MUTIARA NASIHAT #268
‘IED BAHAGIA DAN AIR MATA

Bismillah
Alhamdulillah, di negri yang kita cintai ini, kita dapat merayakan Ied Adha dengan tenang, suka cita, makanan melimpah hewan qurban pada umumnya ada dimana-mana, terutama di kota-kota besar.
Walaupun untuk daerah-daerah terpencil atau jauh disana, masih ada umat Islam yang tidak dapat merasakan kebahagian ied qurban karena tidak adanya hewan qurban, atau ada daerah yang terusik keamanannya.
Bahkan jauh di sebrang sana, saudara-saudara kita di Suria, Palestina,  Iraq. Afghanistan dan lainnya.....di tempat-tempat pengungsian dan pelarian....mereka merayakan ied dalam tenda-tenda dengan apa adanya....
Mudah-mudahan mereka merasakan kebahagian sebagaimana apa yang kita dapatkan, namun apabila diantara keluarga mereka gugur, rumah mereka hancur, masjid-masjid mereka roboh, hidup di tenda-tenda pengungsian dengan segala macam kekurangan dan beban derita yang tiada tara namun dibalik itu ada janji Allah, mudah-mudahan mereka termasuk yang mendapatkannya kelak, sebagai  mana firman Allah :
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلآ إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ اللهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ {52}
Katakanlah:"Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu". (QS. 9:52)
Saudara kita di sana menunggu dua kebaiakan seandainya mereka tidak dapat kebahagian Ied Fithri. Yaitu Ihda Husnayayain salah satu dari dua kebaikan yang ditafsirkan dengan "Kemenangan atau Mati Syahid".
Begitupula tafsir Sa'di, yang menyatakan maksud Ihda Husnayain adalah kemenangan terhadap musuh atau mati Syahid yang merupakan derajat tertinggi bagi seorang muslim.
خمسة أعياد : كل يوم يمر على المؤمن ولا يكتب عليه ذنب فهو يوم عيد , اليوم الذي يخرج فيه من الدنيا بالإيمان فهو يوم عيد , واليوم الذي يجاوز فيه الصراط ويأمن أهوال يوم القيامة فهو يوم عيد , واليوم الذي يدخل فيه الجنة فهو يوم عيد , واليوم الذي ينظر فيه إلى ربه فهو يوم عيد .
Berkata Al-Imam Anas bin Malik rahimahulloh:
"Bagi seorang mukmin ada 5 Ied.
1. Setiap hari dimana dia tidak membuat dosa itulah Iednya.
2. Hari dia meninggalkan dunia dengan keimanan itulah iednya.
3. Hari dimana dia berhasil melintasi Shiroth dan segala huru- haranya itulah iednya.
4. Hari dimana dia masuk surga, itulah iednya.
5. Hari dimana dia melihat Robbnya di jannah itulah iednya.
Allahumma Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami dimana saja yang lemah yang tertindas...mudahkan urusan-urusan mereka, berilah kemudahan kebahagian.
Ya Allah Ya Rabb Kami, dalam pengungsian dan kesusahan mereka, kuatkan lah hati dan labgkah mereka, lindungilah mereka dari musuh-musuh Mu,..hanya kepada Mu kami beribadah dan hanya kepada Mu kami mohon pertolongan.
Allahua'lam

Merah Mata Palembang
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.181310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #267
MUSIBAH DAN DOA

