MUTIARA NASIHAT #276
KIAT MENGHIBUR DIRI

Bismillah
Berapa banyak manusia merasa paling susah, paling sengsara, paling menderita. Bahkan ketika melihat orang lain yang lebih kaya, lebih sejahtera, atau lebih bahagia, dia merasa dan terbetik dalam hatinya bahwa Allah tidak adil....kita berlindung pada Allah Ta'ala dari prasangka buruk pada Allah Ta'ala.
Sudah sewajarnya manusia yang mempunyai sifat kelu kesah dan gundah gulana, perlu menghibur diri, agar tidak putus asa, tidak mengingkari ni'mat dari Allah Ta'ala.
Dan Rasulullah shalallah 'alihi wasalam telah mengajarkan pada kita bagaimana kiat agar diri kita terhindar dari menyesali diri dan meremehkan ni'mat Allah Ta'ala.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim no. 2963).
Untuk urusan dunia hendaklah kita memandang saudara kita yang lebih susah, sehingga kita bersyukur pada Allah,  bahwa penderitaan kita belum seberapa dibanding si fulan atau si fulanah.
Maka hadirnya kita di masjid, berjumpa dengan kaum muslimin yang lain, atau di majlis-majlis ilmu, atau ketika kita hadir undangan walimah, akan terjumpa oleh kita, bahwa ada saudara2 kita yang lebih susah dan sengsara dari kita. Maka lisan kita akan berkata "Alhamdulillah saya tidak diuji seperti si fulan atau si fulanah"
Maka janganlah kita seperti katak dalam tempurung, yang tidak peduli dengan dunia luar atau lingkungan sehingga merasa dirinya paling sengsara, paling menara....
Allahumma Ya Allah, jadikan kami hamba yg pandai bersykur, dan jauhkan dari kami ujian yang kami tidak sanggup memikulnya...aamiiin.
Allahu'alam
Solo
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #275
PEMBISIK-PEMBISIK YANG BERUNTUNG

Bismillah
Sudah merupakan tabiat manusia, bergaul, berbincang-baincang, dan termasuk kebiasaan berbisik-bisik satu dengan yang lainnya.
Tentunya tidak semua berbisik-bisik itu buruk, dan tidak semua pembisik itu jelek. Sebagaimana Allah Ta'ala Yang Maha Tahu dengan ciptaanNya, dan manusia adalah salah satu makhluk ciptaanNya. Maka Allah nyatakan dalam firman-Nya tentang para pembisik........
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisa’ [4] : 114)
Maka pembisik yang menggalakan sedekah.
Jadilah pembisik yang mengajak hal-hal yang ma'ruf.
Jadilah pembisik perdamian antar manusia.
Jadilah pembisik-pembisik yang mencari keridhoan Allah Ta'la..saja.
Bukan pembisik kebakhilan
Bukan pembisik permusuhan
Bukan pembisik menebar fitnah
Bukan pembisik mengadu domba
Bukan pembisik keburukan
Bukan pembisik-pembisik yang mendatangkan kemurkaan Allah Ta'la.
Allahu'alam
Allahumma Ya Allah, basailah lisan kami dalam berdzikir kepada-Mu dan sebagai perantara kebaikan dan hidayah untuk menggapai Ridho-Mu.
Jogjakarta
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #274
BELAJAR GIGIH DARI SOSOK USTADZ M. SAID ABDU SOMAD MAKASAR

Bismillah
Selesai acara di UIM Universitas Islam Makasar, saya mendapat sms:
Assalamu alaikum wr wb. Ana akhuuk M.Said Abd. Shamad. LPII Mksr. I.ALLAH saya jemput Ust. sebelum subuh u ceramah Subuh. Tolong kirim nama hotel dan no kamar. Syukran.
Karena acara agak padat saya hampir lupa menjawab sms beliau, baru saya bales jam 22:03, masya Allah jam segitupun, beliau menjawab dengan cepat.
Besoknya saya sudah siap jam 04:30, dan beliau datang jam 04:35, subhanallah, ternyata beliau datang sendiri dengan taksi.
Saya agak tertegun, dan bertanya-tanya kemana anak-anak mudanya?
Seorang ustadz yang umurnya lebih tua dari saya, menjemput sendirian dengan taksi, subhanallah.
Gambaran saya, adalah beliau yang mengundang dan nanti ada pemuda-pemuda yang menjemput saya, tentunya beliau yang tokoh bahkan imam masjid dengan kesibukan yang luar biasa mana mungkin sempat menjemput bahkan mengatar balik ke hotel, padahal saya sudah nolak untuk diantar balik.
Sepanjang jalan beliau menceritakan sepak terjang dakwah beliau di Makasar.
Terutama kegigihan beliau dalam membendung faham-faham yang menyimpang baik dari faham khawarij, Syia'ah dll.
Dari pertemuan singkat ini banyak pelajaran yang saya dapat ambil.

