MUTIARA NASIHAT #198
SALAH KAPRAH DALAM MENDIDIK

Bismillah
Bila kita ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala:
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلاَدَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَارَزَقَهُمُ اللهُ افْتِرَآءً عَلَى اللهِ قَدْ ضَلُّوا وَمَاكُانُوا مُهْتَدِينَ {140}
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
(QS: Al-An'am Ayat: 140)
Bukan perkara asing bagi kita sejarah kejahilan zaman sebelum datangnya agama Islam, yang  Allah Ta'ala telah amanatkan pada NabiNya yang mulia Muhammad shalallah 'alihi wasalam.
Kita tidak akan membicarakan kejahilan zaman itu apalagi yang berkaitan dengan pembunuhan terhadap anak-anak yang tidak berdosa.
Yang tidak kalah dahsyatnya saat ini pembunuhan yang terjadi pada anak-anak adalah pembunuhan fitrah mereka.
روى البخاري في صحيحه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال:(مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ)
Dalam riwayat Imam AlBukhari dalam sahihnya Rasululloh shalallah 'alaihi wasallam bersabda:" Tidaklah seorang anak terlahir kecuali dia dalam keadaan fithrah, maka kedua orang tuanya yang menjadikan dia yahudi, masrani dan majusi.
Apa yang dimaksud dengan fithrah?
Para ulama perpebdapat tentang arti fithrah dalam hadits di atas berkata Imam Nawawi rahimahullah, fithrah adalah setiap anak terlahir aslinya adalah Islam, maka jika kedua orang tuanya nuslim maka berlangsunglah keislamannya, dan barangsiapa orang tuanya kafir maka didunianya dihukumi sebagaimana kedua orang tuanya. Begitu juga apa yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar yang menyatakan bahwa fithrah adalah mantabnya manusia dengan petunjuk Allah secara sifat asalnya dan kesiapan untuk menerima agama yang hak.
Maka pendidikan yang benar adalah yang merawat dan menghidupkan fithrah seorang anak sehingga ketika dewasa dia siap menjalani aturan agama yang hak ini yaitu al-Islam. Hal ini baik pendidikan di rumah maupun di sekolah.
Mengenalkan anak dengan Tauhid,iman amal soleh dan selanjutnya kelengkapan pengetahuan untuk mencari penghidupan di dunia.
Sayangnya tidak sedikit pendidikan kita baik di rumah ataupun disekolah justru membunuh fithrah dan hanya terfokus pada bakat.
Berapa banyak anak yang bakatnya berkembang namun fithrahnya terbunuh.
Bayangkan tidak sedikit anak-anak kaum muslimin menjadi penyanyi penari, pemusik, pemahat patung, pelukis, dan lainnya hingga akhir hayatnya tapi fithrah mereka terbunuh yaitu tidak mengenal tahuid bahkan tidak shalat dan meninggalkan amalan Islam yang lainnya.
MAU KE MANA ANAK-ANAK KITA?
Sedikit saat ini kita mendengar orang tua yang memhunuh anaknya.
Namun pembunuhan terhadap fithrah mereka ibarat suatu yang lumrah.
Kejahilan saat ini tidak kalah dahsyatnya dengan zaman jahiliyah.
Karena fithrah yang Allah Ta'ala telah bekali pada setiap anak, begitu saja direngut dan dicampakkan.
Kita sadar atau tidak dalam mengecap pendidikan.
Ada kalimat-kakimat yang meracuni hati dan mengoyak fithrah kita.
"Semua agama benar"
"Dewi kemakmuran, Dewi Sri"
"Dewa-dewa yang lainnya,   Siwa, Wisnu dan lainnya.
Meyakini Dewi keberuntungan Frortuna.
Meyakini bintang-bintang yang berkaitan dengan hari kelahiran....dan masih banyak lagi doktrin pembunuh fithrah.
Hendak dibawa kemana anak-anak kita?
Ketahuilah pembunuhan fithrah adalah fitnah dan fitnah lebih besar dari pembunuhan.
 وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
"Fitnah lebih dahsyat dari pembunuhan" qs 2 : 191
 والفتنة أكبر من القتل
"Fitnah lebih besar dari pembubuhan" qs2:217
Para mufasirin menjelaskan yang dimaksud fitnah disini adalah syirik, dan setiap apa saja yang menghalangi dari agama Allah maka itu adalah fitnah
Allahumma Ya Allah, mantabkan hati-hati kami dalam dinMu, Ya Allah mantabkan hati-hati kami dalam ketaatan padaMu.
Allahua'lam.
Pondok Aren
8Rajab1436H/27-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #197
DOA YANG TIDAK ADA
PENGHALANG

Bismillah
Setiap kita tentu ingin doanya maqbul atau diterima Allah Ta'ala. Namun tidak setiap kita mempunyai kondisi seperti itu.
Ada satu kondisi dimana Allah Ta'ala menerima doa seseorang meskipun dia seorang kafir. Sebagaimana Rasulullah shalallah "alaihi wasallam bersabda dalam beberapa hadits di bawah ini:
 عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بعث معاذ بن جبل إلى اليمن فقال اتق دعوة المظلوم فإنها ليس بينها وبين الله حجاب قال أبو عيسى وفي الباب عن أنس وأبي هريرة وعبد الله بن عمر وأبي سعيد وهذا حديث حسن صحيح 
Dari Ibnu Abbas rodhiallah'anhu sesungguhnya Rasulullah shalallah'alaihi wasallam ketika mengutus Mu'adz bin Jabal rodhiallah'anhu bersabda:"Takutlah kamu doa orang yang terdzolimi, karena sesunggunya antara dia dan Allah tidak ada penghalang.
Berkata Abu 'Isa dlm bab ini dari Anas dan juga Abu Hurairoh dan Abdullah Ibnu Umar dan Abi Sa'id rodhiallah'anhum ini hadits Hasan Sahih. Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Annasaai dn Ibn Majjah.
Doa dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala - sangat bermanfaat, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ
Doa itu bermanfaat bagi apa-apa yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi. Hendaklah kalian memperbanyak berdoa, wahai hamba-hamba Allah. Hr Turmidzi, Hakim dlm Sahih Aljami' 3409.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ عَبْدٍ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَتَّى يَبْدُوَ إِبِطُهُ يَسْأَلُ اللَّهَ مَسْأَلَةً إِلَّا آتَاهَا إِيَّاهُ
Tidaklah seorang hamba mengangkat kedua tangannya hingga nampak ketiaknya dan memohon suatu permohonan, kecuali Allah mengabulkan permohonannya itu.Hr Turmidzi.
             DOA ORANG YANG
                   TERDZOLIMI
Jangan sedih dan jangan merasa susah.
Jika kita termasuk orang yang terdzolimi siapapun kita.
Maka ada peluang emas dimana tidak ada penghalang doa-doa kita di hadapan Yang Maha Kuasa.
Maka angkatlah tangan kita di hadapan Allah Ta'ala.
Berdoalah sebabanyak-banyaknya
Berdoalah seikhlash-ikhlasnya.
Berdoalah sebutlah nama-namaNya yang Mulia.
Berdoalah bersalawatlah untuk NabiNya yang mulia.
Berdoalah dan merengeklah padaNya.
Berdoalah dan menangislah sebanyak-banyaknya.
Berdoalah dan mintalah apa yang kita inginkan.
Berdoalah jangan pernah berputus asa
Berdoalah dengan menghadirkan sikap kecintaan, harapan, dan rasa takut padaNya.
Berdoalah dan yakinlah akan pertolonganNya.
Berdoalah mintalah yang terbaik untuk kita.
Berdoalah agar Dia Allah menolong dakwah dan usaha-usaha kita.
Berdoalah untuk kebaikan pemimpin-pemimpin kita, agar mereka mendapat hidayah, berbuat adil, bijaksana dan tidak melakukan kedzoliman.
