SETETES EMBUN NASIHAT
AMANAT DAN KHIANAT

Bismillah

"Ustadz afwan boleh nanya? Ini antara kita saja ya"
"Tolong hanya dalam group ini saja ya jangan sampai menyebar!"
"Ustadz ana add group antara kita saja berempat,  in syaa Allah nanti setelah ini kita hapus,  infonya tidak akan keluar"
Ustadz..... ustadz...... ustadz.....

Ternyata setelah itu tersebar di group-group WA.
Tersebar di FB
Jadi status kebanggaan sudah bisa jebak Ustadz... :)
Jadi bagi orang-orang tertentu yang disebut amanat dan rahasia itu,  di FB, di WA, di BBM,  artinya kalau tersebar di media-media tersebut itu tetap amanat dan rahasia,  asal jangan dibicarakan di darat.

Hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan amanah dan menepati janji merupakan salah satu sifat orang beriman, ia berkata:

مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلاَّ قَالَ: لاَ إِيْـمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَـةَ لَهُ، وَلاَ دِيْـنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَـهُ .

“Tidaklah Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami, melainkan beliau bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya”.

Mari kita minimalis khianat dan perkuat amanat.....semoga selamat... Dunia dan Akhirat
Pondok Aren

Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

MARAH

MUTIARA NASIHAT340

MARAH

Bismillah

Dari beberapa sumber,  literatur saya mengutip beberapa hadits di bawah ini:
Abu Hurairah Radhiallahu’anhu berkata, Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Tidak halal seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari, barang siapa memutuskan lebih dari tiga hari dan meninggal maka ia masuk neraka”  (HR: Abu Dawud, 5/215, Shahihul Jami’: 7635)

Abu khirasy Al Aslami Radhiallahu’anhu berkata, Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa memutus hubungan dengan saudaranya selama setahun maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuhnya) “ (HR: Al Bukhari Dalam Adbul Mufrad no : 406, dalam Shahihul Jami’: 6557)

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap Jum’at (setiap pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat :” tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai” (HR: Muslim: 4/1988)

Beberapa kesalah pahaman anatara kita,  sehingga menimbulkan marah,  tidak saling menegur dan lainnya. Inilah indahnyan syariat telah mengatur dan Islam sesuai dengan fitrah manusia.
Kita diciptakan dan telah dilengkapi dengan sifat marah salah satunya,  dari sekian sifat2 yang ada. Dan juga dengan sifat-sifat yang terpuji.
Hadits-hadits di atas menunjukan bolehnya marah tdk saling menegur,  tapi syareat telah mengatur jangan lebih dari 3 hari/malam.

Subhanallah,  Allah Ta'ala Maha Tahu dengan ciptaan-Nya bayangkan kalau manusia tidak boleh sama sekali marah.....???
Jadi sebaiknya kita jagan marah perkara-parkara yang remeh..
Kita boleh marah karena Allah,  kepada perbuatan melanggar. Syareat...
Kita boleh marah,  namun jangan lebih dari 3 hari....
Apalagi sampai setahun.... Naudzu billah.

BalikPapan
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

DARAH MENGALIR

SETETES EMBUN NASIHAT

Bismillah

DARAH MENGALIR

Darah mengalir..
Dari hewan qurban yang bergelimpangan dimana-mana...

Darah mengalir....
Demi taqarub pendekatan diri kita pada Ilahi Rabbil Izzati.....

Darah mengalir....
Bukti ketaqwaan hamba pada Ialhi Rabbi....

Tuk berbagi kebahagian....
Tuk sedekah
Tuk hadiah
Tuk dinikmati bersama
Tuk disimpan.....

Untuk senyumnya beberapa jiwa,  yang merasakan nikmatnya daging setahun sekali....

Tuk melupakan sejenak kepapan kaum miskin dan kaum yang lemah..
Untuk syiar..... Yang Agung.....
Dan tauladan Bapak Kita Ibrahim 'alaihissalam....
Mulianya Islam...........

Namun nun jauh di sana.....
Darah umat Islam mengalir....
Di Palestina hingga kini....
Di Suria.... tiada terperih....
Di Rahongya.... kambing lebih berharga dari darah umat Islam...

Ya.... hari Raya qurban.... Kita bahagia.....
Ya.... Hari ini... Bahagia dan air mata.... 
Dalam senyum....menikmati hidangan.....
Jangan lupa doa-doa tuk saudara kita......
Yang darah mereka memerahkan tanah yang menjadi saksi atas kebiadaban....
Dan kekejaman atas nama agama
.......
Allahu Akbar walillahilhamd
Hari Tasyriq
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

RIZKI DITANGAN ALLAH

MUTIARA NASIHAT339

RIZKI DITANGAN ALLAH

Bismillah

Rizki di Tangan Allah,  istilah yang sudah lumrah kita dengar bahkan kadang kita ucapkan.
Adapun hati di dada kita dalam genggaman Allah Ta'ala,  dan yang membolak balikan hati kita adalah Allah Ta'ala.....

Maka mintalah pada Allah Ta'ala agar hati kita mudah meniatkan hal-hal kebaiakan terutama dalam berkurban......
Toh niat tidak berat....
Toh niat tidak sampai berkeringet..
Toh niat tidak perlu dp......
Toh niat bisa memberi semangat  tuk berusaha....
Toh niat yang baik akan tercatat kebaikan walau ternyata secara syari pada waktunya kita tidak mampu.... Dan Allah Maha Tau ketidak mampuan kita.....

Sebagaimana hadits yang mulia ini,  yang sangat-sangat memotivasi kita untuk meniatkan berbuat baik:

روى البخاري ومسلم في صحيحهما واللفظ لمسلم
عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللّهِ صلى الله عليه وسلم فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، قَالَ: "إِنّ الله كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسّيّئَاتِ. ثُمّ بَيّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا الله عَزّ وَجَلّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ. وَإِنْ هَمّ بِسَيّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً... وَإِنْ هَمّ بِهَا فَعَمِلَهَا، كَتَبَهَا الله سَيّئَةً وَاحِدَةً"

Riwayat Bukhari dan Muslim dalam kitab Sahih keduanya,  dan lafadz bagi Imam Muslim.
Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.”

Semarang
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

ALHAMDULILLAH HANYA KAMBING, SAPI.... ONTA.

MUTIARA NASIHAT338

ALHAMDULILLAH HANYA KAMBING, SAPI.... ONTA.

Bismillah

Terbayangkah oleh kita, apa yang dirasakan Nabi Ibrahim 'alaihissalam saat ingin menyembelih anak yang Soleh yang dicintainya.....???

Bagaiamana pula perasaan seorang Ismail 'alaihissalaam yang sabar,  taqwa,  taat,  pada Allah Ta'ala...
Menerima dengan ikhlash perintah Rabbnya......???

Subhanallah.....
Dua makhluk Allah yang Indah dan tauladan dalam berkurban....

Lalu siapa kita...... ???
Dibanding pengurbanan beliau berdua......
Diantara kita masih berat walau hanya kurban seekor kambing...

Tahun demi tahun berlalu...
Hingga datang ajal menjemput...
Tidak pernah berkurban padahal mampu......

Padahal hanya seekor kambing...
Padahal hanya seekor sapi....
Padahal hanya seekor unta....
Padahal dia bisa menabung....
Padahal hartanya milik Allah...
Padahal dia mampu........

