UHIBBUKA FILLAH BAPAK ERDOGAN

MUTIARA NASIHAT325

Bismillah
UHIBBUKA FILLAH BAPAK ERDOGAN

Uhibbuka fillahi Wahai Bapak Erdogan......
Kecintaanmu dengan Islam....
Mengentarkan musuh-musuh Islam....
Kecintaanmu dengan rakyat, menjadikan mereka rela berkorban....

Kehadiranmu di kancah dunia...
Menjadikan embun penyejuk dahaga hausnya kepemimpinan muslim yang berwibawa...
Tidak ada pemandangan indah selama ini.....
Seindah gandengan tanganmu dengan King Salman.....

Kau rajut tali persaudaraan muslim dunia....
Kau tegur pemimpin buas haus darah dari Israil.
Kau peluk erat mereka yang terdzolimi di Myanmar....
Kau bangun negaramu lebih maju secara materi dan moral.
Semua tidak lepas dari petunjuk Allah Ta'ala...yang Maha Kuasa..

Kau agungkan rumah Allah...
Kau anjurkan Kalamullah ntuk dibaca, dihafal dijaga dan diamalkan.....
Kau terus maju walau duri dan aral melintang mengganggu langkahmu
Kau tak pedulikan anjing menggonggong , karena kau sibuk dengan kafilah yang terus melaju...

kafilahmu adalah dambaan umat Islam dunia...karena dari tempatmu pernah ada Khalifah yang di takuti dunia barat dan sekutunya....
Khilafah Ustmaniyyah....
Akankah terulang lagi.....wallahu'alam.....

Allahumma Ya Allah satukan pemimpin-pemimpin kaum muslimin di dunia...dalam barisan yang meninggikan kalimat-Mu yang agung Laa ilaaha illa Allah......

Semarang
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 324 KHUTBAH IED FITRI KEAGUNGAN TAUHID DALAM RANGKA MENJAGA AMAL

MUTIARA NASIHAT324
KHUTBAH IED FITRI

KEAGUNGAN TAUHID DALAM RANGKA MENJAGA AMAL

(شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ)
[Surat Al-Baqarah 185]

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185)

Ayat di atas menggambarkan tentang keistimewaan bulan Ramadhan, salah satunya dengan diturunkannya Al-quran , yang Allah Ta'ala jadikan sebagai petunjuk bagi manusia, sekaligus penjelas dari petunjuk itu, dan sebagai alfurqon, yaitu pembeda antara Tauhid dan Syirik, antara halal dan haram, antara thoyyib dan khobits,  baik dan buruk.....

Kita lihat akhir dari ayat diatas, agar kita diuruh menyempurnakan bilangannnya, dan yang tidak kalah pentingnya kita disuruh mengagungkan Allah, membesarkan Allah.....

لله أكبر ، الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد "

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar....tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar pada kita memuji.

Ya kita besarkan Allah ketika kita puasa, kita tinggalkan kesenangan kita untuk makan, minum, hubungan suami istri dari fajar hingga maghrib, karena kita anggap itu semua kecil adanya dan kita ikuti perintah Allah karena keagungan Allah.

Kita membaca Al-quran, karena kalam Allah yang Maha Agung, padahal sebelum-sebelumnya kita banyak baca koran, majalah, buku-buku, maka diantara kita ada yg mengkhatamkan beberapa kali.

Dan yang paling tinggi pengagungan seorang hamba kepada  Allah Ta'ala dengan mentauhidkannya.

:وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.  (Adz-Dzariyat:56)

Kata يَعْبُدُونِ (ibadah) jika dimutlakkan bermakna tauhid.

Wajibnya mengesakan Allah dalam hal ibadah (hal ini berlaku bagi jin dan manusia), karena tidaklah suatu amalan dikatakan ibadah kecuali ada unsur mentauhidkan Allah.

Betapa pentingnya Tauhid, sehingga Allah perintahkan manusia dalam berbagai ayat di al-quran.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِين
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). )An Nahl:36)

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Rabbmu memerintahkan: Janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah kalian berbuat baik” (QS. Al-Israa’: 23)

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح )
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shaheh).

SYIRIK PERUSAK AMAL SEORANG HAMBA
Syirik merupakan kemaksiatan yang paling besar, kezhaliman yang paling zhalim dan dosa yang paling besar, yang tidak akan diampuni Allah Azza wa Jalla, jika pelaku syirik mati di atas syirik dan tidak bertaubat.

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ (82) Al An'am

Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“… Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” [Luqman: 13]

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sungguh Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An-Nisaa’: 48]

Firman Allah Azza wa Jalla :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mem-persekutukan (sesuatu) dengan Dia (syirik), dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An-Nisaa’: 116]

Akibat Orang yang Berbuat Syirik
Menurut ayat di atas (An-Nisaa’: 116) menunjukkan bahwa Allah tidak mengampuni orang yang berbuat syirik, jika ia mati dalam kemusyrikannya dan tidak taubat.