Berdoalah untuk negara kita, agar tidak terjadi kekacauan, peperangan, kehancuran dan kebinasaan.
Berdoalah untuk kedua orang tua kita, karib keluarga kita dan umat islam pada umumnya.
Berdoalah agar Dia Allah melindungi kita, negara kita, negara kaum muslimin dimana saja dari kejahatan musuh-musuh Allah, dan dari segala jenis tipu daya syaitan.
Berdoalah berdoalah dan berdoalah.
Allahumma ya Allah perkenanlanlah doa-doa kami.
Allahu'alam.
BSD
7Rajab1436H/26-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #196
PENGAGUM AKHIRAT DAN PENGAGUM DUNIA

Bismillah
 عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : " أَلا إِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً ، وَالآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلا حِسَابٌ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلا عَمَلٌ " .
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata: "Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat telah datang menghampiri kita, dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka jadilah kamu orang yang mengagumi/mencintai akhirat dan janganlah kamu menjadi orang yang mengagumi dunia, karena sesungguhnya saat ini waktunya beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok di akhirat adalah saat perhitungan dan tidak ada waktu lagi untuk beramal. [ Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam "Az Zuhd" (hal. 130) dan dinukil oleh Imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitab beliau "Jâmi'ul 'ulûmi wal hikam" (hal. 461).]
                PENGAGUM
Beruntunglah siapa saja yang orientasi hidupnya adalah akhirat.
Sejak bangun pagi hingga menjelang tidur, hati dan pemikirannya serta amalannya ditujukan untuk bagaimana menggapai ridho Ilahi dan kembali ke surga tempat Adam 'alaihi salam kakek manusia.
Yang demikian ada pada diri Rasulullah 'alihi wasalam, keluarga beliau dan para sahabat yang Allah Ta'ala ridhoi mereka.
Atau siapa saja yang menempuh jalan mereka dengan baik dan benar.
Namun apa yang kita kagumi dalam hidup ini?
Diantara kita masih banyak menjadi pengagum dunia padahal tidak memilikinya bahkan tidak seujung kuku hartanya qorun.
Sebagian kita begitu haus dengan kekuasaan dunia, padahal tidak akan lebih terkenal dari Fir'aun yang disebut manusia hingga kini.
Maka dunia yang kita kagumi kian meninggalkan kita.
Bertambahnya umur seseorang kian tua.
Maka kian banyak kenikmatan dunia dia tinggalkan.
Makanan yang sudah dibatasi.
Kegiatan yang kian terbatas.
Tenaga, pemikiran, kemampuan, panca indra dan lainnya...
Dan akhirnya dengan kian banyak seorang meninggalkan perkara dunia rela maupun terpaksa....
Dia akan menghadapi akhirat yang satu harinya seribu tahun lamanya.
Perjalanan panjang sejak alam barzah, hari qiamat, hari kebangkitan, mahsyar dan seterusnya hingga surga atau nerakanya
Apakah kita masih ingin menjadi pengagum dunia???
Sedangkan akhirat adalah tujuan akhirnya.
Maka jadilah pengagum akhirat jangan hanya menjadi pengagum dunia yang fana dan hina ini.
Allahumma jangan jadikan kami dari golongan manusia yang terkena penyakit wahn, cinta dunia dan benci akhirat.
Allahua'lam.
Surabaya
5Rajab1436H/24-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #195
IBU-IBU KITA YANG MULIA

Bismillah
Kita bersaudara karena kita orang beriman, dan kita mempunyai ibu-ibu dalam Islam,  kedudukan mereka telah Allah Ta'ala muliakan dan telah Allah angkat derajat mereka di atas wanita yang lainnya. Allah berfirman yang artinya:
“Wahai istri Nabi, (kedudukan) kalian bukanlah seperti wanita-wanita yang lainnya.” (Al Ahzab: 32)
Allah telah meridhai mereka sebagai pendamping Nabi-Nya yang termulia, sampai-sampai melarang beliau untuk menceraikan mereka. Allah berfirman yang artinya:
“Tidak halal bagimu wahai Nabi, untuk mengawini wanita-wanita lain sesudahnya, dan tidak halal (pula) bagimu untuk mengganti mereka dengan wanita-wanita lain walaupun kecantikan mereka memikat hatimu.” (Al Ahzab: 52)
Para istri Nabi adalah ibu-ibu kaum mukminin yang tentu saja wajib untuk dimuliakan dan dihormati. Oleh karena itu para istri beliau mendapat gelar Ummahatul Mu’minin.