Kita tidak bisa bayangkan kalau syariat berkorban anak tidak dihapus.... Betapa beratnya....

Segala puji bagi Allah... Yang telah meringankan ibadah kurban... Untuk kita........
Apakah kita ingin minta keringanan lagi???......

Allahumma,  Ya Allah murahkan dan berikan Rizki untuk kami berkurban tahun ini,  dan selama hayat kami.... Aamiiin.

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

SEKURANG-KURANGNYA DOA

MUTIARA NASIHAT337

Bismillah
SEKURANG-KURANGNYA DOA

Kita tidak mampu membantu dengan harta, tidak mampu membantu dengan tenaga,  tidak mampu......
Maka jangan juga tidak mampu sama sekali membantu dengan doa.  Ingat dan ingatlah berapa banyak saudara-saudara kita yang susah,  di Palestina, Suria,  Myanmar, dan di mana saja....

Juga saudara-saudara kita sesama muslim yang ada di sekitar kita,  yang sedang sakit,  sedang teruji dalam kemiskinan,  kesusahan hidup,  yang tinggal di emperan jalan,  di kolong jembatan,  musibah yang menimpa dan lain-lainnya...

Bantulah saudara kita di mana saja dengan doa-doa kita,  dalam sepertiga malam,  menjelang subuh,  dalam sujud-sujud kita,  akhir shalat kita,  waktu-waktu yang mustajab....

Saudara-saudara kita yang umroh atau haji,  doakanlah saudara kita yang sangat-sangat memerlukan bantuan kita.
Karena pada hakikatnya Allah Ta'ala  saja Yang Menolong mereka...
Allah Ta'ala Yang Maha Kuasa, Yang mengangkat penderitaan mereka.....
Dialah Allah Yang Maha Kuasa... Satu-satunya Dzat Yang Maha Kuasa.... atas segala hambaNya...

Dari Abu Darda' radhiyallaahu ta'aala 'anhu, ia berkata,
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Tidaklah seorang muslim yang mendo'akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata,
'Dan bagimu juga kebaikan yang sama.'"
(Shahiih, HR. Muslim, no. 4912)

Allahu'alam

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

HADIRILAH TABLIGH AKBAR
MENANGKAL BAHAYA ISIS DAN RADIKALISME

In syaa Allah:
Jam 08.30 hingga zuhur
Ahad 4 September 2016

Pemateri :

1. Brigjen Pol Drs Hamidin ( Dir pencegahan Deputi Satu BNPT)

2. Dr Patrialis Akbar SH. MH ( Hakim Mahkamah Konstitusi RI)

3. Ustadz Abdurrahman Ayyub ( Staf Ahli Satgas BNPT)
                                       
🏡 Tempat :
Masjid Izzul Alawi
Jln. Raden Fatah, Kampung Pulo Rt 001/04 (belakang Koramil Ciledug) masuk sebelah Optik "99" Kel. Sudimara Selatan, Ciledug

CP : +628161610326 (Elsyaf)
               +6287877346210 (Arma)
               +6281280221880 ( Ronald)

Targhiib :

ﻣَﻦْ ﺩَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻴْﺮٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِ ﻓَﺎﻋِﻠِﻪِ

"Barangsiapa yg mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya" (HR. Muslim no. 3509)

Dipersilahkan untuk mensyiarkannya

Barokallohufiikum

Baca selengkapnya...

IBU

IBU
Nyawamu kau pertaruhkan untuk kehadiranku

Lelah dan penatmu tak kau hiraukan

Aku yang telah membebanimu dalam kandungan...

Tidur dan gerakmu terbatas untuk kenyamananku

Kau makan sesuatu atau kau tahan sesuatu untuk kesehatanku dalam rahimmu

Ibu........
Kadang kau tak tertidur nyenyak kala kekawatiranmu
akan keselamatanku
Kadang selera makanmu hilang, karena ku
Kau gadaikan nyawamu ntuk kehadiranku
Tangisku kala itu menghilangkan pedihnya kelahiran
Dan kepedihan hatimu kadang berlanjut sepanjang pertumbuhanku

Ibu
Aku tidak seperti Uaish al-Qorni
Yang meraih surga karena baktinya ...
Aku bukan seperti seorang tabi'in yang menggendong ibunya ketika tawaf.
Aku bukan seperti pemuda dalam gua yang Allah tolong karena kebaikannya dengan kedua orang tuanya yang selalu memberi dan menghangatkan susu.

Namun
Aku akan berusaha sekuat mungkin ntuk meraih puncak gunung salju ridhomu
Kan ku gapai mahkota hatimu dengan sedaya upayaku

Ibu
Kemafaanmu ........adalah
Penghilang dahaga kelalainku padamu

Ibu
Seandainya Allah tidak melarang,
Kan ku sujud dan mencium kedua kakimu

Ibu
Buah hatimu ini yang kadang menyesakkan dadamu...
Menderaikan air matamu....
Membuatmu gundah gulana
Menjadikanmu lelah sepanjang hidupmu...
Ma'afkanlah.....
Karena ridhomu adalah ridho Rabbil ‘alamin
Tidak ada kata terindah untuk mu, kecuali apa yang telah diperintahkan Ilahi Rabbi :
"Ya Rabb rahmatilah kepada keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku diwaktu kecil"

Di Bumi Allah
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

MASIH HANGAT SEMANGAT KEMERDEKAAN

MUTIARA NASIHAT335

Bismillah

MASIH HANGAT SEMANGAT KEMERDEKAAN

Dahulu Belanda melarang rakyat untuk sekolah dan belajar....

MERDEKA!!!!
Maka di era kemerdekaan ini marilah kita belajar,  belajar dan belajar.....

Dahulu Belanda melarang kaum wanita untuk sekolah dan belajar...
marilah sekarang ini kita sekolahkan putri-putri kita ke sekolah-sekolah yang mencetak putri-putri yang soleha,  berbakti pada dua orang tuanya dan pendamping suami yang Soleh...

Dahulu..... Sedikit sekali lulusan luar negri apalagi yang mendalami agama di kota Nabi kita yang mulia shalallah 'alaihi wasalam...
Alhamdulillah sekarang ini sudah banyak lulusan Universitas Madinah,  Al-Azhar Kairo,  Yaman,  Yordan......

Marilah kemerdekaan ini kita syukuri dengan doa dan ibadah,  dengan saling pengertian akan adanya perbedaan.....

Persatuan yang kekal abadi adalah persatuan dengan ikatan Tauhid,  bahwa yang kita sembah adalah Allah Ta'ala...
Nabi kita adalah Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam....
Kitab kita adalah Al-Quran.....

Negara kita adalah Indonesia NKRI yang kita cintai ini...karunia Ilahi...
Yang di rebut dari tangan penjajah dengan teriakan ALLAHU AKBAR!!!
ALLAHU AKBAR!!! ALLAHU AKBAR!!!

Kita muslim yang mayoritas , telah terbukti sangat menghormati yang minoritas.... Dunia mengakui.....

Kita muslim mayoritas telah banyak mengalah hingga menghapus kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa,  dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"

Kalau kita kaum muslimin begitu toleran dengan non muslim......
Alangkah malunya jika kita sesama muslim tidak saling toleran dengan perbedaan yang ada...

