MUTIARA NASIHAT #206
MEMETIK BUAH RANUM NASIHAT UNTUK MENDEKAT KE JANNAH DAN JAUH DARI NERAKA



Bismillah
Hadits di bawah ini sudah sepatutnya kita jadikan pedoman, agar kita setiap saat beramal dengan amalan yang mendekatkan ke jannah dan sedikit demi sedikit menjauh dari neraka. Na'udzu billah kalau sebaliknya yang dalam pribahasa 'Tua-tua keladi makin tua makin menjadi-jadi". Tidak sedikit manusia makin tua, makin menjauh dari jannah...makin tidak terarah...bahkan makin tua...makin..memusakan nafsu sahwatnya...
Menerjang apa saja asal nafsunya terpuasi,...walau harus mengorbankan anak istrinya....walau harus...menentang arus.......
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ   عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ  بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ  الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ   اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : , تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ-  يَعْمَلُوْنَ - ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى       يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ  الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ  عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ   يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan  dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu syurga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku bertahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini. Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shaheh)
Subhanallah...betapa indah nasihat Nabi Muhammad shalallah 'alaihi wasalam tinggal sejauh mana kita mengamalkannya.
Allahumma Ya Allah, wafatkan kami bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.
Allahua'lam
Banyumas

Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #205
BEKAL PALING PENTING DALAM BEPERGIAN


Bismillah
Hampir setiap kita mengalami bepergian atau safar atau travel. Baik dalam tugas kerja, kunjungan keluarga atau pulang kampung dan lainnya.
Tentu kita akan sibuk memperiapkan bekal atau apa saja yang penting untuk kelancaran perjalanan kita dan tibanya di sana.
Ada bekal bagi seorang muslim, mu'min yang mesti dia bawa kemana-mana, bahkan sudah sepatutnya tidak dia lepas walau keadaan bagaimanapun.
Hadits yang mulia di bawah ini mengingatkan kita akan hal itu:
عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ "
 [رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]
Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah shalallah 'alaihi wasallam beliau bersabda: Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “
(Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih).
Subbanallah,  maha suci Allah yang telah mengutus Rasul-Nya shalallah 'alaihi wasallam. Begitu singkat dan padat ucapan Beliau agar kita selalu membawa taqwa kemana saja.
Dan sekaligus taubat dengan berbuat baik untuk menghapus, perbuatan buruk yang lalu.
Jangan sampai kita melestarikan keburukan hingga akhir hayat kita.
Dan bukan itu saja, orang yang biasa berbuat baik dengan manusia, maka kemana-mana akan banyak kawannya dan sedikit musuhnya.
Hadist ini walau bukan khusus untuk orang yang ingin berpegian saja, namun sangat tepat kalau kita jadikan petunjuk dan pedoman terutama ketika ingin safar.
Allahumma Ya Allah, jadikan kami hanba yang bertaqwa dan selalu dalam bimbinganMu.
Aamiiin Ya Rabbal'alamiin
Allahu'alam.
Bandung
Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #204
CARA NGAJINYA NABI KITA صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ



Bismillah
Metode Talaqqi ( berjumpa, face to face) cara Jibril 'alaihissalaam mengajarkan Nabi shalallah 'alaihi wasalam.
Kita juga tidak boleh melupakan bahwa Al-Quran juga disampaikan kepada Nabi shalallah 'alaihi wasallam yang salah satunya melalui jalur talaqqi dari Malaikat Jibril, bahkan setiap tahun Nabi mengulang hafalan Al-Quran yang telah di turunkan kepada beliau di depan Malaikat Jibril.
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح و حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ وَمَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ نَحْوَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Telah menceritakan kepada kami Abdan dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri dan dengan riwayat yang sama, telah menceritakan pula kepada kami Bisyir bin Muhammad berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Yunus dan Ma'mar dari Az Zuhri seperti lainnya berkata, Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu 'Abbas berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadlan ketika malaikat Jibril menemuinya, dan adalah malaikat Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadlan, dimana malaikat Jibril mengajarkan Al Qur'an. Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jauh lebih lembut daripada angin yang berhembus. (Sahih al Bukhari )
Pertama di gua Hira dan selanjutnya stiap malam selama bulan Ramadhan. Malaikat Jibril 'alaihissalaam mengajarkan begitu rinci. Bahakan Allah menegur Nabi  ketika menggerakkan lisannya tergesa-gesa.
Allah menegur Nabi, ketika belajar quran:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
QS. al-Qiyamah (75) : 16
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
QS. al-Qiyamah (75) : 17
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
QS. al-Qiyamah (75) : 18
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 19
Memanglah Yang Maha Tahu tentang quran ya Allah yang Maha Tahu, tapi Allah telah mengjarkan Al Quran kepada NabiNya melalui malaikat Jibril, dan Nabi mengajarkan pada sahabat.
Artinya apa yg dibaca Nabi sesuai dengan apa yg Allah ajarkan, bahkan beliau selalu mengulang setiap malam selama sebulan dalam bulan Ramadhan. Sampai Beliau shalallah 'alaihi wasallam wafat.
Bayangkan betapa teratur dan tertibnya Nabi shalallah 'alaihi wasallam dalam belajar,  dan mengajarkan lagi pada para Sahabat rodhiallah'anhum.
Wajar kalau seorang sahabat besar yaitu Ibnu Mas'ud berkata:
  اتَّبِعُوا ولا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُم 
"Ikuti saja jangan buat-buat hal baru, sungguh kamu telah dicukupkan".(Riwayat Addailami)
Buat apa kita sibuk-sibuk  mengarang, berkreasi, berinovasi, dalam hal-hal yg seharusnya kita hanya mengikut saja, termasuk bagaimana cara baca al Quran.
Allahua'lam
Pondok Aren
Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.