UNTUK APA HIDUP KITA.
Hidup tanpa cita-cita, hampa
Hidup tanpa cinta, merana
Hidup tanpa harapan, gersang
Hidup tanpa kekawatiran lalai
Hidup tanpa perjuangan, hambar
Hidup tanpa usaha keras, binasa
Hidup tanpa ilmu, kegelapan saja
Hidup tanpa amal, ibarat batu apung....
Hiduplah..dengan cita-cita meraih dunia dan akhirat, dengan cinta, harapan, rasa takut pada Allah Ta'ala. Gigih dalam perjuangan dan usaha keras jangan melemah baik tuk dunia kita keluarga dan anak istri kita,  jangan mengharap belas masihan dengan makhluk, ...bajar meraih ilmu yang beanfaat dan mulia, tuk lari dari kegelapan kejahilan, beramal soleh semampu kita hingga malaikat maut menjadi tamu yang terakhir bagi kita.....
Allahumma Ya Allah, jadikan kami hambaMu yang hidup dan matinya untuk-Mu....
Aamiin Ya Rabbal'alamiiin
Allahu'alam
Makasar
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #273
PAGAR ALAM

Bismillah
Namamu cukup puitis
Segar udaramu
Indah panoramamu....
Ramah pendudukmu...

Dan lebih dari itu....
Ku menghirup udara segar dakwah sunnah
Tangan-tangan hangat dan pelukan persaudaraan.
Menghangatkan dinginnya udaramu.

Tua muda, laki dan wanita....
Membanjiri Masjid Akbar Gunung Gare.... Pagar Alam...
Kehausan ilmu, kecintaan sesama muslim dan muslimah...
Persaudaraan iman...
menghangatkan sejuknya udaramu.

Doaku untukmu...saudaraku..
Semoga Pagar Alam menjadi Pagar dakwah Islam dan Sunnah...
Doaku untukmu....saudar-saudaraku....
Semoga Pagar Alam....terlahir darinya dai-dai muda...pembawa risalah sunnah...ntuk...mengisi..dan menghilangkan dahaga akan ilmu...
Ilmu yang bermanfaat, dari firman Allah Ta'ala sabda Nabi shalallah 'alaihi waslam dan ucapan para Shahabat...rodhiallah 'anhum.
Allahumma Amiiin
Allahu'alam
Pagar Alam

Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #272
DIA YANG MAHA PENGASIH

Bismillah
Kita tidak pernah mendengar ada seorang boss, yang menggaji pegawainya walau pegawainya belum bekerja atau baru niat bekerja........
Kita tidak pernah membaca berita adanya suatu perusahaan yang membayar pegawainya walau hanya berniat kerja...dan belum sempat kerja......
Namun berapa banyak manusia tertipu menggantungkan masalah rizki pada yang lemah, yang kikir, yang tamak, yang bakhil....
Bergantung pada sesama manusia....adalah... kekecewaan...demi kekecewaan....
Hadits dibawah ini mengenalkan kepada kita sifat Maha Pengasih..Maha Pemurah...dari Dzat yang kita sembah.......
Maka sudah sepatutnya kita bergantung kepada-Nya dan banyak bercita-cita kebaiakan dan menghapus segala keinginan-keinginan buruk...agar.semua itu menjadi kebaikan saja adanya.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ: إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً وَاحِدَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَ اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً. رواه البخاري ومسلم في صحيحيهما بهذه الحروف.
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu’anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, meriwayatkan dari Rabbnya Tabarak wa Ta’ala: “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan kesalahan kemudian menerangkannya, barangsiapa yang ingin melakukan amalan baik dan ia tidak melakukannya Allah menulis untuknya sebagai satu kebaikan, dan jika ia berniat kemudian mengamalkannya Allah akan menuliskan untuknya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat dan sampai kelipatan yang banyak. Jika berniat kejelekan dan tidak melakukannya Allah tuliskan baginya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika berniat jelek dan ia melakukannya Allah tuliskan sebagai satu kejelekan untuknya” (HR. Bukhari Muslim dalam shahih keduanya dengan lafadz seperti ini).
Para Ulama , pensyarah hadits ini menyatakan: “Ini adalah hadits yang agung. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan dalam hadits ini besarnya karunia Allah kepada hambanya, dengan menjadikan niat hamba berbuat baik jika tidak diamalkannya dianggap sebagai satu kebaikan, menjadikan niatnya berbuat jelek jika tidak dilakukan dianggap sebagai satu kebaikan pula. Ini adalah keutamaan yang besar karena Allah melipat gandakan kebaikan dan tidak melipat gandakan kejelekan.
Maka berusahalah dengan sekuat tenaga untuk meraih rizki harta dengan cara halal....kemudian bercita-cita yang baik kalau kita mendapatkannya.....
Katakan.....insyaa Allah kalau usaha-usaha kami berhasil....ingin pergi haji bersama keluarga.
Ingin menghajikan saudara-saudara, teman dekat dan yang lainnya.
Ingin membangun pesantren terpadu,  geratis untuk para dhuafa.....
Ingin membuka rumah-rumah tahfidz gratis...
Ingin membuka panti anak yatim..
Ingin membahagiakan saudara-saudara...ponakan-ponakan dan anak ponakan semuanya dalam memudahkan urusan sekolah mereka, fasilitas mereka...agar hidup layak.sebagai hamba Allah..yang bersyukur dan berguna untuk sesama muslim dan sesama manusia.
Bekerja keraslah untuk dunia dan akhirat kita........bercita-cita kebaikan sebanyak-banyaknya...sehingga kita tidak sempat berkeinginan buruk atau jahat....dan seandainya ada keinginan buruk dan jahat...tahanlah sekuat mungkin.untuk tidak melakukannya agar menjadi kebaikan yang sempurna....karena Rob kita Maha Pengasih Maha Pemurah Maha Penyayang......
Allahumma Ya Allah...kabulkan cita-cita kebaikan pada kami, dan tahanlah keinginan-keinginan jahat yang ada pada kami...Engkaulah yang Membolak-balikan hati kami....tetapkan hati kami dalam Din-Mu... aamiiin.
Allahua'lam
Mamuju SulBar
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA071310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #271
ANTARA RUMAH ALLAH DAN RUMAH KITA

Bismillah
Masjid diistilahkan dengan Rumah Allah, terutama masjid al-Haram begitu juga masjid-masjid lainnya, atau juga disebut masajidullah masjid-masjid Allah.
Dan tentunya ibadah di dalamnya mempunyai keutamaan sendiri, terutama shalat, sebagaimana hadits di bawah ini:
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad ,dan Ibnu Majah , Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)
Tentu masih banyak lagi dalil-dalil tentang keutamaan masjid-masjid Allah.
Bagaimana dengan rumah kita? Tidak kalah pentingnya,  bahwa syariat telah menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu rumah kita bahkan lebih utama dari masjid.
Dalam melakukan ibadah tertentu, sebagai mana dalil-dalil di bawah ini:
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
Jadikanlah rumah-rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, dan jangan menjadikannya sebagai kuburan” [AlBukhaariy ].
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda:
فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ
Sesungguhnya seutama-utama shalat adalah shalatnya seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy ].
Syaikh Akram ibn Ziyadah dalam Dauro Syar'iyyah Terawas menyinggung tentang shalat sunnah bagi seorang laki-laki di rumahnya, lebih baik dari shalat di masjid Nabi Shalallah 'alaihi wasalam:
صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ فِي مَسْجِدِي هَذَا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ
Shalatnya seseorang di rumahnya lebih utama dibandingkan shalatnya di masjidku ini, kecuali shalat wajib” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud, dishahihkan oleh Al-Albaany].
Faedah Yang Dapat Diambil Dari Beberapa Dalil-Dalil Tersebut:
1.    Perbedaan Rumah dan Kuburan, rumah tempat kaum laki-laki shalat sunnah, tempat kaum wanita shalat wajib dn sunnah, tempat baca quran baik kaum lelaki dan wanita. Sebaliknya kuburan tidak demikian.
2.    Shalat sunnah bagi kaum laki-laki di rumah lebih afdhal dari shalat sunnah di masjid Nabawi.
3.    Anjuran memakmurkan Masjid-masjid Allah, dan juga memakmurkan rumah agar jangan seperti kuburan.
4.    Rumah atau tempat tinggal dalam hadits di atas tidak disebutkan tantang kepemilikan, artinya tempat tinggal baik rumah yg kita miliki, atau sewa/kontrak, atau sedang diberi tumpangan sehingga menjadi tempat tinggal seseorang dgn keluarganya.
5.    Dan dalam nas-nas yang ada tdk juga masalah luasnya atau mewahnya, atau sederhana, atau sekedar rumah yang cukup berdua. Sebagaimana dalam riwayat, bahwa rumah Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam tidak begitu luas, bahkan jika Beliau shalat, maka harus menyingkirkan kaki Aisyah radhiallah 'anhaa.
Allahua'lam
Sentul
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #270
SURAT TERBUKA UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU DI ACEH

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalaamu'alaikum warahmatullah wa barakaatuh.