Biarlah Dakwah Islam hidup di Negara karunia Ilahi ini....
NU.....
MUHAMADIYAH....
AL-IRSYAD....
PERSIS....
SALAFI

Perbedaan yang ada bukan untuk berpecah belah......
Perbedaan yang ada bukan untuk saling menindas
Perbedaan yang bukan untuk saling mengusir,  mendzolimi...
Perbedaan yang ada bukan alasan untuk anarkis....
Mari dialog dengan ilmiyah...
Dengan adab yang diajarkan al-quran.... Dan dicontohkan Nabi shalallah 'alaihi wasalam...

Selama masih dibawah naungan faham Ahlu Sunnah Waljamaah yang telah diawa oleh imam-imam yang kita kenal, baik Imam Hanafi,  Imam Malik, Imam Syafi'i,  Imam Ahmad bin Hambal..... Dan imam-imam ahlu sunnah wal jammaa'ah.

Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaqwaan bukan dalam dosa dan permusuhan...

Ingatlah.... Tidak sedikit musuh-musuh kita yang mengintai dan menunggu tuk menancapkan kekuasaannya dan nafsunya tuk memporak porandakan negri yang kita cintai ini.... Baik faham-faham Radikal Ekstrim Teroris atau negara-negara luar yang berliur melihat kekayaan Negara kita...
WASPADALAH.....
HASBUNALLAH WANI'MAL. WAKIIL
Wallahua'lam

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

KEAMANAN DAN KETENTRAMAN SUATU YANG MAHAL

MUTIARA NASIHAT334

Bismillah

KEAMANAN DAN KETENTRAMAN SUATU YANG MAHAL

Kita bisa menumpuk harta sebanyak-banyaknya.....
Kita bisa membangun istana ntuk keluarga kita...
Kita bisa buka perusahaan sebanyak-banyaknya...
Kita bisa membuka toko atau perdagangan semau kita....
Kita bisa menggarap kebun seluas-luasnya,  dan panen sebanyak-banyaknya.....
Kita bisa membuka sekolah berbagai tingkatan ntuk anak-anak kita...
Membangun tempat-tempat ibadah semegah-megahnya......
Kita bisa membuat taman-taman hiburan seindah-undahnya....

Tapi hal itu akan sirna ketika keamanan dan ketentraman tiada lagi ada.....

Inilah yang pertaman kali diminta oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam dan di abadikan Allah Ta'ala dalam firman-Nya.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim bedo’a : Wahai, Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri aman sentausa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.[al-Baqarah/2 : 126]

Marilah saudara-saudariku, kaum muslimin muslimat, semua penduduk Indonesia dari Sabang sampai Maeraoke.....
Kita syukuri kemerdekaan negara kita dengan banyak-banyak berdoa, dalam tiap sujud-sujud kita, dalam akhir shalat kita, dalam waktu-waktu yang mustajab, dalam setiap kesempatan.....
Dalam keadaan senang ataupun susah, lapang ataupun sempit, kita berdoa sebagaimana Nabi Ibrahim 'alaihissalaam minta pada Rab-Nya..
Ingatlah Rabbnya Nabi Ibrahim 'alaihi salaam adalah Rabb kita juga.....
Yang disembah oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam adalah yang kita sembah juga....
Maka mohonlah pada Allah Ta'ala, agar menjadikan negri ini yang dengan segala kekurangannya menjadi negri yang aman damai dan tentram.......aamiiiin ya Rabbal'alamiiin.

Balikpapan
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

TUBUH KITA TERKOYAK

TUBUH KITA TERKOYAK

Bismillah

Ya memang kau jauh di sana...
Di negri penuh derita....
Di kancah berdarah .....
Berserakan puing-puing bercampur jenazah....

Kita bersaudara....
Kita ibarat satu tubuh....
Kita seharusnya merasakan pedihnya .....
Karena kita saudara seiman ibarat satu tubuh .......

Namun tidak sedikit diantara kita yang terbius...
Ya terbius dengan gemerlap dunia...
Terbius dengan penyakit al-wahn Cinta dunia takut mati....
Cinta dunia benci akhirat .....
Itu peringatan dari Nabi kita yang mulia....

Terbius sehingga satu bagian tubuh terkoyak bagian lainnya tak merasakannya ......
Mudah-mudahan kita sadar dan siuman dari bius yang menumpulkan empati Menumpulkan rasa iba...
Menumpulkan persaudaraan Menumpulkan hati....

Allahumma Ya Allah tolonglah saudara-saudara kami dimana saja, ringankanlah penderitaan mereka...
Aamiin.

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

Agungnya Tauhid dan Bahayanya Syirik

_Bismillah,_

*Informasi Kajian*

🕌Tempat :
*Masjid Izzul Alawi / Uswah Hasanah*
Kampung Pulo, Jl. Raden Fatah (Belakang Koramil) Sudimara Selatan, Ciledug
(Jalan masuk dari Optik 99)

👤Narasumber :
*Ustadz Abdurrahan Ayyub حفظه الله تعالى*

📚 Pembahasan :
*Agungnya Tauhid dan Bahayanya Syirik*

⏰Waktu :
*Senin, 22-08-2016*
*Ba'da Maghrib ~ Selesai*

📱Informasi :
*WA + 0859-4506-7062*

🚻Untuk Umum, Kaum Muslimin dan Muslimah.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan." [HR. Muslim, 3509]

♻ Silahkan berbagi informasi ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.
Jazakumullahu Khairan.

Baca selengkapnya...

Hadirilah Kajian Tauhid


Baca selengkapnya...

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

MUTIARA NASIHAT332

Bismillah

BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Kegagalan,  kerugian, kebangkrutan
Adalah rona-rona kehidupan....
Tidak sedikit,  manusia menghadapinya dengan keputus asaan,  kegalauan,  stres.....

Dalam keadaan seperti ini hati seorang akan sangat gelap,  dan memandang dunia ini gelap walau ada matahari disiang hari.....

Tapi tidak sedikit yang berusaha bangkit,  dan terus maju untuk menatap masa depan....
Maka jalan keluar yang paling tepat orang yang beriman adalah:

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu
(Qs at-Taghâbun/64:11)

Yakin akan ada solusi dari Allah,  dan yakinlah bahwa ini adalah suatu sunatullah kehidupan

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)

Ketika kita yakin ini dari Allah dn ada hikmah didalamnya,  niscaya kita akan semangat dan bangkit dari keterpurukan dengan menjawab seruan Allah dan Rasul-Nya shalallah 'alaihi wasalam.

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu
yang memberi (kemaslahatan)hidup bagimu (Qs al-Anfâl/8:24)

Menjawab seruan Allah dan Rasul-Nya dengan:
Bertawakal,  meningkatkan ketaqwaan,  menegakkan perintahnya,  seperti shalat lima waktu,  beristighfar banyak-banyak sebagaimana nasihat Nabi Nuh kepada umatnya.....

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Semangat berjuang bangkit dari keterpurukan, jangan menambah musibah,  kerugian,  kebangkrutan dengan kesedihan dan keputus asaan,  sehingga mengalami dua kerugian.....
Wallahua'lam

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

AKU BANYAK BELAJAR

AKU BANYAK BELAJAR

Saudaraku
Ustadzku...
Rekanku....
Guruku....

