MUTIARA NASIHAT #182
BADAI PENGHANCUR

Ilahi ....
Kami bermunajat kepadaMu,
Kami bersyukur kepadaMu,
kami merendah diri kepadaMu,
Kami letakkan dahi-dahi kami bersujud untukMu.
Ya Rabbal'alamiin
Dalam keringnya padang pasir pen deritaan saudara kami di Palestina, Suria, Yaman dan lainnya.
Jeritan kaum wanita, anak-anak yang telah lama menyesakkan dada.
Dalam debu-debu dari puing-puing reruntuhan.
Doa-doa mereka panjatkan.
Terimalah doa-doa mereka, dan perkenankanlah doa-doa kami.
Dalam duka yang berkepanjangan, Engkau taqdirkan seorang hambaMu. Raja Salman untuk menegakkan keadilan bersama tentaranya.
Menghembuskan "Badai Penghancur".
Penghancur kedholiman.
Penghancur siapa saja yang menghina AgamaMu.
Penghancur kebatilan.
Penghancur siapa saja yang menghina Sahabat-sahabat NabiMu yang mulia.
Tolonglah pahlawan-pahlawan kami, dari makar dan kejahatan musuh-musuh Agama-Mu.
Satukan dan rapatkan hati dan barisan kaum muslimin.
Hanya kepadamu kami beribadah, dan hanya kepadaMu, kami mohon pertolongan ....tolonglah kami....
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahua'lam
Pondok Aren
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
9jumadaAkhiroh1436H/29-3-15M
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #181
NILAI SUATU NIAT

Bismillah
Hadits mulia ini mengingatkan kita untuk bersungguh-sungguh niat dalam kebaikan apalagi suatu ibadah yang penting diantaranya adalah jihad:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْمٍ الْأَنْطَاكِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ وُهَيْبٍ الْمَكِّيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ قَالَ ابْنُ سَهْمٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ فَنُرَى أَنَّ ذَلِكَ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Barangsiapa meninggal sedang ia belum pernah ikut berperang atau belum pernah meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan. Ibnu Sahm berkata; Abdullah bin Mubarak berkata, Lantas kami diberi pendapat bahwa hal itu berlaku di masa Rasulullah. [HR. Muslim No.3533]
قال النووي رحمه الله : المراد أن من فعل هذا فقد أشبه المنافقين المتخلفين عن الجهاد في هذا الوصف ، فإن ترك الجهاد أحد شعب النفاق . وفي هذا الحديث : أن من نوى فعل عبادة فمات قبل فعلها لا يتوجه عليه من الذمّ ما يتوجه على من مات ولم ينوها .
Dalam syarah Muslim berkata Imam AnNawawi : yang dimaksud hadits ini adalah barang yang sama sekali belum berjihad dan tidak ada niat untuk itu, maka dia telah menyerupai kaum munafik, dan orang-orang yang anti jihad.
Maka dalam hadits ini sesungguhnya barangsiapa yang berniat untuk suatu ibadah, dan dia mati, sebelum mengerjakannya maka orang itu tidak mendapat dosa sebagaimana orang yang mati dan tidak ada niat sama sekali.
وقال السندي في حاشيته على سنن النسائي : قوله ( ولم يحدث نفسه ) من التحديث قيل بأن يقول في نفسه يا ليتني كنت غازيا ، أو المراد ولم ينو الجهاد وعلامته إعداد
Berkata alSindy, dalam Hasyiahnya sunan anNasai: "Yang dimkasud hadits "tidak terbetik niat dalam dirinya".
Dari hadits ini maka seorang yang berkata dalam dirinya "Duhai seandainya saya menjadi mujahid"
Atau hadits tadi maksudnya seorang yg tidak niat untuk jihad, padahal itu termasuk persiapan, atau ali'dad.
Maka termaksuk i'dad adalah menguatkan niat untuk hal itu, walaupun hal itu belum tentu terjadi karena jihad bukan perkara yang mudah, dia ada syarat2nya, ada rukunnya dll.
Jihad berkaitan erat dengan fatwa ulama.
Jihad berkaitan erat dengan perintah ulil amri atau pemerintah.