Allah berfirman yang artinya:
“Nabi itu lebih berhak untuk dicintai kaum mukminin daripada diri mereka sendiri, sedangkan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka (kaum mukminin).” (Al Ahzab: 6)
Kenalilah ibu-ibu kita jadikan mereka suri tauladan, dalam rumah tangga kita. Kenalkan ibu-ibu kita dengan istri dan anak-anak putri kita agar mereka dapat mengambil pelajaran dari kehidupan ibu-ibu kaum muslimin. Dengan perjuangan yang sejati dalam mendampingi Rasulullah shalallah 'alaihi wasallam.
1. Khadijah binti Khuwailid
2. Saudah binti Zam’ah
3. Aisyah binti Abi Bakr Ash Shiddiq
4. Hafshah binti Umar Al Khaththab
5. Ummu Habibah yang bernama Ramlah binti Abi Sufyan
6. Ummu Salamah yang bernama Hindun binti Abi Umayyah
7. Zainab binti Jahsyin
8. Zainab binti Khuzaimah
9. Juwairiyah binti Al Harits
10. Shafiyah binti Huyai
11. Maimunah binti Al Harits
               Pahlawan Sejati
Ummahatul mu'minin
Harta nyawa jiwa dan raga telah mereka korbankan, tuk tegaknya Risalah Ilahi.
Tiap keringat dari pengorbanan mereka.
Bak butir-butir mutiara yang kilaunya sampai keharibaan istri dan putri-putri kita.
Duhai rugilah siapa saja yang enggan memetik buah yang ranum, yang telah ditanam dan dirawat ibu kaum mu'minin.
Duhai rugilah siapa saja yang tidak pandai merajut mutiara dan permata dari perjalanan hidup mereka.
Buah ketabahan.
Buah kesabaran.
Buah keikhlasan.
Buah perjuangan.
Buah kesetiaan.
Buah kezuhudan.
Buah perjuangan.
Buah pengorbanan.
Dan masih banyak lagi buah-buah yang sarat dengan vitamin untuk hati agar tetap hidup walau jasad menemui kematian.
Petiklah buah tersebut ditaman-taman surga dimajlis-majlis ilmu yang bersumber dari Firman Allah, Ucapan Nabi shalallah 'alaihi wasalam dan pernyataan para Sahabat rodhiallah'anhum ajma'iin.
Allahumma Ya Allah tanamkan kecintaan pada hati kami kepda RasulMu, ahli baitnya, istri-istrinya dan para sahabatnya.
Allahua'alam
Ci Pete.
3Rajab1436H/22-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #194
HARTA DAN ILMU

Bismillah
Pernah mendengar kisah nyata tentang orang yang menjadi kaya mendadak? Kalau setiap kita bercerita mungkin akan penuh kisah-kisah nyata tersebut, baik dari zaman dahulu hingga sekarang.
Contoh belum lama ini seorang pemuda dalam satu malam berubah menjadi orang kaya dgn menerima warisan Rp 14,7 triliun. http://m.liputan6.com/bisnis/read/2126367/dalam-semalam-mahasiswa-miskin-ini-jadi-kaya-mendadak .
Kisah tukang sapu di Mekkah,  yang menjadi milyuner.
Tentu masih banyak lagi kisah-kisah yang menggambarkan bahwa harta bisa diraih seseorang dalam semalam atau dalam sekejap dapat merubah keadaan dari miskin menjadi kaya raya.