Bismillah
Tidak ada yang sia-sia apa yang Allah Ta'ala ciptakan dan apa yang Dia tentukan, bahkan dalam musibah sekalipun ada hikmah dan pelajarab didalamnya. Selain menghapus dosa, meninggikan derajat, juga agar kita kerap ingat Allah dan selalu berdoa.
Doa meminta jalan terbaik dalam setiap masalah.
Siapa yang tidak punya masalah? Siapa yang tidak punya problem?
Tentu hampir setiap kita mempunyai masalah, maka jalan terbaik sebelum berusaha dan melangkah adalah berdoa pada Allah
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.” (Abu Dawud)
“Yaa Allah, tidak ada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu itu mudah jika Engkau menghendaki kemudahan itu.”
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الإِخْلاَصِ فِي الرِّضَا وَالغَضَبِ ، وَالْقَصْدَ فِي الغِنَى وَالفَقْرِ ، وَخَشْيَتَكَ فِي الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بِالْقَدَرِ ، وَأَسْأَلُكَ نَعِيْمًا لاَ يَنْفَذْ وَقُرَّةَ عَيْنٍ لاَ تَنْقَطِعْ ، وَلَذَّةَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ ، وَلَذَّةَ النَّظْرِ إِلَى وَجْهِكَ وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضَرَّاءِ مُضِرَّةٌ ، وَفِتْنَةٌ مُضِلَّةٌ . اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةَ مُهْتَدِيْنَ.
Allahumma inni as’aluka kalimatal ikhlash firridha wal ghadhab.
Wal qashda fil ghina wal faqr. Wa khasyyataka fil ghaibi wasysyahadah. Wa as’aluka ar-ridha bil qadar. Wa as’aluka na’iiman laa yanfadz wa qurata ‘ainin laa tanqathi’ walladzdzatal ‘aisy ba’dal maut. Wa ladzdzatan nazhri ilaa wajhika wa syauqan ila liqa’ika. Wa a’audzubika min dharra’I mudhirrah wa fitnatin mudillah.
Allhumma zayyinna bi zinatil iman waj’alna huda muhatadin.
Yaa Allah, Aku meminta kepadaMu:
perkataan yang benar baik ketika ridha maupun saat marah;
ku minta ketenangan baik ketika kaya maupun fakir;
ku minta rasa takut kepadaMu baik ketika sendiri maupun dalam ramai;
ku minta padamu kerelaan menjalani takdirMu.
Ku minta padamu nikmat yang tidak pernah musnah, dan juga penyejuk hati yang tak kan terputus.
Ku meminta kenikmatan hidup setelah mati dan kenikmatan memandang wajahMu dan kerinduan berjumpa denganMu.
Aku berlindung kepadaMu dari bahaya yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.
Yaa Allah, hiasi diri kami dengan perhiasan iman dan jadikan kami teladan bagi orang yang bertakwa.” (HR. Ibnu Abi Ashim dan al-Hakim dalam al-mustadrok )
Allahua'lam

Jember
Abu Salman Abdurrahman
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #266
LOMBOK DALAM CATATANKU

Bismillah
Dari bandara pemandangan indah
Dan seribu masjid kanan kiri penyejuk hati.
Sambut mesra senyum sapa, peluk ukhuwah bak saudara kandung yg lama terpisah.
Hanya satu dua yang pernah jumpa, dan kenal, lainnya baru bertatap muka......
Namun keakraban kedekatan dan kehangatan bak saudara kandung, bahkan lebih dari saudara kandung.
Beribu saudara membanjiri acara, tua muda, muslim muslimah......
Berusaha hadir di rumah Allah dalam rangka meninggikan kalimatNya........
Ya semata kalimatNya....kami datang.....
Ya karena kalimatNya...kita berkumpul.....
Ya karena kalimatnya....kita mau berbagi pengalaman....
Ya karena kalimatNya...
Kita semua mau bersusah payah, meluangkan waktu, tenaga, bahkan harta, dan itu semuanya....
Tidak ada apa-apanya dibanding pengorbanan Salafu Soleh umat ini.
Apa yang kita lakukan belum seujung kuku dari apa yang dilakukan para Sahabat rodhiallah 'anhum.
Dalam perjalanan pulang....aku mengharap.....pertemuan kita di majlis-majlis ilmu....
Menjadi wasilah ntuk pertemuan kita nanti di taman-taman surga,.di surga nan indah yang tiada lagi kelelahan, keluh kesah, dan kesedihan.
Allahumma Ya Allah kumpulkan kami bersama NabiMu, para Shidiqin, Syuhada, dan Sholihin...aamiin ya Rabbal'alamiin
Allahu'alam

Lombok
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #265
EKONOMI KRISIS AQIDAH HARUS TETAP EKSIS

