UNTUKMU WAHAI GURU DAN USTADZKU.....

UNTUKMU WAHAI GURU DAN USTADZKU..... Bismillah Aku bisa menulis dan membaca, dan terus menulis dan membaca sampai saat ini.... Semua ini tidak lepas dari jasamu, ketekunanmu dalam mendidikku... Semoga menjadi amal jariyahmu..... Wahai guruku...... Sekolah dasar, menengah dan menengah atas, siapapun engkau, semoga Allah Ta'ala menjadikan amalmu semua menjadi pemberat timbangan kebaikan, kelak ketika dihadapan-Nya amal-amal kita ditimbang..... Wahai guru dan ustadzku.... Ketekunanmu dalam membimbingku....menuntunku... Sehingga aku dapat membaca kalam Ilahi...hingga kini..... Semoga setiap huruf yang ku baca, adalah kebaikanmu jua...... Wahai Guru dan Ustadzku... Dalam rimba kejahilanku...aku mendapatkan tunjuk ajarmu.... Siapapun engkau wahai ustadzku.... Semoga ilmu yang bermanfaat yang menetes padaku dapat menghapus ajaran-ajaran buruk yang telah kau tanam pada diriku... Ya...dalam perjalanan yang panjang.... Kujumpai mereka-mereka yang andil dalam menoreh tinta hidupku.... Tinta merah takfiri..... Yang cukup lama mewarnai jalan hidupku.... Namun hidayah milik Allah semata.. Torehan tinta-tinta merah tidaklah kekal selamanya dalam hidupku.. Hidayah sunnah, mewarnai hingga kini...Alhamdulillah.... Tinta-tinta hijaunya sunnah.... Yang tetes demi tetesnya mulai menyerap pada setiap pori-pori kesadaranku....melalui proses yang panjang dan melelahkan dan tentu melalui para ustadzku.... Allahu akbar wa lillahilhamd.... Tidak ada kebahagian setelah aku dilahirkan oleh ibuku...yang lebih dari kembalinya aku dari perjalanan panjang takfiri....menuju lembah hijau kefahaman Islam Rahmatan lil'alamiin.... Maka toresan ini, menjadi bukti dan saksi..... Siapapun dia dan dimanapun dia sekecil apapun jasanya padaku, dalam menunjukan hijaunya sunnah, sejuknya ajarannya ....luasnya keilmuan...dan dalamnya kefahaman akan Islam. Semoga menjadi amal jariyah yang berlipat ganda....... Lapang dadaku pada siapa saja, pencela dan penuduhku, baik dari saudara-saudaraku yang masih berselimutkan jubah takfiri.... Mantan-mantan ustadzku, rekanku, teman dan bahkan saudaraku....yang masih bersebrangan denganku....semoga hidaya sunnah menyapanya sehingga kembali ke jalan mulia... Jalanya Nabi dan Sahabat serta tabi'in dan pengikut para tabi'in serta para imam ahlu sunnah yang kita kenal..... Lapang dadaku pada siapa saja yang memandangku hina..... Atau mencibir sepak terjangku selama ini..... Karena aku bersama pemerintah, dalam dakwah dan dialog dengan mereka-mereka yang masih dalam penjara...ya penjara faham takfiri...yang menguasai kayakinannya.... Lapang dadaku pada para pembimbingku para ustadzku... Yang belum sampai kefahaman akan pentingnya hal ini....... Biar apa kata mereka...... Biarlah torehan sembilu melukaiku.. Karena aku berjalan dan berusaha, untuk menghapus dosaku dahulu dalam menyesatkan manusia kejalan takfiri khawarij... Kini dengan payung fatwa Masyaikh, aku akan terus berjalan dan berdakwah semampuku... Bersama pemerintah negri ini, selama tidak ada kemaksiatan pada khaliq. Semoga Allah Ta'ala menjaga kita semua, menjaga negri ini dari fitnah perpecahan, kekacauan, peperangan, kehancuran..... Baarakallah fiihim, semoga Allah Ta'ala memberkahi jasa semua Guruku dan Ustadzku, dan memaafkan kesalahan mereka baik disengaja maupun tidak, dan menjadikan amal jariyah yang terus berlipat ganda kebaikannya..... Aamiin Ya Rabbal'alamiin Pondok Aren Abdurrahman Ayyub

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.