Namun tidak demikian dengan ilmu, pernahkah kita dengar kisah seorang dalam semalam dia berubah menjadi ulama?.
Atau dalam beberapa jam atau menit seorang jadi mufti atau ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu.
Seorang bayi terlahir bisa langsung jadi milyuner, jika orang tuanya yang kaya atau milyuner mati, dan sibayi adalah pewaris tunggal.

Namun tidak ada kisahnya seorang bayi disebut ulama atau alim walaupun bapaknya orang alim atau ulama besar jika dia meninggal, anaknya tetap bayi yang tidak tahu apa-apa.
Marilah kita mencari keduanya harta maupun ilmu, terutama ilmu yg bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita. Harta kita cari, dan ingat dapat dan tidaknya terserah Allah dan kita yakin jika Allah berkehndak kita bisa kaya mendadak.
Kita cari semaksimal mungkin ilmu yang banfaat dan bersungguh-sungguh, sebab kita tidak bisa menjadi ulama atau mufti dalam semalam atau beberapa menit.
Maka belajar-belajar dan belajar hingga akhir hayat kita.
يرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberiilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Bandara Soeta
2Rajab1436H/21-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #193
MUHASABAH DIRI DULU

Bismillah
Menunggu nasihat, koreksi, masukan dan lainnya dari saudara/i seiman.
Allahu'alam
Pondok Aren
1Rajab1436H/20-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #192
ROMANTIKA HINGGA AKHIR HAYAT

Bismillah
Sudah tidak asing lagi bagi kita bagaimana romantisnya kehidupan Nabi shalallah 'alaihi wasallam dengan para istrinya. Dan keromantisan pasangan suami istri sampai dalam bentuk memandikan jenazah dari salah satu yang wafat.
Diantara kisah romamtisnya Nabi shalallah 'alaihi wasalam menjelang wafatnya  beliau bersandar di dada ’Aisyah rodhiallah'anha. ’Aisyah mengambil siwak pemberian dari saudaranya yang bernama ’Abdurrahman rodhallah'anhu Ia lalu menggigit siwak tersebut dengan giginya dan kemudian memberikannya kepada beliau shallallaahu ’alaihi wasallam. Beliaupun lantas bersiwak dengannya.( Shahih Al-Bukhari ,Fathul-Baariy, 8/139).
Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kembali dari Baqi’, beliau menemuiku ketika aku sedang sakit kepala, aku mengeluh: “Duh kepalaku.” Beliau bersabda, “Saya juga Aisyah, duh kepalaku.” Kemudian beliau menyatakan,
«مَا ضَرَّكِ لَوْ مِتِّ قَبْلِي، فَقُمْتُ عَلَيْكِ، فَغَسَّلْتُكِ، وَكَفَّنْتُكِ، وَصَلَّيْتُ عَلَيْكِ، وَدَفَنْتُكِ»
“Tidak jadi masalah bagimu, jika kamu mati sebelum aku. Aku yang akan mengurusi jenazahmu, aku mandikan kamu, aku kafani, aku shalati, dan aku makamkan kamu.” (HR. Ibn Majah 1465, dan dinilai hasan oleh al-Albani)
Demikian seharusnya suami istri bisa melakukan keromantisan hingga salah satunya wafat yaitu dengan memandikannya.
          KEROMANTISAN PENGANTAR KE ALAM BAQA  
Sudahkah kita sebagai pasangan yang siap memandikan jenazah kekasih kita?
Sudahkah kita mempelajari ilmunya?
Bagaimana mentalqinnya?
Bagaimana memandikannya?
Bagaimana mengkafaninya?
Bagaimana mensolatinya?
Bagaimana menguburkannya?
Bagaimana mendoakannya?
Sikap apa yang benar setelah kekasih telah tiada?
Jika seorang muslimah, taukah berapa lama masa iddahnya?
Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh,  selama iddahnya?
Ketiaka kekasih kita terbujur kaku, maka tangan-tangan kita yangkan memandikannya.