Bismillah
PHK dimana-mana lapangan kerja kian susah, kemiskinan merajalela, adalah suatu yang biasa dalam kehidupan manusia.
Sebab Allah Ta'ala telah mengingatkan kita dalam firmannya:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ 
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ۬ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ
Sungguh akan Kami uji kalian dengan adanya rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan kekurangan buah-buahan dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan; Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji'un. (QS. al-Baqarah: 155-156)
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ
Ucapan syari yang indah, sehingga dalam musibah kita mendapat pahala.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ
Kita ini semuanya milik Allah dan akan kembali kepadaNya,baik suka maupun tidak suka, rela ataupun terpaksa.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ
Kita kembalikan kepada Allah, dan sabar semoga Allah menggantikan dengan yang lebih baik.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ
Kemiskinan, kehilangan pekerjaan karena PHK, tentu menyedihkan, dan yang lebih menyedihkan lagi bila hilangnnya aqidah dan prinsip beragama.
Maka marilah kita sadari bahwa para sahabat awalnya adalah kaum yang lemah miskin, namun mereka kaya aqidahnya, kuat imannya.
Ketahuilah bahwa dunia lambat laun kita tinggalkan dan akhirat tujuan kita, seandainya kemiskinan adalah selimut kita menghadap Allah, namun dengan Tauhid dan iman di dada, maka janji Allah adalah jannah.
Dan sengsaralah mereka yang kemiskinan di dunia dengan harta dan juga miskin aqidahnya dan mati dalam selimut kemiskinan dan ketiadaan Tauhid dan Keimanan.
Ekonomi wajar bila terjadi krisis namun ketahuilah bahwa aqidah Tauhid tetap eksis.
Allahumusta'aan, Allah tempat kita memohon pertolongan.
Allahua'lam.

Lombok
Abu Aminah
Abu Salman  Abdurrahman Ayub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #264
BAKTI PADA IBU TAK TERBATAS WAKTU

Bismillah
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap minggu, setiap bulan setiap tahun, sepanjang hayat, bahkan ketika sudah meninggal adalah suatu kepatutan kita berbakti pada ibu kita.
Dengan lisan, dengan hati, dengan amalan,doa dan keikhlasan serta bantuan harta dn tenaga.

Ibu....
Nyawamu kau pertaruhkan ntuk kehadiranku
Lelah dan penatmu tak kau hiraukan
Aku yang telah membebanimu dalam kandungan...
Tidur dan gerakmu terbatas ntuk kenyamananku...
Kau makan sesuatu atau kau tahan sesuatu untuk kesehatanku dalam rahimu...
Ibu.......
Kadang kau tak tertidur nyenyak kala kekawatiranmu atas keselamatanku dalam perutmu...
Kadang selera makanmu hilang karenaku...
Ibu...
Kau gadaikan nyawamu untuk kehadiranku....
Tangisku kala itu menghilangkan pedihnya kelahiran
Dan kepedihan hatimu kadang berlanjut sepanjang pertumbuhanku...
Ibu...
Aku itidak seperti Uais alQorni yang meraih sorga karena baktinya ....
Aku bukan seperti seorang tabi'in yang menggendong ibunya ketika tawaf
Aku bukan seperti pemuda dalam gua yang Allah tolong karena  berbakti kepada orangtuanya dengan cara senantiasa memberi mereka susu.
Namun, aku berusaha sekuat mungkin meraih puncak gunung salju ridhomu
Aku kan gapai mahkota hatimu dengan segala daya upayaku
Ibu....
Kemaafanmu......adalah penghilang dahaga kelalainku padamu
Ibu...
Seandainya Allah tidak melarang, ku kan sujud dan mencium kakimu...karena surga di telapak kakimu
Ibu...
Buah hatimu ini yang kadang menyesakkan dadamu...menderaikan air matamu.... membuatmu gundah gulana...menjadikanmu lelah sepanjang hidup....ma'afkanlah
Karena Ridhomu...ridhomu adalah Ridho Robbial'alamiin
Tidak ada kata yang terindah untukmu dari apa yang diajarkan Ilahi kecuali
  رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
 " ya Rabb rahmatillah kepada keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku diwaktu kecil"
.
"Ya...Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan  neraka yang bernyala-nyala; ya... Tuhan kami masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka ..
Aamiiin Ya Rabbal'alamiin
Lombok
Abu Aminah
Abu Salman  Abdurrahman Ayub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #263
EMBUN HIDAYAH