Aku banyak belajar dari ketawadhuanmu....
Ketika acara di STAI Ali.....
Ku merasa malu mengisi majlis sedang kau menjaga di lapangan...

Ku hampir tidak dapat bicara,  di dauroh blok M,  ketika kau duduk disampingku.....

Ketawadhuanmu,  adalah keindahan dan cambuk ntuk siapa saja.....
Keberanianmu...menjadi pendorong bagi yang lain...
Kepedulianmu  dengan saudara yang tertindas terpampang selama perjalanan dakwah.....

Aku selalu enggan berpendapat jika kau hadir di masjis-majlis pertemuan......
Dan pertemuan terakhir kali,  ketika dauroh kemarin di Malang Batu....
Kami sempat bicara empat mata....
Dan smoga ini hanya perpisahan sementara.....
Jika kau ke sorga,  carilah aku agar ku dapat bertemu lagi.....

Semoga kita dapat berkumpul di Firdaus A'la...... Negri yang tiada lagi... kesusahan,  penderitaan,  kesengsaraan......
Kecuali ucapan kebaikan dan kepuasan kesyukuran.......

Allahumaghfirlahu wa stabithu....
Kepada Al-Ustadz Abu Sa'd Semoga Allah merahmatimu....

TangSel
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

SETELAH KESUSAHAN ADA KEMUDAHAN

MUTIARA NASIHAT330

SETELAH KESUSAHAN ADA KEMUDAHAN

Bismillah

Sudah fitrah manusia lebih suka perkara-perkara yang mudah dari pada perkara yang susah. Oleh sebab itu semua ilmu,  teknologi dan lainnya selalu mengarah pada kemudahan manusia,  transportasi,  komunikasi,  kesehatan dan lainnya.

Dan manusia akan lebih kuat mengingat kesusahan dari pada mengingat kemudahan.  Dalam menghadapi kesusahan banyak juga yang putus asa,  pesimis,  atau tidak yakin bahwa itu adalah suatu proses untuk ke arah kemudahan.  Allah Ta'ala telah mengingatkan kita dalam firman-nya:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"karna sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" (Qs. Al-insyrah:5).

Maka sikap kita harus optimis dan terus memohon pada Allah,  bergantung pada Allah.  Mengharap pada-Nya,  dan yakin akan janji-Nya bahwa setelah kesusahan ada kemudahan......

Kesusahan di dunia kemudahan dunia dan akhirat bagi siapa saja yang bertaqwa......
Kesusahan di dunia hingga datang kematian akan ada kemudahan di akhirat bagi siapa saja yang beriman dan bertaqwa......

Dan kita berlindung pada Allah dari kesusahan di dunia dan akhirat.

Surabaya
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

KASIHANILAH DIRIMU

MUTIARA NASIHAT329

KASIHANILAH DIRIMU

Bismillah

Berjumpa teman lama di Palembang,  mempunyai kesan tersendiri. Ketika bincang-bincang seorang teman meminta nasihat khusus tentang mencari maisyah atau bagaimana mencari penghasilan untuk kehidupan anak istri di rumah.
Tentu saya ingatkan tentang keutamaan mencari rizki halal,  berusaha dan bekerja keras.  Dan Allah telah tetapkan rizki seseorang ketika di rahim ibunya sebelum dilahirkan. Dan bertawakal seperti yang Nabi shalallah 'alaihi wasalam contohkan,  seekor burung yang terbang pagi-pagi dengan tembolok kosong dan balik sore hari dengan tembolok penuh,  subhanallah.

Dalam mencari rizki jangan mengharap belas kasihan manusia,  sebab hampir dipastikan manusia lebih mementingkan dirinya dibanding orang lain dalam masalah harta.

Mintalah belas kasihan dari Allah,  karena Allah Ta'ala Maha Pemberi rizki dan maha Kasih dan Maha Penyayang.....

Merengeklah, mengemislah,  memintalah, memohonlah pada Allah Ta'ala... Yang Maha Kaya,  Yang Maha Pencipta,  Dialah Allah Raja manusia,  Yang Memiliki Kerajaan langit dan bumi dan seluruh alam semesta adalah ciptaan-Nya.....
Palembang

Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

Pembukaan Rumah Tahfidz
Minggu, 7 Agustus 2016

Ketua Pembina YUSNA bersama para Santri
Pembukaan acara oleh Pembawa acara 
Acara dimulai dengan pembacaan Alquran oleh Mudir Rumah Tahfidz



Sambutan dari Wakapolres Ciledug





Ust. Teguh & Ust. Faisal sedang memberikan pengarahan ke Santri
dan pembagian Lemari dan Tempat Tidur


Baca selengkapnya...

RENUNGAN DUNIA AKHIRAT

MUTIARA NASIHAT328

RENUNGAN DUNIA AKHIRAT

Bismillah

Ni'mat tidur tergantung mimpinya
Seorang tidur di hotel bintang lima/rumah yang wah , tapi mimpi menyeramkan maka tetap tidak nyaman, keringetan,  lemas mencekam, dan melelahkan.......

Seorang tidur di emperan, tepi jalan namun bermimpi tidur di hotel bintang lima, niscaya bangun tersenyum dan nyaman......

Seorang tidur di hotel mewah/rumah yang nyaman dan bermimpi menyenangkan, tentu setiap orang mendambakan hal itu 

Yang lebih parah seorang tidur di emperan dan mimpi menyeramkan, dikejar-kejar, keringetan, lemas....betapa menderitanya.....

Lalu bagaimana dengan dunia dan akhirat kita???
Di dunia kaya/sejahtra di akhirat sengsara...
Di dunia sengsara/miskin tapi di akhirat sukses masuk sorga....
Di dunia kaya/sejahtra dan di akhirat masuk surga, ini semua harapan kita....
Di dunia sengsara/miskin di akhirat masuk neraka....na'udzu billah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah anugrahkan kepada kami kehidupan dunia yang baik dan juga kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari adzab neraka (Qs Al-Baqarah 201).

Jakarta Pusat
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MINUM BERSAMA PEMBESAR

MUTIARA NASIHAT327

MINUM BERSAMA PEMBESAR

Bismillah

Di dunia kita pernah hadir di acara-acara minum kopi, minum teh,  nyantai, bersama teman-teman, atau keluarga.....
Dan seorang akan merasa senang dan gembira apabila yang mengundang minum ternyata pembesar, baik dia seorang Ulama, tokoh masyarakat, atau pejabat dll.

Tentu hal itu menjadi kebanggaan tersendiri,  walaupun belum tentu dia haus, bahkan kopi atau teh yang disajikan bisa jadi tidak istimwa, artinya ada di rumah kita.....

Tapi suasana minum bersama pembesar.....tentu mempunyai perasaan tersendiri.......

Bayangkan betapa nanti di padang Mahsyar, ketika matahari didekatkan, ketika panasnya tidak terkira, manusia merasakan kehausan yang sangat......dan tidak ada alternatif lain untuk menghilangkan kehausan itu,  kecuali dengan hadir di telaga Nabi kita shalallah 'alaihi wasalam.

Bersama Sayyidu Al-anbiya, pemimpin para Nabi, seorang yang diberi idzin Allah untuk meminta syafaat, pembesar yang sebenarnya yang telah di utus oleh Allah Yang Maha Besar.....

