MUTIARA NASIHAT 308 MEMBELI KETENANGAN

MUTIARA NASIHAT308 Bismillah MEMBELI KETENANGAN Sudah tenangkah hati kita? Sejauh mana tenangnya hati kita? Apa yang membuat hati kita tenang? Seorang mampu membeli rumah yang megah. Seorang mampu membeli mobil yang mewah. Seorang mampu membeli permata yang termahal. Seorang mampu membeli pulau yang indah. Namun tidak seorangpun dapat membeli ketenangan..... Subhanallah, Allah Ta'ala telah tegaskan dalam Al-quran bahwa ketenangan ada pada dzikir pada Allah Ta'ala.... {الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ} “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28). {إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (AL-ANFAL:2) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (QS AL-ANFAL: 2) Dan pada dasarnya manusia diciptakan Allah Ta'ala dalam keadaan keluh kesah, gundah gulana, kecuali mereka yang disifati dalam ayat dibawah ini: إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (21) Artinya: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir (19) Apabila ia ditimpa musibah, ia berkeluh kesah (20) dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir (21)” Qs Al-Ma'aarij إِلَّا الْمُصَلِّينَ (22) الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ (23) وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (24) لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (25) وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ (26) وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (27) إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ (28) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (31) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (32) وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ (33) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (34) Artinya: “kecuali orang-orang yang mendirikan shalat (22) (yaitu) mereka yang setia mendirikan shalat (23) dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu (24) bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta (25) dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, (26) dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya, (27) sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya) (28) dan orang-orang yang memelihara kemaluannya (29) kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. (30) Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (31) Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya (32) dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya (33) dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (34).” ” Qs Al-Ma'aarij Maka selain mentauhidkan Allah, jalan-jalan yang perlu ditempuh sesorang untuk meraih ketenangan adalah: 1.Dzikir dan selalu mengingat Allah Ta'ala. 2.Selalu mendengar ayat Allah Ta'ala agar hati kita bergetar, dan membaca ayat-ayat-nya. 3.Selalu shalat lima waktu dan sunnhanya. 4.Bersedekah dgn sebgian hartanya. 5.Meyakini akan adanya hari pembalasan. 6.Takut dengan adzab Allah. 7.Memelihara kehormatan 8.Memelihara amanat dan janji. 9.Memelihara shalatnya. Belilah ketenangan dengan apa yang telah Allah Ta'ala tunjukan pada kita....jangan mencari ketenangan menurut selera kita, apalagi mengikuti hawa nafsu kita...seandainya kita meraihnya....ketahuilah itu hanya ketenangan fatamorgana.... Allahua'lam. Pekan Baru. Abu Salman Abdurrahman Ayyub WA.081310144169 Hp 081310144169 Fb Abdul Rahaman Ayub BB 56D39801 www.yusna.com

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.