IBU

IBU
Nyawamu kau pertaruhkan untuk kehadiranku

Lelah dan penatmu tak kau hiraukan

Aku yang telah membebanimu dalam kandungan...

Tidur dan gerakmu terbatas untuk kenyamananku

Kau makan sesuatu atau kau tahan sesuatu untuk kesehatanku dalam rahimmu

Ibu........
Kadang kau tak tertidur nyenyak kala kekawatiranmu
akan keselamatanku
Kadang selera makanmu hilang, karena ku
Kau gadaikan nyawamu ntuk kehadiranku
Tangisku kala itu menghilangkan pedihnya kelahiran
Dan kepedihan hatimu kadang berlanjut sepanjang pertumbuhanku

Ibu
Aku tidak seperti Uaish al-Qorni
Yang meraih surga karena baktinya ...
Aku bukan seperti seorang tabi'in yang menggendong ibunya ketika tawaf.
Aku bukan seperti pemuda dalam gua yang Allah tolong karena kebaikannya dengan kedua orang tuanya yang selalu memberi dan menghangatkan susu.

Namun
Aku akan berusaha sekuat mungkin ntuk meraih puncak gunung salju ridhomu
Kan ku gapai mahkota hatimu dengan sedaya upayaku

Ibu
Kemafaanmu ........adalah
Penghilang dahaga kelalainku padamu

Ibu
Seandainya Allah tidak melarang,
Kan ku sujud dan mencium kedua kakimu

Ibu
Buah hatimu ini yang kadang menyesakkan dadamu...
Menderaikan air matamu....
Membuatmu gundah gulana
Menjadikanmu lelah sepanjang hidupmu...
Ma'afkanlah.....
Karena ridhomu adalah ridho Rabbil ‘alamin
Tidak ada kata terindah untuk mu, kecuali apa yang telah diperintahkan Ilahi Rabbi :
"Ya Rabb rahmatilah kepada keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku diwaktu kecil"

Di Bumi Allah
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.