!’ Dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu!’ Aku katakan, ‘Amat jauh (telagaku) bagi orang yang mengubah (agamaku) sepeninggalku’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Semarang
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

MONOGAMI YANG TAKUT

MUTIARA NASIHAT326
MONOGAMI YANG TAKUT

Bismillah

Aku ambil pelajaran dari biodata
Syaikh Prof.DR. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhaily
Dalam setatus beliau....
Muwahhid Khaif....

Aku monogami yang takut/khawatir
Takut ketika menghadap Allah Ta'ala,  kelak.......
Ya aku takut tidak adil....
Hingga miring ketika meniti shiroth
Takut melukai hati kekasihku, ibu dari anak-anakku....
Takut melukai hati anak-anakku...buah hatiku......
Takut tidak amanah yang melukai keimananku....

Takut dibenci keluarga besarku...karena mereka blm faham.....
Dan kebencian keluarga besar istriku...karena mereka telah menyerahkan padaku.....
Takut mendholimi keluargaku...karena kedholiman adalah kegelapan pada hari kiamat...

Takut akan tuntutan rohani dan jasmani juga ilmu dan materi...karena aku bukan berilmu dan bukan kaya akan harta....

Takut membuka ajang permusuhan antara mereka.....
Aku takut menjadi kambing diantara dua srigala...ada istilah ulama......
Aku  takut dan kawatir, berpoligami belah bambu....
Yang muda di sanjung yang tua diinjak.....
Aku benci poligami ban serep, satu di pakai satu dibuang.....

Aku tidak memandang hormat siapa saja yang berpoligami sirri/rahasia dan sembunyi.....
Aku marah dengan siapa saja yang berpoligami tanpa sepengetahuan wali.....
Bahkan ketika mencerainya hanya dengan sms......aku tidak suka itu...
Aku benci siapa saja yang menjadikan wanita ajang kelinci percobaan....
Aku berdoa untuk mereka agar segera taubat dan meminta ampun, jika terjerumus model seperti itu...

Namun.....aku kagum dan berdoa untuk siapa saja dari kalangan kaum muslimin yang berpoligami....

Yang adil dan damai....
Yang menjaga kerukukan para istri mereka....
Yang indah dan saling mendukung satu dan lainnya....
Menjadi keluarga besar saling menghargai,  tolong menolong.....
Anak-anaknya menjadi bangga mempunyai keluarga besar....
Yang keributannya sebatas kewajaran, dari kecintaan dan kecemburuan yang halal....

Aku kagum, salut, hormat....dan berdoa.....ntuk mereka agar menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah.....

Aku apa adanya....mohon maaf bukan untuk melukai hati atau benci....namun inilah aku apa adanya, pernyataanku pribadi tidak mewakili  pernyataan Syaikh Prof.DR. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhaily hafidzahullah Ta'ala.

Jambi
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.