Marilah kita berlomba-lomba, agar kita dan keluarga kita serta orang-orang yang kita cintai termasuk yang dapat minum bersama Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam.....amiin.

Sebagaimana yang di jelaskan dalam suatu hadits sahih di bawah ini:
إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا، وَلَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ. فَأَقُولُ: سُحْقًا، سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Sesungguhnya aku akan mendahului kalian di telaga itu. Barang siapa yang melewatiku, dia akan minum di telaga itu, dan barang siapa yang berhasil minum darinya, niscaya dia tidak akan merasa haus selamanya. Sungguh, beberapa kaum akan berusaha melewatiku. Aku mengenal mereka dan mereka mengenaliku. Kemudian dipisahkan antara aku dengan mereka.” Nabi n berkata, “Aku katakan, ‘Sesungguhnya mereka dari golonganku!’ Dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu!’ Aku katakan, ‘Amat jauh (telagaku) bagi orang yang mengubah (agamaku) sepeninggalku’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Semarang
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

MONOGAMI YANG TAKUT

MUTIARA NASIHAT326
MONOGAMI YANG TAKUT

Bismillah

Aku ambil pelajaran dari biodata
Syaikh Prof.DR. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhaily
Dalam setatus beliau....
Muwahhid Khaif....

Aku monogami yang takut/khawatir
Takut ketika menghadap Allah Ta'ala,  kelak.......
Ya aku takut tidak adil....
Hingga miring ketika meniti shiroth
Takut melukai hati kekasihku, ibu dari anak-anakku....
Takut melukai hati anak-anakku...buah hatiku......
Takut tidak amanah yang melukai keimananku....

Takut dibenci keluarga besarku...karena mereka blm faham.....
Dan kebencian keluarga besar istriku...karena mereka telah menyerahkan padaku.....
Takut mendholimi keluargaku...karena kedholiman adalah kegelapan pada hari kiamat...

Takut akan tuntutan rohani dan jasmani juga ilmu dan materi...karena aku bukan berilmu dan bukan kaya akan harta....

Takut membuka ajang permusuhan antara mereka.....
Aku takut menjadi kambing diantara dua srigala...ada istilah ulama......
Aku  takut dan kawatir, berpoligami belah bambu....
Yang muda di sanjung yang tua diinjak.....
Aku benci poligami ban serep, satu di pakai satu dibuang.....

Aku tidak memandang hormat siapa saja yang berpoligami sirri/rahasia dan sembunyi.....
Aku marah dengan siapa saja yang berpoligami tanpa sepengetahuan wali.....
Bahkan ketika mencerainya hanya dengan sms......aku tidak suka itu...
Aku benci siapa saja yang menjadikan wanita ajang kelinci percobaan....
Aku berdoa untuk mereka agar segera taubat dan meminta ampun, jika terjerumus model seperti itu...

Namun.....aku kagum dan berdoa untuk siapa saja dari kalangan kaum muslimin yang berpoligami....

Yang adil dan damai....
Yang menjaga kerukukan para istri mereka....
Yang indah dan saling mendukung satu dan lainnya....
Menjadi keluarga besar saling menghargai,  tolong menolong.....
Anak-anaknya menjadi bangga mempunyai keluarga besar....
Yang keributannya sebatas kewajaran, dari kecintaan dan kecemburuan yang halal....

Aku kagum, salut, hormat....dan berdoa.....ntuk mereka agar menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah.....

Aku apa adanya....mohon maaf bukan untuk melukai hati atau benci....namun inilah aku apa adanya, pernyataanku pribadi tidak mewakili  pernyataan Syaikh Prof.DR. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhaily hafidzahullah Ta'ala.

Jambi
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

UHIBBUKA FILLAH BAPAK ERDOGAN

MUTIARA NASIHAT325

Bismillah
UHIBBUKA FILLAH BAPAK ERDOGAN

Uhibbuka fillahi Wahai Bapak Erdogan......
Kecintaanmu dengan Islam....
Mengentarkan musuh-musuh Islam....
Kecintaanmu dengan rakyat, menjadikan mereka rela berkorban....

Kehadiranmu di kancah dunia...
Menjadikan embun penyejuk dahaga hausnya kepemimpinan muslim yang berwibawa...
Tidak ada pemandangan indah selama ini.....
Seindah gandengan tanganmu dengan King Salman.....

Kau rajut tali persaudaraan muslim dunia....
Kau tegur pemimpin buas haus darah dari Israil.
Kau peluk erat mereka yang terdzolimi di Myanmar....
Kau bangun negaramu lebih maju secara materi dan moral.
Semua tidak lepas dari petunjuk Allah Ta'ala...yang Maha Kuasa..

Kau agungkan rumah Allah...
Kau anjurkan Kalamullah ntuk dibaca, dihafal dijaga dan diamalkan.....
Kau terus maju walau duri dan aral melintang mengganggu langkahmu
Kau tak pedulikan anjing menggonggong , karena kau sibuk dengan kafilah yang terus melaju...

kafilahmu adalah dambaan umat Islam dunia...karena dari tempatmu pernah ada Khalifah yang di takuti dunia barat dan sekutunya....
Khilafah Ustmaniyyah....
Akankah terulang lagi.....wallahu'alam.....

Allahumma Ya Allah satukan pemimpin-pemimpin kaum muslimin di dunia...dalam barisan yang meninggikan kalimat-Mu yang agung Laa ilaaha illa Allah......

Semarang
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 324 KHUTBAH IED FITRI KEAGUNGAN TAUHID DALAM RANGKA MENJAGA AMAL

MUTIARA NASIHAT324
KHUTBAH IED FITRI

KEAGUNGAN TAUHID DALAM RANGKA MENJAGA AMAL

(شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ)
[Surat Al-Baqarah 185]

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185)

Ayat di atas menggambarkan tentang keistimewaan bulan Ramadhan, salah satunya dengan diturunkannya Al-quran , yang Allah Ta'ala jadikan sebagai petunjuk bagi manusia, sekaligus penjelas dari petunjuk itu, dan sebagai alfurqon, yaitu pembeda antara Tauhid dan Syirik, antara halal dan haram, antara thoyyib dan khobits,  baik dan buruk.....

Kita lihat akhir dari ayat diatas, agar kita diuruh menyempurnakan bilangannnya, dan yang tidak kalah pentingnya kita disuruh mengagungkan Allah, membesarkan Allah.....

لله أكبر ، الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله ، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد "

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar....tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar pada kita memuji.

Ya kita besarkan Allah ketika kita puasa, kita tinggalkan kesenangan kita untuk makan, minum, hubungan suami istri dari fajar hingga maghrib, karena kita anggap itu semua kecil adanya dan kita ikuti perintah Allah karena keagungan Allah.

Kita membaca Al-quran, karena kalam Allah yang Maha Agung, padahal sebelum-sebelumnya kita banyak baca koran, majalah, buku-buku, maka diantara kita ada yg mengkhatamkan beberapa kali.

Dan yang paling tinggi pengagungan seorang hamba kepada  Allah Ta'ala dengan mentauhidkannya.

:وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.  (Adz-Dzariyat:56)

Kata يَعْبُدُونِ (ibadah) jika dimutlakkan bermakna tauhid.