Jihad berkaitan erat denfan syarat-syaratnya.
Jihad tidak lepas dari rukun-rukunya.
Jihad perkara yang berkaitan hukum-hukumnya.
Jihad begitu luas jangan kita persempit.
Adapun i'dad dalam arti kata siap kita telah diperintahkan dalam Al-Quran QS 8-60.
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)".                 
                   Tegu Beriman
Hati yang teguh dan beriman
Berbekal taqwa kekuatan
Teguh dan kukuh
Menghadapi cobaan
Itulah sebenar beriman.
Tak pernah merasa lelah
Walau menghadapi ujian
Teguh dan kukuh
Tegar dan mantab
Itulah pilihanya..
Tiada kata ntuk menyerah
Besabarlah...bersabarlah...
Walau karang-karang rintangan
Slalu menghalangi.
Dan mengoyak jalanya dakwah.
Walau beribu orang mengoloknya
Dan menghinanya
Dia tetap maju melangkah
Teguh dan kukuh
Menghadapi cobaan
Itulah mujahid berjuang.
Berjihadlah.....berjihadlah....
Allahumm Ya Allah tolonglah kaum muslimin dimana saja, hancurkan musuh-musuh-Mu, porak porandakan siapa saja yang menghina agamaMu.
Aamiin Ya Rabbal'akamiin.
Allahu'alam
Pondok Aren
8jumadaAkhiroh1436H/28-3-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #180
JIHAD YANG PALING BESAR

Bismillah
Rosulullah shalallah 'alaihi wasalam bersabda:
إن من أعظم الجهاد كلمة عدل عند سلطان جائر
“Sesungguhnya jihad yang paling besar adalah kalimat ‘adil (benar) yang disampaikan di sisi penguasa yang dhalim/jahat” [HR. Abu Dawud no. 4344, At-Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011, Al-Khathiib dalam Taariikh-nya 7/28, dan yang lainnya; shahih].
Syaikh Ali Hasan Halabi, ketika awal datang undangan BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Teroris ).
Beberapa tahun lalu sempat saya tanyakan tentang kesiapan beliau untuk ambil bagian dalam aktifitas dakwah yaitu dengan mendekat pada hukumah atau ulil Amri atau jajarannya.
Dalam perbincangan santai, kami di kamar hotel di Jakarta Pusat, ketika beliau baru tiba dari Jordania. Saya bertanya tentang kesediaan beliau dalam aktifitas dakwah seperti ini, yaitu membantu BNPT, berdakwah ke penjara-penjara, ke masyarakat, keperguruan tinggi yang ada, bahkan sampi ke TV swasta atau TV pemerintah. Saya bertanya untuk meminta kepastian pada beliau jika bersedia,  ya kita teruskan dan jika tidak maka program-program akan dibatalkan.
Alhamdulillah bukan sekedar siap atau tidaknya yang beliau jawab, bahkan menyatakan bahwa ini adalah lahan dakwah kita dan ini salah satu bentuk jihad kita katanya.
Maka diantara dalil-dalil yang banyak membicarakan akan hal ini, adalah hadits Nabi yang mulia di atas.
Maka puncaknya acara kemarin tanggal 23 Maret 2015, di JIEXPO KEMAYORAN, acara yang diikuti oleh wakil Presiden dan dihadiri oleh perwakilan hampir seluruh negara di dunia. Beliau sebagai pembicara utama dan urutan pertama dari pembicara.
Bahkan materi ceramah beliau, dikutip begitu banyak oleh pembicara-pembicara selanjutnya.