Saudaraku yang ku cintai karena Allah Ta'ala.
Aku bersyukur dapat mengunjungi Aceh beberapa kali atas izin Allah.
Ketika aku pertama kali menginjakkan kakiku ketanah Aceh....
Terbayang di benakku...buku sejarah yang ku baca sejak sekolah dasar....
Aceh adalah serambi Mekah.....
Aceh adalah tanah yang berkaitan erat dengan Khilafah Utsmani....
Aceh adalah negri yang tak pernah dapat di jajah......
Aceh adalah tanah rencong...yang sangat ditakuti oleh penjajah....
Disana ada Teuku Umar.....
Disana ada Cut Nyak Dien...
Disana ada Cut Mutiah......
Dan masih banyak lagi para para pahlawan yang soleh dan solehah yang gagah berani......
Masih terbayang gambar di buku sejarah... betapa perjuangan para pendahulu kita...begitu gigih untuk mengusir...para penjajah...Allahu Akbar.
Kunjungan kesekian kali,kala berkumpul dengan tiga ratus lebih para imam masjid seprovinsi Aceh......subhanallah.....
Dalam acara:
"Dialog Moderasi Islam
Pencegahan Faham ISIS Dikalangan.
Persaudaraan Imam Masjid
Se-Provinsi Aceh
Kerja sama antara BNPT dan IPIM
( BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORIS DAN IKATAN PERSAUDARAAN IMAM MASJID )
Hadir para imam masjid...
Bahkan Imam Masjid Istiqlal.
Prof Dr Musthofa Ali Yaqub MA.
Deputy Satu Mayjen Agus SB
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI. Agus K.
Imam Masjid Akbar Surabaya.Prof Dr Zahrah
Dan para perwakilan dari Polda Aceh.
Juga para tokoh dan Ualama aceh.
Atas idzin Allah dan karunia dariNya....aku hamba Allah yang dhoif ini....Alhamdulillah...diberi kesempatan sebagai narasumber setelah Prof Dr Musthofa Ali Yaqub MA.
Dalam benakku....betapa ini adalah amanat ilmiyah yang aku harus pertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta'ala.
Sesuai judul pembicaraan maka setelah membicarakan sedikit tantang sepak terjangku..di dunia gerakan...atau yang disebut Takfiri jihadis....
Sedikit aku menyinggung tentang strategi...para teroris dalam memecah belah umat.
Kala itu aku menghimabau jangan kita memperbanyak musuh....
Kita sedang menghadapi bahaya faham ISIS.
ISIS yang mengkafirkan sesama muslim.
ISIS menghalalkan darah sesama muslim...
ISIS yang sadis dan merusak nama Islam.
Dan ketika konpresnsi pers....
Aku ingatkan sekali lagi....jangan kita memperbanyak musuh....dengan menjadikan Wahabi sebagai musuh dan menyamakan wahabi dengan ISIS
Yang demikian akan menguntungkan musuh-musuh Islam.
Saudaraku kaum muslimin dan muslimah Aceh yang ku cintai.....
Marilah kita berfikir jernih.....dan berlapang dada.
Allah Ta'la telah menciptakan bumi ini...
Dan Allah Ta'ala Yang Maha Kuasa...tidak mengusir orang yang kafir ntuk keluar dari bumi.
Aku bangga ketika rakyat aceh dalam keterbatasan ekonominya mau menolong saudara sesama Islam Rohingya  yang terusir dari negrinya.....
Aku bangga dengan rakyat Aceh..yang semangat menegakkan syareat Islam.
Aku bangga..dengan rakyat aceh....yang sangat membeci syi'ah..yang mengkafirkan para sahabat dan istri-istri Rasulullah shlallah 'alaihi wasalam.
Dan masih banyak lagi kebanggaanku dengan penduduk aceh yang tak mungkin ku utarakan semuanya.....
Namun keprihatinanku...ketika ku ketahui..bahwa..faham wahabi tidak boleh hidup di Aceh...atau harus keluar dari Aceh.
Ini menjadikan aku bertanya....wahabi yang mana?
Kalau Wahabi yang dimaksud adalah kelompok Kahwarij ekstrim yang dipimpin oleh Abdul Wahhab bin Abdurrahmn Rustum...pendiri negara Rustumiyah di Maroko abad ke dua dan ketiga....
Mungkin masuk diakal kaum muslumin....karena Wahabi ini terkenal kesadisannya...dalam membantai ulama ahlu sunnah waljama'ah.
Namun kalau yang dimaksud Wahabi adalah mereka yang mempelajari kitab-kitab seorang Ulama besar abad 18 , yaitu Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab...yang mendakwahkan kemurnian tauhid...dan bisa diteliti kitab-kitabnya hingga sekarang.
Bahkan negara Saudi salah satu bukti dari keberhasilan dakwah beliau.....kalau ini yang akan diusir....
Maka aku sangat menyayangkan, dan menyedihkan....karena pengaruh ajaran beliau ini ada pada ormas Muhamadiyah, Pesrsis, Al-Irsyad...Salafi..dan begitu juga Tarbiyah atau yang lainnya...
Apa kata dunia...jika berbondong-bondong umat Islam ini harus keluar dari Aceh???
Apa kata media kalau sekelompok kaum yang shalat lima waktu..menyembah Allah...mencintai Rasulullah mencintai Sahabat...mencintai imam madzhab yang empat...harus keluar dari aceh....