Dengan usapan lembut dan siraman kasih sayang.
Mengalir air yang suci untuk menghilangkan kotoran semoga dosa-dosanya juga hilang dengan doa dan keridhoan dari sang kekasih.
Cukuplah Allah Yang Maha Tahu rahasia dan aib kedua insan.
Keromantisan pengantar ke alam baqa semoga menjadi kenangan indah walaupun sedih.
Dalam mengepang rambut siistri, suami akan membayangkan jasa kekasihnya selama ini.
Dalam perjuangan melahirkan anak-anaknya, merawat dan mendidiknya.
Dalam mengurus rumah tangga  sebanyak pasir dilaut jasa yang tidak lagi dapat dikira.
Begitu juga siistri ketika memandikan kekasihnya.
Dalam menyisirkan rambut dan janggutnya....niscaya akan terbayang padanya.
Pasangan yang selama ini bekerja keras membanting tulang untuk mencari nafkah.
Membimbing dia dan anak-anaknya, Niscaya akan mengalir doa yang ikhlas sebagai pengantar kepergianya, dan selimut kemaafan atas segala kekurangannya.
Dan kafan keridhoan dari kekasih dan buah hatinya.
Duhai ....siapkah kita menjalankannya???
Allahumma Ya Allah kuatkan kami dan mudahkan kami dalam menjalankan sunnah NabiMu yang mulia.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Pondok Aren
30jumadalAkhiroh1436H/19-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #191
SIAPAKAH ANAK YATIM???

Bismillah
Anak yatim adalah anak-anak yang kehilangan ayahnya karena meninggal sedang mereka belum mencapai usia baligh. Batasan ini mencakup yatim yang masih ada hubungan kekerabatan dengan si pemeliharanya, ataupun dari orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Salim bin Id Al Hilali hafizhahullah ketika mengomentari hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut: 
كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَأَشَارَ الرَّاوِيُ وَهُوَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى 
"Pemelihara anak yatim, baik dari kerabatnya atau orang lain, aku dan dia (kedudukannya) seperti dua jari ini di surga nanti.” Dan perawi, yaitu Malik bin Anas berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya". [ tnotes
[ HR Muslim, no. 2.983.” Lihat Bahjatun Nazhirin (I/ 350).]
Kita tidak akan membahas panjang lebar tentang anak yatim yang bapaknya telah meninggal, karena pembahasan itu telah banyak di bahas oleh para ulama dengan panjang lebar.
Hal yang perlu diperhatikan ada sebagian ahli fiqih berpendapat bahwa sebagian fuqaha juga memasukkan dalam kategori anak yatim ini, yaitu mereka yang kehilangan orang tuanya karena sakit dalam waktu yang sangat lama, atau karena perceraian, safar, jihad, hilang dan sebab-sebab lainnya. Dan seorang anak yatim akan keluar dari batasannya sebagai yatim, ketika ia telah mencapai usia baligh, sesuai dengan hadits Nabi Shallallahu'alaihi wasallam
لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ 
"Tidak ada keyatiman setelah baligh ( Sunan Abu Dawud, no. 2.873. Lihat Tafsir Ibni Katsir (II/ 215), tafsir ayat ke 6 dari surat An Nisa’.)
             YATIM OH YATIM.
Tidak sedikit disekitar kita anak-anak yang tidak lagi mempunyai ayah.
Apatah lagi di negri kancah...peperangan .
Mereka banyak yang terabaikan...dan tak tersentuh tangan-tangan kasih sayang.
Namun lebih-lebih lagi saat ini.
Banyak juga anak-anak yatim yang orang tuanya masih lengkap.
Namun sudah tidak lagi bersama.
Diantaranya juga anak yatim yang masih serumah dengan kedua orang tuanya.
Namun tiada kasih sayang tiada perhatian, kecuali hanya asupan gizi untuk melanjutkan kehidupan yang hampa.
Ayahnya sudah tidak lagi miliknya, karena keberadaannya sama dengan ketiadaannya.