Wajibnya mengesakan Allah dalam hal ibadah (hal ini berlaku bagi jin dan manusia), karena tidaklah suatu amalan dikatakan ibadah kecuali ada unsur mentauhidkan Allah.

Betapa pentingnya Tauhid, sehingga Allah perintahkan manusia dalam berbagai ayat di al-quran.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِين
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). )An Nahl:36)

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Rabbmu memerintahkan: Janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah kalian berbuat baik” (QS. Al-Israa’: 23)

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح )
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shaheh).

SYIRIK PERUSAK AMAL SEORANG HAMBA
Syirik merupakan kemaksiatan yang paling besar, kezhaliman yang paling zhalim dan dosa yang paling besar, yang tidak akan diampuni Allah Azza wa Jalla, jika pelaku syirik mati di atas syirik dan tidak bertaubat.

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ (82) Al An'am

Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“… Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” [Luqman: 13]

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sungguh Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An-Nisaa’: 48]

Firman Allah Azza wa Jalla :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mem-persekutukan (sesuatu) dengan Dia (syirik), dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An-Nisaa’: 116]

Akibat Orang yang Berbuat Syirik
Menurut ayat di atas (An-Nisaa’: 116) menunjukkan bahwa Allah tidak mengampuni orang yang berbuat syirik, jika ia mati dalam kemusyrikannya dan tidak taubat.

Orang yang berbuat syirik tidak mengalami ketenangan dalam hidupnya.
Orang yang berbuat syirik tidak mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Orang yang berbuat syirik diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk masuk Surga. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“…Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan Surga baginya, dan tempatnya ialah Neraka dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” [Al-Maa-idah: 72]

Orang yang berbuat syirik akan terhapus pahala amal-amal kebajikan yang pernah dilakukannya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka ker-jakan.” [Al-An’aam: 88]

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ    azzumar: 65
65. Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.

Alangkah ruginya jika:
Terhapus shalat seorang
Terhapus puasa seorang
Terhapus zakat seorang
Terhapus hajia atau umrohnya dll........

1 Syawal 1437H
Pondok Belimbing
Halaman Madjid Usman bin Affan
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Fb Abdul Rahaman Ayub
www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 323 LANJUT MENCARI YANG DICINTAI ALLAH TA'ALA.

MUTIARA NASIHAT 323

LANJUT MENCARI YANG DICINTAI ALLAH TA'ALA.

Busmillah
Hadits Nabi shallah 'alaihi wasalam.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ....وَأَنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ ))
(صحيح البخاري)

"Amalan yang dicintai Allah, adalah yang berterusan walaupun sedikit"
HR, Al-bukhari.

Qiam/shalat malam kita lanjut....
Qiroat baca Quran kita lanjut........
Shalat fajar, nunggu subuh kemasjid bagi kaum laki2... lanjut...
Puasa kita .. lanjut dengan puasa enam hari setelah beberapa hari dari ied.....
Sedekah kita lanjut....
Memberi makan orang miskin lanjut....
Menahan marah lanjut.....
Lanjut dan lanjutkan sesuai kemampuan kita masing-masing....walaupun sedikit....hingga... kita meregang nyawa....menghadap Ilahi Rabbi, ...aamiin Ya Rabbal'alamiin

Pondok Aren.
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 322 INILAH HADIAH RAYA UNTUKMU..

MUTIARA NASIHAT 322

INILAH HADIAH RAYA UNTUKMU..

Bismillah

Ketika satu syawal tiba....
Pastikan kau sudah khatamkan Alquran satu kali, dua kali.........
Kau sudah pernah hadir diantara kekusyu'an para pemburu Lailatur Qadar, dalam I'tikaf baik penuh, hanya ganjil, atau yg dua puluh tujuh.

Anak-anakku buah hatiku.....
Ketahuilah nikmatnya minum setelah kita terasa haus.
Nikmatnya makan ketika kita terasa lapar.....
Bulan-bulan sebelum Ramadhan, kita tidak pernah berfikir betapa nikmatnya setiap tegukan air atau suapan makanan.....

Demikianlah jika kamu tidak berpuasa, tidak tarawih, tidak mengkhatamkan Al-quran, tidak i'tikaf, bagaimana kau akan merasakan nikmatnya Iedul Fithri???

Siapa saja yang tanpa udzur, dia tidak puasa, tidak tarawih, tidak baca Quran, tidak mengejar lailatur qadar.....ibarat orang yg kenyang dihidangkan makanan.....

Ya kenyak secara fisik tapi hatinya lapar dan kering karena,  dia berhari raya.....hanya sekedar seremoni biasa yang tidak bermakna....
Karena hari-harinya tidak merasakan haus dan lapar.....tidak merasakan ngantuk dan lelah, tidak merasakan bagaimana pahitnya tenggorokan ketika sedang kering dia basahkan dengan kalam Ilahi....

Doa apa untuk orang seperti itu?
Bukan Taqabbalallah minna wa minkum........semoga Allah menerima amal ibadah kita....
Tapi lebih patut diucapkan Allah Yahdiikum.....semoga Allah memberi hudayah padamu......

Pondok Aren.
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169
Hp 081310144169
Fb Abdul Rahaman Ayub
BB 56D39801
www.yusna.com

Baca selengkapnya...

MENDUNG HARI RAYA

MENDUNG HARI RAYA

Bismillah

Ketika Ied Fitri tiba, suka ria adalah fitrah, bahagia adalah sunnah sebagaimana yang telah dijanjikan Nabi shlallah 'alaihi wasalam.
"Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagian.....bahagia ketika berjumpa Rabbnya...bahagia ketika berbuka....atau Ied Fitri.....

Namun tidak semua saudara kita ceria.......
Di sana dibelahan bumi lainnya.....
Palestina.....
Suria.......
Burma......dan lainnya....

Mendung memenuhi hati mereka...
Raya di sela-sela reruntuhan rumah.
Diantara puing-puing berserakan yang tiada lagi memberikan kenyamanan....

Disana....di tenda-tenda pengungsian.... mereka biasa berpuasa, namun hampir tidak biasa berbuka.......

Disana....masjid-masjid luluh lantak, di porak-poranda kaum durjana....
Semangat ibadah tiada punah walau beratapkan langit dan berpermadani tanah merah.....

Mari syukuri negri kita yang aman ini, dengan memakmurkan masjid berjama'ah......
Mari kita jaga kedamaian dan keamanan negri karunia Ilahi ini, agar kita dapat beribadah dengan tenang....

Mari kita selalu berdoa ntuk saudara-saudara kita disana, agar mendung berlalu berganti kecerahan dari Ilahi.....

Mari kita berdoa ntuk keamanan kedamaian dan ketentraman negri kita ini, agar dijahui dari kehancuran, perpecahan dan peperangan.......

Pondok Aren
26 Ramadhan
Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 223 LAILATUL QODAR, KECINTAAN HARAPAN DAN RASA TAKU.

MUTIARA NASIHAT 223

Bismillah
LAILATUL QODAR, KECINTAAN HARAPAN DAN RASA TAKUT.

Tiga unsur ibadah yang tidak boleh hilang pada seorang hamba selain syarat Ikhlash dan benar adalah al-Mahabbah, ar-Raja' dan al-Kahuf .
Yaitu kecintaan, harapan dan rasa kekawatiran.