Orang yang berbuat syirik tidak mengalami ketenangan dalam hidupnya.
Orang yang berbuat syirik tidak mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Orang yang berbuat syirik diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk masuk Surga. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“…Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan Surga baginya, dan tempatnya ialah Neraka dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” [Al-Maa-idah: 72]

Orang yang berbuat syirik akan terhapus pahala amal-amal kebajikan yang pernah dilakukannya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka ker-jakan.” [Al-An’aam: 88]

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ    azzumar: 65
65. Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.

Alangkah ruginya jika:
Terhapus shalat seorang
Terhapus puasa seorang
Terhapus zakat seorang
Terhapus hajia atau umrohnya dll........

1 Syawal 1437H
Pondok Belimbing
Halaman Madjid Usman bin Affan
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Fb Abdul Rahaman Ayub
www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 323 LANJUT MENCARI YANG DICINTAI ALLAH TA'ALA.

MUTIARA NASIHAT 323

LANJUT MENCARI YANG DICINTAI ALLAH TA'ALA.

Busmillah
Hadits Nabi shallah 'alaihi wasalam.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ....وَأَنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ ))
(صحيح البخاري)

"Amalan yang dicintai Allah, adalah yang berterusan walaupun sedikit"
HR, Al-bukhari.

Qiam/shalat malam kita lanjut....
Qiroat baca Quran kita lanjut........
Shalat fajar, nunggu subuh kemasjid bagi kaum laki2... lanjut...
Puasa kita .. lanjut dengan puasa enam hari setelah beberapa hari dari ied.....
Sedekah kita lanjut....
Memberi makan orang miskin lanjut....
Menahan marah lanjut.....
Lanjut dan lanjutkan sesuai kemampuan kita masing-masing....walaupun sedikit....hingga... kita meregang nyawa....menghadap Ilahi Rabbi, ...aamiin Ya Rabbal'alamiin

Pondok Aren.
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 322 INILAH HADIAH RAYA UNTUKMU..

MUTIARA NASIHAT 322

INILAH HADIAH RAYA UNTUKMU..

Bismillah

Ketika satu syawal tiba....
Pastikan kau sudah khatamkan Alquran satu kali, dua kali.........
Kau sudah pernah hadir diantara kekusyu'an para pemburu Lailatur Qadar, dalam I'tikaf baik penuh, hanya ganjil, atau yg dua puluh tujuh.

Anak-anakku buah hatiku.....
Ketahuilah nikmatnya minum setelah kita terasa haus.
Nikmatnya makan ketika kita terasa lapar.....
Bulan-bulan sebelum Ramadhan, kita tidak pernah berfikir betapa nikmatnya setiap tegukan air atau suapan makanan.....

Demikianlah jika kamu tidak berpuasa, tidak tarawih, tidak mengkhatamkan Al-quran, tidak i'tikaf, bagaimana kau akan merasakan nikmatnya Iedul Fithri???

Siapa saja yang tanpa udzur, dia tidak puasa, tidak tarawih, tidak baca Quran, tidak mengejar lailatur qadar.....ibarat orang yg kenyang dihidangkan makanan.....

Ya kenyak secara fisik tapi hatinya lapar dan kering karena,  dia berhari raya.....hanya sekedar seremoni biasa yang tidak bermakna....
Karena hari-harinya tidak merasakan haus dan lapar.....tidak merasakan ngantuk dan lelah, tidak merasakan bagaimana pahitnya tenggorokan ketika sedang kering dia basahkan dengan kalam Ilahi....

Doa apa untuk orang seperti itu?
Bukan Taqabbalallah minna wa minkum........semoga Allah menerima amal ibadah kita....
Tapi lebih patut diucapkan Allah Yahdiikum.....semoga Allah memberi hudayah padamu......

Pondok Aren.
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169
Hp 081310144169
Fb Abdul Rahaman Ayub
BB 56D39801
www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MENDUNG HARI RAYA

MENDUNG HARI RAYA

Bismillah

Ketika Ied Fitri tiba, suka ria adalah fitrah, bahagia adalah sunnah sebagaimana yang telah dijanjikan Nabi shlallah 'alaihi wasalam.
"Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagian.....bahagia ketika berjumpa Rabbnya...bahagia ketika berbuka....atau Ied Fitri.....

Namun tidak semua saudara kita ceria.......
Di sana dibelahan bumi lainnya.....
Palestina.....
Suria.......
Burma......dan lainnya....

Mendung memenuhi hati mereka...
Raya di sela-sela reruntuhan rumah.
Diantara puing-puing berserakan yang tiada lagi memberikan kenyamanan....

Disana....di tenda-tenda pengungsian.... mereka biasa berpuasa, namun hampir tidak biasa berbuka.......

Disana....masjid-masjid luluh lantak, di porak-poranda kaum durjana....
Semangat ibadah tiada punah walau beratapkan langit dan berpermadani tanah merah.....

Mari syukuri negri kita yang aman ini, dengan memakmurkan masjid berjama'ah......
Mari kita jaga kedamaian dan keamanan negri karunia Ilahi ini, agar kita dapat beribadah dengan tenang....

Mari kita selalu berdoa ntuk saudara-saudara kita disana, agar mendung berlalu berganti kecerahan dari Ilahi.....

Mari kita berdoa ntuk keamanan kedamaian dan ketentraman negri kita ini, agar dijahui dari kehancuran, perpecahan dan peperangan.......

Pondok Aren
26 Ramadhan
Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.