Allahumma Ya Allah, eratkan tali kekeluargaan kami dan satukan kami dalam keluarga dunia dan akhirat.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahu'alam
Pondok Aren
27jumadalAkhiroh1436H/16-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #190
TIGA, EMPAT, LIMA KEGELAPAN

Bismillah
Allah Ta'ala yang telah menciptakan kita, telah menyatakan tentang kita. Siapapun kita sekarang,  baik dia seorang pemimpin besar, atau rakyat biasa, orang kaya ataupun miskin, berilmu maupun tidak. Pernah berada dalan tiga kegelapan, sebagaimana Alquran menjelaskannya:
 يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ [الزمر: 6].
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
(QS: Az-Zumar Ayat: 6)
Telah berkata Imam alMufasirin Ibnu Jarir atThobari rohimahullah teng tiga kegelapan yaitu:
1. Kegelapan perut ibu.( البطن)
2. Kegelapan Rahim ibu. (الرحم)
3. Kegelapan ketuban ( المشيمة")
Ini pendapat Ibnu Abbas, 'Ikrimah rodhiallah'anhuma, begitu juga alMujahid, dan Qotadah serta Adhohaak, begitu juga Alalusi, dan Qurtubi rohimahumullah.
Adapun kegelapan ke empat adalah kebodohan,  para ulama menyatakan Berkata Al-Imam Al-Hafizh Al-Hakamy rahimahullah:
Ilmu itu cahaya yang terang yang menerangi dengannya
orang yang bahagia dan orang yang bodoh dalam kegelapan.
Kebodohan adalah kegelapan keempat.
Dan kegelapan yang kelima adalah kedzaliman Rasulullah shalallah 'alaihi wasallam pernah bersabda:
“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Apa saja yang termasuk kedzaliman?
1. Kemusyrikan adalah kedzaliman yang paling dahsyat firman Allah Ta'ala:
“..sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13)
2. Kedzaliman terhadap diri sendiri dengan menolak ayat-ayat Allah Ta'ala sebagai mana firman-Nya:
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. Qs Sajadah ayat 22.
3. Kedzaliman pada orang lain secara umum Allah Ta'la mengharamkan sebagaimana dalam hadits qudsi:
"Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling menzalimi…” (HR. Muslim)
        KEGELAPAN KEGELAPAN
Duhai diri yang kurang bersyukur..
Bukankah kita pernah berada dalam tiga kegelapan???
Kegelapan perut ibu
Kegelapan rahim ibu
Kegelapan ketuban.
Akankah kita memasuki kegelapan-kegelapan selanjutnya.
Kebodohan dengan quran sunnah, terjerumus kepada kemusyrikan dan bid'ah adalah kegelapan.
Kedzoliman pada diri...dengan menolak ayat-ayat Allah adalah kegelapan.
Kedzoliman pada orang lain adalah kegelapan
Dzolim anak pada orang tua dengan berbuat durhaka adalah kegelapan.
Dzolimnya orang tua pada anaknya dengan tidak mendidik agama, mengabaikan hak-haknya adalah kegelapan.
Dzolimnya seorang suami terhadap istri adalah kegelapan.
Atau seorang istri pada suami.
Dzolimnya seorang dengan orang lain dalam segi nyawa, harta, kehormatan...adalah kegelapan.
Dzolimnya pemimpin pada rakyatnya adalah kegelapan.
Dzolimnya rakyat pada para pemimpin adalah kegelapan.
Akankan kita campakkan diri kita kepada kegelapan-kegelapan yang lainnya???
Hingga gelapnya alam barzah, gelapnya hari kiamat......
Allahumma ya Allah, tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan cahaya Mu, cahaya Tahuid, cahaya Sunnah, Engkau adalah Cahaya di atas Cahaya tunjukkan kami ke jalanMu.
Aamin Ya Rabbal'alamiin
Allahua'lam.
Pondok Aren
26jumadalAkhiroh1436H/15-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.