Allahumm Ya Allah berikan kesehatan dan kekuatan fisik pada Syaikh kami, dalam mengemban dakwah dan jihad di jalanMu.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Allahua'lam
Pondok Indah
5Jumadiltsani1436H/25-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #179
NASIHAT SYAIKH ALI HASAN HALABI PADA PENGIKUT ISIS

Bismillah
Berkata Syaikh Ali Hasan Halabi, setelah beliau menyampaikan pidatonya dalam acara pada hari Senin tgl 23 Maret 2015 di JI EXPO KEMAYORAN  "INTERNATIONAL CONFERENCE ON TERRORISM AND ISIS"
INDONESIA'S RESPONSE TO THE CHALLENGES OF TERRORISM AND ISIS"
Yang dihadiri dari perwakilan seluruh dunia, dalam kesempatan ini Syaikh Ali Hasan Al-halabi menasihati dan menyeru pada mereka yang telah bergabung dengan ISIS. Antara lain nasihatnya ialah:
"Nasihatku kepada mereka yang terjerumus pada ISIS atau DAISY, maka hendaklah dia kembali kepada keluarganya, kepada masyarakat, kepada tanah airnya agar menjadi warga negara yang baik. Dan juga memperbaiki hubungan kekeluargaan.
Agar dia melepaskan kefahamannya dahulu yang sesat yang menyimpang dan yang dia menganggap itu adalah perbuatan baik.
In syaa Allah masyarakat akan menerima mereka, sebab masyarakat Indonesia adalah masyarakat muslim yang kasih sayang, saling cinta mencintai penuh pengertian dan akan cepat menerima persatuan ini.
Dan mudah melupakan hal yang menyakitkan ini, musibah yang telah melukai mereka ini.
Dan usaha kita karena Allah dengan kalimat ini mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada kita dan pertolongan kepada Kita....
Allahua'lam.
JIEXPO-Kemayoran
3Jumadiltsani1436H/23-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #178
SAYANGILAH DIRI

Bismillah
Jadilah kamu seperti lilin, menerangi orang lain, walau dirinya hancur. Prinsip yang tidak dikenal dalam Islam, bagaimana seorang menyelamatkan orang lain mendahulukan orang lain padahal dirinya tidak selamat atau hancur dan musnah.
Kalau kita naik pesawat sebelum lepas landas maka salah satu pengumumannya adalah jika terjadi sesuatu maka akan keluar masker oksigen, maka pakailah dahulu baru membantu anak atau yang perlu dibantu.
Subhanallah, Islam agama yang indah, mulia sesuai dengan fitrah manusia. Karena Islam dari Allah Ta'ala  yang menciptakan manusia, maka Dialah Allah Yang Maha Tahu tentang manusia. Dan Allah Ta'ala menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang dalam bersikap terhadap dirinya.
Allah Ta'ala berfirman :
﴿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ(6)
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
Rosulullah shalallah 'alaihi wasalam, telah mencontohkan kepada kita, betapa beliau memulai dari dirinya baru kepada keluarga dan orang disekitarnya.
Inilah ajaran Islam, menuntun kita menyayangi diri kita dahulu  baru keluarga, saudara, teman dekat, dan masyarakat dan manusia pada umumnya.
Maka jangan beranggapan ada orang mau nengaisihi kita, membela kita, memperhatikan diri kita atau membantu kita, kalau kita membiarkan diri kita terpuruk.
Membiarkan diri kita sengsara, mengabaikan dan menterlantarkan diri sehingga kita tidak tahu hak-hak diri, apa yang baik untuk diri kita dunia dan akhirat.
Padahal dihadapan Allah Ta'ala nanti seorang akan egois menyelamatkan dirinya sebagaiamana hadits panjang dari Imam Bukhari dari Abu Hirairoh rodhiallah 'anhu dari Nabi shalallah'alaihi wasalam, yang menceritakan bahwa manusia nanti akan dikumpulkan dan manusia berbondong-bondong ingin mendapat syafaat dari Allah melalui nabi Adam 'alaihissalam namun Adam marah dengan mengucapkan Oh diriku, diri ku dan diriku, pergilah kamu sekalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh 'alaihissalaam.
Begitu juga Nabi Nuh 'alaihissalaam mengucapan Oh diriku, diri ku dan diriku, pergilah kamu sekalian kepada selainku, pergilah kepada terakhir mereka kepada Nabi Muhammad shalallah'alaihi wasalam.
Nabi Adam 'alaihissalaam kakek kita berlepas diri untuk menyelamatkan dirinya.
Nabi Nuh 'alaihissalaam  berlepas diri kepada keluarga dan kaumnya untuk menyelamatkan dirinya....