Bismillah
Aku berjalan dibelantara kehidupan, ku telah lalui belukar ganas takfiri, yang mudah menghalalkan darah saudara sesama muslim,mengkafirkan siapa saja yang bersebrangan dengannya. Darah , harta, kehormatan tiada lagi berhrga.
Cahaya hidayah Sunnah telah bersemayam didadaku walau masih tertatih- tatih aku meraihnya.
Indahnya nasihat Nabi kita yang mulia marilah kita petik buahnya dan kita jadikan asupan gizi qolbu kita, dimana beliau bersabda :
"Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan.
Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain.
Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. .
Seorang muslim adalah saudara bagi muslimyang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-).
Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim .
Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya “ (Riwayat Muslim)
Wahai saudaraku, cukuplah hadits diatas sebagai pegangan kita.
Walau kita berlainan jalan atau pendapat tapi ketahuilah bahwa kita bersaudara dari Adam, kita bersaudara karena Islam, Kita trikat dengan dua syahadat, kita cinta Allah dan kita cinta Rasul salawat dn salam kepadanya dn kepada keluarganya. Kita cinta para sahabat ridho Allah pada mereka, kita cinta para ulama yg tegak berjalan di atas manhajnya, banyak dan banyak lagi kesamaan pada kita. Maka janganlah kita terpecah karena berlainan bendera, jangan terpecah karena pesta demokrasi sebagian saudara kita, jangan sampai mengalir darah antara kita, jangan mau diadu domba dengan musuh2 Allah.
Marilah rapatkan barisan kita seperti rapat dan lurusnya sof shalat kita.
Jangan ada celah agar syetan tidak menggangu.
Lembutkan tangan2 satu dengan yang lain diantara kita.
Tebarkan salam sebagaimana ajaran Nabi kita.
Berdoalah agar negri yang kita cintai ini tidak diuji seperti Mesir dan Suria atau negri-negri yang diselimuti duka dan nestapa
Semarang
Abu Salman Abdurrahman Ayub
WA081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #260
BAHTERA RUMAH TANGGA

Bismillah
Firman Allah Ta'ala:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [Al-Hujuraat : 13]
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/424, 425, 432), al-Bukhari 

BAHTERA RUMAH TANGGA
Ketika layar pernikahan berkembang siap ntuk mengarungi samudra kehidupan.
Tali-tali ikatan dipererat agar tiang-tiang Bahtera kokoh menahan ombak.
Ombak-ombak kehidupan yang kadang ganas menerjang.
Menggoncang keutuhan Bahtera yang kadang oleng karena himpitan ekonomi.
Hempasan gelombang yang dahsyat menerpa sisi rapuhnya
Memecah belah antara nahkoda dan pendampingnya.
Memporakporandakan keutuhan sisi dalamnya.
Kadang Bahtera hancur karena kurang bekal ketaqwaan.
Kadang bekal ketaqwaan tidak menjamin keutuhan Bahtera jika Allah kehendaki kandas di titik taqdir perpisahan.
Kadang terpahan ombak dan angin lebih kuat dari rapunya Bahtera.
Namun tidak sedikit Bahtera yang berhasil sampai tujuan.
Mengarungi dan mencapai pulau-pulau sakinah mawaddah dan rahmah.
Walau harus menempuh gelombang yang dahsyat.
Walau kadang terhempas diantara himptan arus deras kehidupan.
Walau harus mengelak karang-karang ujian dan cobaan yang selalu siap membelah dan mengoyak-ngoyak Bahtera Rumah Tangga.
Ya Allah bimbinglah Bahtera Rumah tangga kami dalam mengarungi jalan RidhoMu.
Ya Allah ringankan beban kami dalam menjalankan dan menghadapi segala aral melintang yang ada.
Ya Allah ya Tuhan kami, hanya kepada Mu kami berlinduang dan menyerahkan diri, dan menyandarkan keselamatan Bahtera Rumah Tangga kami hingga mencapai sakinah mawaddah wa rahmah

Palembang
Abu Salman Abdurrahman Ayub
WA081310144169

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.