Sebagian Salaf berkata, “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja, maka ia adalah zindiq ( Zindiq adalah orang yang munafik, sesat dan mulhid)
siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja, maka ia adalah murji’(Murji’ adalah orang murji’ah, yaitu golongan yang mengatakan bahwa amal bukan bagian dari iman, iman hanya dalam hati).
Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf, maka ia adalah haruriy (Haruriy adalah orang dari golongan khawarij yang pertama kali muncul di Harura’, dekat Kufah, yang berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa besar adalah kafir)
  Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb, khauf, dan raja’, maka ia adalah mukmin muwahhid.” (  lihat al-‘Ubuudiyyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)

Maka termasuk ibadah yang waktunya khusus ini yaitu mencari Lailatul Qodar. Dimana Nabi shalallah 'alaihi wasallam menggalakkan untuk mencarinya:

حديث عائشة رضي الله عنها قالت:قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - :(( تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ))،
وفي رواية للبخاري: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يُجَاوِرُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ، وَيَقُولُ « تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ »

Artinya: "Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersungguh-sungguhlah mencari lailatul qadar di sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan", di dalam riwayat Bukhari: "Senantiasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf di sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, beliau bersabda: "Bersungguh-sungguh untuk mencari lailatul qadar di sepuluh terakhir bulan Ramadhan". Di dalam riwayat Bukhari: "Carilah…". (HR. Bukhari, dan Muslim)

Maka selain kita semangat mencarinya hendaknya kita tancapkan juga 3 pilar unsur ibadah yaitu:
1.Kecintaan.
2.Harapan.
3.Kekawatiran.

Kecintaan pada Allah Ta'ala, adalah energi yang sangat besar yang dapat merubah suatu yang susah menjadi terasa mudah, yang jauh menjadi terasa dekat, yang mustahil menjadi mungkin dan tidak mustahil. Walau berat kita bisa lihat bagaimana kaum muslimin berduyun-duyun mencari Lailatul Qodar, dengan ibadah baik di masjidil Al-Haram, masjid Nabawi, dan masjid-maasjid di seluruh dunia.

Harapan pada Allah Ta'ala, agar amal ibadah kita diterima, dan diampuni dosa kita. Harapan kita mendapatkan Lailatul Qodar pada tahun ini sehingga mendapatkan keutamaan seribu bulan.

Rasa takut atau kawatir , tidak boleh hilang pada diri kita, kawatir kita termasuk yang terhalang dari meraih keberkahaannya, keampunan dariNya. Kawatir bulan mulia dan malam yang mulia ini berlalu dengan kehampaan ibadah dan dosa-dosa yang tidak diampuniNya.

Allahumma Ya Allah, berikan pada kami kemaafan dan ampunan serta diterimanya amal ibadah kami.
Allahua'alam
Pondok Aren

Abdurrahman Ayyub
WA 081310144169

Baca selengkapnya...

Kenapa Aku Memilih Manhaj Salaf - Ustadz Abdurarhman Ayyub

Baca selengkapnya...

Sekilas Profil Yusna - Ustadz Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

JANGAN LUPA PERBANYAK DOA DALAM SEPULUH MALAM AKHIR

JANGAN LUPA PERBANYAK DOA DALAM SEPULUH MALAM AKHIR.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”
(HR. Tirmidzi  dan Ibnu Majah, hadits ini hasan shahih)

Baca selengkapnya...

Ramadhan dan Perubahan Diri - Ustadz Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

Kajian Islam: Bersama Rasulullah di Telaganya - Ustadz Abdurrahamn Ayyub

Baca selengkapnya...

Prinsip Pokok Aqidah Ahlus Sunnah Terhadap Al Qur'an - Abu Qatadah

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 222 MEMASUKI PINTU RAYYAN

MUTIARA NASIHAT 222

Bismillah
MEMASUKI PINTU RAYYAN

Tentu setiap kita ingin masuk surga, dan Allah Ta'ala Maha tau dengan keinginan hambaNya. Oleh sebab itu diantara pintu-pintu surga yang Allah Ta'ala siapkan untuk seorang hamba salah satunya adalah ar-Rayyan, telah disiapkan untuk hamba Allah yang berpuasa. Sebagaimana hadits Nabi shalallah 'alaihi wasall.
 عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Dari Sahl radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya didalam surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyaan yang pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa dan tidak akan dimasuki oleh satu orang pun selain mereka. Dikatakan, mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri dan tidaklah ada seorang pun yang memasuki pintu tersebut selain mereka. Jika mereka telah masuk maka pintu akan ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang bisa memasukinya lagi.”
[Shahiih Al-Bukhaariy, Shahiih Muslim ]

Baca selengkapnya...

Undangan Buka Puasa Bersama


Baca selengkapnya...

YUSNA TV

Alhamdulillah, Telah Hadir YUSNA TV
Kunjungi Youtube Yusna TV, Klik Dsini

Baca selengkapnya...

RumahTahfidz Uswatun Hasanah






Baca selengkapnya...

Nasihat untuk kita semua

Bismillah Nasihat untuk kita semua dari ayat yang mulia: فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ Qs Ali Imran 159 Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Q.S Ali Imran Ayat 159 ) Kita bisa bayangkan ayat ini ntuk bekal Nabi shalallah 'alaihi wasalam dalam menghadapi manusia dalam berdakwah. Semoga kita bisa mengamalkannya. Dalam ayat di atas ada point2 sangat penting antara lain: 1.Dakwah dgn lemah lembut. 2.Jangan keras hati dan kasar. 3.Maafkan mereka karena mrk blm faham. 4.Mintakan ampunan dari Allah ntuk kita dan mereka. 5.Bermusyawarahlah pada mereka. 6.Jika kita sudah bulat tekat kita, bertawakallah pada Allah Ta'ala. Kita hanya berusaha dan Allah yang menentukan hasilnya....wallahu'alam bishshowwaab...... Lampung Akhukum fillah Abu Salman Abdurrahman Ayyub.