Apa yang akan kita jawab dihadapan Allah Ta'ala nanti jika kita ditanya mengapa mengusir mereka???
Alangkah baiknya kita berdialog dengan mereka yang mengaku wahabi...
Alangkah baiknya kita berbicara dengan mereka yang kita tuduh wahabi....
Dimana amalan mereka yang bertentangan dengan syari'at Islam???
Mana bukti amal ibadah atau keyakinan mereka yang sesat???
Sekali lagi...musuh kita yang nyata adalah PKI, ISIS, dan semisalnya ..maka tidak ada cara terbaik untuk.menghadapi faham mereka kecuali kita menggandeng saudara-saudara kita yang kefahaman mereka juga sama cinta Allah cinta Rasul cinta sunnah, walau ada perbedaan masalah fiqih atau furuiyyah....
Dan untuk mereka rakyat Aceh yang dituduh wahabi.....sabarlah dalam berdakwah...hikmah dan bijak sanalah dalam berdialog...jangan memutus persaudaraan hendaknya tolong menolong, kerja sama dalam keamanan dan kebersamaan yang mungkin.......
Untuk semua saudaraku ASWAJA dan Wahabi.......
Hindari perbuatan anarkis, kekerasan...konflik horizontal.....
Sebab semua itu akan menguntungkan pihak-pihak ketiga, yang akan menancapkan kuku dan taringnya untuk melancarkan ambisinya mendatangkan badai tsunami.....bukan air....tapi pertumpahan darah.....
Allahumma ya Allah lindungilah umat Islam dimana saja mereka berada, satukanlah hati dan barisan mereka sebgaimana Engkau telah menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar
Allahumusta'aan
Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #269
HATI SEORANG IBU

Bismillah
Hati seorang Ibu
Bagaikan karang yang tegar
Menahan terpaan ombak ujian
Bagaikan baja ditempa godam dalam menghadapi tantangan
Hati seorang Ibu
Yang tidak pernah merasa lelah dalam berdoa untuk anaknya.
Yang menangis melihat penderitaan buah hatinya
Yang lembut, selembut kapas salju yang turun dimusinya
Hati seoarng ibu
Kadang berhubung erat dengan Rabb Yang Maha Pencipta.
Ingat kisah Juraij, ingatlah dongeng si Malin Kundang
Hati seorang Ibu
Jangan sekali-kali kita menyakitinya.
Dosa besar adalah predikat yang pantas bagi siapa saja yang membuatnya sesak, gundah gulana....
Apalagi menyakitinya.
Walau gunung emas kita berikan padanya,
Walau mata kita tak terpejam ntuk menjaganya ktika beliau terbaring sakit,  itu semua tiada senilai apa yang beliau berikan pada kita.
Walau menggendongnya kala beliau tawaf
Itu semua tidak sebanding walau satu teriakan ketika beliau melahirkan kita, itulah pernyataan Sahabat Ibnu Umar radhiallah 'anhu

Banda Aceh
Abu Salman Abdurrahman Ayub
WA. 081310144169

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.