Lalu siapa kita, mau sperti lilin???
Sehebat apa kita mau menyelamatkan keluarga dan orang banyak???
Sayangilah diri kita
Selamatkanlah diri kita
Mantabkanlah diri kita
Perhatikanlah apa yang baik untuk diri kita jasmani dan rohani.
Barulah keluarga
Barulah karib kerabat
Barulah handai taulan
Barulah teman dekat
Barulah teman sejawat masyarakat.
Yang lebih mengenaskan dan menyedihkan ada seorang yang membunuh dirinya dengan bom, untuk membunuh orang lain.
Nabi siapa yang mereka ikuti?
Mengatas namakan jihad
Mengatas namakan Islam.
Padahal Islam berlepas diri dari kefahaman seperti itu.
Maka selamatkanlah diri kita.
Selamatkanlah keluarga kita.
Jika mampu barulah berusaha
Selamatkanlah karib keluarga kita.
Selamatkanlah siapa saja yang Allah beri hidayah keselamatan.
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa-dosa selain Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan kasih sayangilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari dan Muslim )
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Allahua'lam.
Pondok Aren
1Jumadiltsani1436H/21-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #177
JANTUNG SEHAT IMAN LEMAH

Bismillah
Berapa penuh saf-saf shalat subuh di tempat kita masing-masing?
Adakah suatu masjid yang sampai menyewa tenda menggelar tiker sampai ke luar untuk menampung jama'ah shalat subuh?
Kalau masjid kita sepi pada waktu dzuhur, ini wajar sebab kaum lelakinya kebanyakan bekerja atau berdagang sehingga sedikit jamaahnya.
Begitu juga waktu shalat ashar, kemungkinan belum pulang, shalat maghrib kena macet atau masih di jalan, ketika shalat isya sebagian sudah ada yang sampai tapi masih banyak yang kena macet atau masih di jalan, wajar masjid tidak terlalu penuh jam'ahnya.
Kalau shalat subuh atau shalat Fajr apa alasan kita?
Kaum lelaki yang  bekerja atau berdagang atau berusaha hampir semua masih dirumah, keumumannya belum berangkat, lalu apa masalahnya masjid masih sepi? Bahkan lebih sepi dari shalat maghrib, jika shalat maghrib kita masih jumpai anak-anak dan anak muda. Adapun shalat subuh??? Kebanyakan jamaahnya sudah beruban dan bungkuk-bungkuk, kemana anak-anak kita? Kemana pemuda kita?
Padahal untuk lari pagi, mereka sanggup sampai puluhan kilo meter,   bersepeda gelap-gelap sanggup menempuh jarak jauh. Pemandangan jantung sehat sangat menakjubkan dari yang tua sampai anak-anak, pemandangan bersepeda ria begitu semangat ....
Sayangnya untuk melangkah ke masjid masih banyak yang tidak kuat.
Inilah "Fenomena Jantung Sehat Iman Lemah"
Padahal Shalat adalah rukun Islam kedua setelah sahadat.
Dalil wajibnya shalat berjamaah bagi kaum laki-laki, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh. Kalau mereka mengetahui keutamaan yang terdapat dalam kedua shalat tersebut, mereka akan mendatanginya walau pun dengan merangkak.
Aku sangat ingin memerintahkan shalat (dikerjakan), lalu dikumandangkan iqomat dan kuperintahkan seseorang untuk mengimami para jama’ah. Sementara itu aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjama’ah dan membakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR. Bukhari no. 644 dan Muslim no. 651)
AllahuAkbar seandainya suatu negara menerapkan perintah ini, maka berapa banyak rumah-rumah yang terbakar.
Dan apakah rumah kita termasuk yang layak dibakar? Tentu jawabannya terpulang ke masing-masing kita.
Tentu masih banyak dalil-dalil yang lainnya yang tidak mungkin dimuat disini.
Maka gaya hidup kita hendaklah ditingkatkan menjadi pola hidup "JANTUNG SEHAT IMAN KUAT"
Bukankah Allah Ta'ala mencintai seorang mu'min yang kuat?
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.
Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim ; Ahmad, Ibnu Mâjah, an-Nasâ-i, dishahihkan oleh Syaikh al-Bani rahimahullah.
Mau kearah mana hidup kita?
Mau jadi apa generasi kita?
Jantung sehat iman lemah?
Jantung lemah iman lemah?
Jantung lemah iman kuat?
Jantung sehat iman kuat?
                SEKUAT APA KITA?
Rosulullah رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Seorang Nabi, seorang Rasul, seorang pedagang, seorang bapak dari istri-istri dan anak-anaknya.
Beliau seorang da'i, seorang pengajar, seorang murobbi, seorang mufti, seorang pemimpin, seorang imam masjidnya, seorang jendral perang, seorang yang membantu keluarga di rumah bahkan perkara-perkara yang kecil, menjahit baju sendiri.
Beliau....adalah suri tauladan kita...
Beliau....lambang seorang yang kuat jasad dan imannya.
Beliau....masih segudang suri tauladan yang ada?
Kita???
Beralasan tidak ke masjid karena lelah bekerja???
Tidak mau aktif dalam amal dakwah, karena sibuk kerja???
Tidak aktif kegiatan sosial dakwah, karena sudah punya keluarga?
Kita???
Ada yang tidak pernah hadir di majlis ilmu karena terlalu sibuk.
Tidak sempat membantu istri dan anak-anak karena sibuk.
Tidak dapat menjenguk sisakit karena tidak ada waktu?
Tidak dapat bermasyarakat karena sibuk.
Tidak sempat gotong royong lingkungan karena sibuk
Bahkan tidak sempat ta'ziah, mensolati tetangganya atau kenalannya apalagi mengantar ke kubur, karena sibuk.
Ketahuilah kesibukan kita dan kesendirian kita......
Adalah kuburan sebelum dikubur...
Maukah kita menghuni liang lahad dalam keadaan hidup?
Tentu tidak mau.......
Namun tidak sedikit diantara kita hidup  menyendiri di tengah keramaian keluarganya.
Shalat sendiri meninggalkan jamaah.
Individualis tidak hirau dengan lingkungan.
Tidak peduli dengan umat.
Tidak peduli dengan masyarakat.
Tidak peduli dengan dakwah Islam.
Tidak peduali.....hingga dia terbaring sendiri di liang lahad.
Ada yang merasa sudah berumur sehingga menyendiri menunggu dikubur.
Ketahuilah Sahabat besar Abu Ayyub Al-anshari rodhiallah'anhu, berjihad menunggang kuda menempuh jarak jauh hingga konstantonopel dalam usia 83 tahun.
Berapa tahun umur kita???
Allahumma Ya Allah jadikan hambaMu termasuk yang Engkau beri kekuatan jasmani dan Imani.
Allahua'lam.
Pondok Aren
28Jumadilula1436H/19-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #176
SESEHAT APA HATI KITA?

Bismillah
General Medical Checkup, adalah istilah kedokteran yang hampir semua kita mengetahui dan mungkin sebagian kita telah menjalankan atau melalukanya di Rumah sakit tertentu atau dengan seorang dokter tertentu. Dan tentu jika hasilnya semuanya normal maka legalah hati seseorang.
Yang jadi pertanyaan apakah selama ini dia juga memeriksakan dan mengamati sejauh mana hatinya?. Tentu yang dimaksud adalah hati yang non fisik.
Dalam kitab Al-Amman al Muntaqo min Ighotsatu Lahfaan".  Syaikh Ali Hasan Halabi, meringkas dari Ibnu Qoyyim rahimahullah.
Dalam bab menggapai hati yang sehat yang menerangkan sebagai berikut:
Ketika dalam hati kita ada dua kekuatan :
1). Kekuatan ilmu dan pembeda. 2). Kekuatan kehendak dan kecintaan.
Maka dua kekuatan ini yang akan menambah kesempurnaan sehatnya hati dengan apa yang bermanfaat untuknya, dan akan kembali kepada sejauh mana memanfaatkan dua potensi tadi untuk mengenal yang haq dengan ilmunya, dan juga membedakan antara yang haq dan yang bathil.  Juga memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan keinginan dan kecintaan dalam mencari kebenaran dan mencintai kebenaran dan mengutamakan yang haq terhadap yang bathil.  Maka barang siapa yang tidak mengenal yang haq, mestilah dia akan tersesat.