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT 321 TULANG PUNGGUNG

MUTIARA NASIHAT321 TULANG PUNGGUNG Kita biasa dengar istilah tulang punggung, yang diarahkan untuk seorang bapak bagi keluarganya. Artinya dialah yang diharapkan disandarkan bagi suatu keluarga, baik buruknya sejahtera dan tidaknya. Sebagaimana potongan hadits dari sahih Bukhari dan Muslim : وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، "Dan seorang lelaki pengembala/pemimpin untuk keluarganya dan akan ditanya sejauh mana dia memmimpin" Ya sejauh mana dia menjadi nahkoda untuk bahteranya.... Yang mengarungi samudra kehidupan yang luas nan dalam... Yang ombaknya kadang buas dan dahsyat.... Kadang harus melalui karang-karang ujian dan cobaan. Membanting tulang pagi hingga petang. Hujan dan panas menempanya, dia hadapi pantang menyerah.... Agar anak istrinya dapat tidur nyenyak dengan perut yang kenyang. Abi, Ayah, Bapak, Papa dan siapapun panggilannya..... Dia adalah pahlawan keluarga... Dia adalah kepala sekolah dari madrasah keluarga..... Dia penanggung jawab jatuh bangunnya bangunan keluarga.... Berapa banyak pengorbanan mereka yang tidak disadari oleh sanak keluarganya..... Berapa banyak diantara mereka meninggalkan kampung halaman ntuk mencari kehidupan keluarganya.. Dengan memendam rindu dan menelan kepahitan kerasnya persaingan mencari kehidupan.... Bermandikan peluh, dan dahaga, lapar dan kelelahan....... Itu semua dijalaninya ntuk mereka yang dikasihinya...... Nabi kita yang mulia telah berpesan dalam hadits yang sahih, dan memberi penghargaan pada seorang bapak, dengan pernyatanya "hartamu adalah miliknya"...... Ya..harta seorang anak adalah harta ayahnya juga..... Ya harta anak adalah harta bapaknya...... Sebab kekayaan anaknya tidak akan lepas dari saham papaknya.... Sejak si anak masih merah hingga menjadi orang yang berhasil.... Maka beruntunglah seorang bapak yang anak-anaknya kelak menjadi orang yang bertakwa, sebab dengan ketakwaan seorang anak, dia akan memenuhi hak orang tuanya...... Namun tidak sedikit tulang punggung yang rapuh...... Lari dari tanggung jawab, dan menjadi pecundang...... Menelantarkan istri dan anak, hanya mengejar nafsu belaka.... Diantara mereka ada yang kandas di karang perjudian. Diantara mereka ada yang terhempas dalam jurang syahwat yang jauh dari syriat.... Diantara mereka ada yang menghabiskan waktu dengan teman-temannya saja.... Diantara mereka ada yang memberi asupan sanak keluarganya dengan yang haram... Diantara mereka ada yang egois, lari dari tanggung jawab..... Bahkan diantara mereka ada yang menjadikan anak istrinya seperti sapi perah..... Allahumma Ya Allah, selamatkan kami, dan jadikan kami imam bagi anak-anak kami yang bertakwa.... Aamiin Ya Rabbal'alamiin. Pondok Aren. Abu Salman Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

TOLONG JANGAN PERANG

TOLONG JANGAN PERANG Bismillah Perang itu pahit Perang itu sakit Perang itu kehidupan terhimpit Perang itu rumit Perang itu susah Perang itu membuat resah Perang itu membuat parah Perang itu darah tercurah Perang itu sedih Perang itu pedih Perang itu suasana mendidih Perang itu derita tumpang tindih Perang itu bencana Perang itu buat merana Perang itu membuat gundah gulana Perang itu tidak pernah purna Perang itu derita Perang itu energi tersita Perang itu memusnahkan harta Perang itu serumit kaki gurita Kecuali para Ulama negri tercinta ini, telah sepakat untuk meneriakan JIHAD...... Maka tidak ada jalan lain, akan bangkit singa-singa Allah...atas idzin Allah...... Oleh sebab itu kita mohon pada Allah, agar mereka-mereka yang ingin membuat makar terhadap NKRI.......tolong berfikir panjang.. Jadikan perbedaan kita sebagai energi positif bersaing yang sehat, agar NKRI utuh bersatu dan bermutu...dimata dunia...... Dan dihadapan Ilahi Rabbi..... Harapan rakyat kecil Pondok Aren Abdurrahman Ayyub.

Baca selengkapnya...

UNTUKMU WAHAI GURU DAN USTADZKU.....

UNTUKMU WAHAI GURU DAN USTADZKU..... Bismillah Aku bisa menulis dan membaca, dan terus menulis dan membaca sampai saat ini.... Semua ini tidak lepas dari jasamu, ketekunanmu dalam mendidikku... Semoga menjadi amal jariyahmu..... Wahai guruku...... Sekolah dasar, menengah dan menengah atas, siapapun engkau, semoga Allah Ta'ala menjadikan amalmu semua menjadi pemberat timbangan kebaikan, kelak ketika dihadapan-Nya amal-amal kita ditimbang..... Wahai guru dan ustadzku.... Ketekunanmu dalam membimbingku....menuntunku... Sehingga aku dapat membaca kalam Ilahi...hingga kini..... Semoga setiap huruf yang ku baca, adalah kebaikanmu jua...... Wahai Guru dan Ustadzku... Dalam rimba kejahilanku...aku mendapatkan tunjuk ajarmu.... Siapapun engkau wahai ustadzku.... Semoga ilmu yang bermanfaat yang menetes padaku dapat menghapus ajaran-ajaran buruk yang telah kau tanam pada diriku... Ya...dalam perjalanan yang panjang.... Kujumpai mereka-mereka yang andil dalam menoreh tinta hidupku.... Tinta merah takfiri..... Yang cukup lama mewarnai jalan hidupku.... Namun hidayah milik Allah semata.. Torehan tinta-tinta merah tidaklah kekal selamanya dalam hidupku.. Hidayah sunnah, mewarnai hingga kini...Alhamdulillah.... Tinta-tinta hijaunya sunnah.... Yang tetes demi tetesnya mulai menyerap pada setiap pori-pori kesadaranku....melalui proses yang panjang dan melelahkan dan tentu melalui para ustadzku.... Allahu akbar wa lillahilhamd.... Tidak ada kebahagian setelah aku dilahirkan oleh ibuku...yang lebih dari kembalinya aku dari perjalanan panjang takfiri....menuju lembah hijau kefahaman Islam Rahmatan lil'alamiin.... Maka toresan ini, menjadi bukti dan saksi..... Siapapun dia dan dimanapun dia sekecil apapun jasanya padaku, dalam menunjukan hijaunya sunnah, sejuknya ajarannya ....luasnya keilmuan...dan dalamnya kefahaman akan Islam. Semoga menjadi amal jariyah yang berlipat ganda....... Lapang dadaku pada siapa saja, pencela dan penuduhku, baik dari saudara-saudaraku yang masih berselimutkan jubah takfiri.... Mantan-mantan ustadzku, rekanku, teman dan bahkan saudaraku....yang masih bersebrangan denganku....semoga hidaya sunnah menyapanya sehingga kembali ke jalan mulia... Jalanya Nabi dan Sahabat serta tabi'in dan pengikut para tabi'in serta para imam ahlu sunnah yang kita kenal..... Lapang dadaku pada siapa saja yang memandangku hina..... Atau mencibir sepak terjangku selama ini..... Karena aku bersama pemerintah, dalam dakwah dan dialog dengan mereka-mereka yang masih dalam penjara...ya penjara faham takfiri...yang menguasai kayakinannya.... Lapang dadaku pada para pembimbingku para ustadzku... Yang belum sampai kefahaman akan pentingnya hal ini....... Biar apa kata mereka...... Biarlah torehan sembilu melukaiku.. Karena aku berjalan dan berusaha, untuk menghapus dosaku dahulu dalam menyesatkan manusia kejalan takfiri khawarij... Kini dengan payung fatwa Masyaikh, aku akan terus berjalan dan berdakwah semampuku... Bersama pemerintah negri ini, selama tidak ada kemaksiatan pada khaliq. Semoga Allah Ta'ala menjaga kita semua, menjaga negri ini dari fitnah perpecahan, kekacauan, peperangan, kehancuran..... Baarakallah fiihim, semoga Allah Ta'ala memberkahi jasa semua Guruku dan Ustadzku, dan memaafkan kesalahan mereka baik disengaja maupun tidak, dan menjadikan amal jariyah yang terus berlipat ganda kebaikannya..... Aamiin Ya Rabbal'alamiin Pondok Aren Abdurrahman Ayyub

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.