Barang siapa mengetahui yang haq dan mendahulukan kebatilan dibanding yang haq, maka dia adalah orang yang dimurkai Allah.
Barang siapa yang mengetahui yang haq dan mengikutinya maka dia adalah orang yang akan mendapat ni'mat atasnya.
Allah telah memerintahkan kepada kita untuk selalu meminta dalam setiap sholat kita, agar Dia Allah selalu menunjukkan kita jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan yang yang sesat.
Dari sini kaum Nasrani dijuluki kaum yang sesat, karena mereka adalah ummat yang bodoh.  Dan Yahudi dikhususkan dengan julukan kaum yang dimurkai, karena mereka menentang, dan keras.  Adapun ummat Islam disebut ummat yang mendapat nikmat.
Berkata Sufyan bin 'Uyaynah : "Barangsiapa yang sesat dari kalangan ahli ibadah kita, maka dia sama dengan kaum Nasrani, barangsiapa yang rusak dari kalangan ulama kita maka dia sama dengan kaum Yahudi".  Karena Nasrani beribadah tanpa ilmu, dan kaum Yahudi mengetahui yang haq tapi menyimpang darinya. 
Dalam kitab musnad, dan Turmizi dari hadist Adi bin Hatihim ra. : Dari Nabi saw. bersabda : "Al-Yahudu maghdubun 'alaihim, wan Nashoro dhoollun", artinya : "Kaum Yahudi yang dimurkai, dan kaum Nasrani yang sesat" (Riwayat Turmizy 2945, 2955, Ath-Thailasi 1040, dan selainnya dengan sanad yang baik).
Allah telah menggabung dua perkara dalam beberapa ayat di Alquran yang menggambarkan hal itu selalu berkaitan.  Sebagaimana ayat ini yang artinya :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran" (QS.  Al-Baqarah : 186).
Dalam ayat ini Allah menggabung antara dua perkara yang Allah minta pada seorang hamba, yaitu hendaklah hamba memenuhi (perintah Allah)  dan beriman kepada-Nya.
Firman Allah yang artinya :
"... Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah
orang-orang yang beruntung" (QS.  Al-A'raaf : 157).
Dalam ayat lain Allah menyatakan yang artinya :
(1). "Alif laam miim".  (2).  "Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa".  (3).  "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka".  (4).  "dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat".  (5).  "Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung"
(QS.  Al-Baqarah : 1-5).
Dan firman-Nya dalam Alquran yang artinya :
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa"
(QS.  Al-Baqarah : 177).
                        
                           Qolbu
Gumpalan darah di dada,
Penentu sehat dan tidaknya kita.
Benarlah apa sabda Nabi(saw) akhiruzaman
Yang berucap dari wahyu yang diwahyukan.
Hati ibarat benteng, dalam suatu peperangan
Dia adalah pusat perintah untuk tentaranya
Tentara mata, telinga, tangan, kaki dan yang   lainnya
Suatu pasukan besar dalam keutuhan jiwa raga.
Hati dengan dua pengawal kekuatan iradah dan mahabbah
Ke mana dia akan mengarah
Perintahnya...
Keputusannya
Kehendaknya
Tindakannya
Kebijaksanaanya
Dia ibarat kepala negara dengan dua kekuatan menteri iradah dan mahabbah
Dia yang mengarahkan antara dua lembah taat dan maksiat.........
Hati ibarat lautan bebas nan dalam
Kadang bergelombang kadang tenang.....
Bila tiupan angin mahabbah (cinta) membahana...
Bergelombang dan berombak
Menghempas semua yang ada
Ganas.....
Membentur dan menghantam semua rintangan
Tiada kenal lelah
Tiada kenal henti ...
Hingga sampai ke puncak gunung iradah,..
Cinta sejati, cinta pada ilahi Robbi
Mewarnai pelangi cinta-cinta makhluk-Nya...
Irodah bak alur-alur jurang di laut nan dalam.
Arus gelombang hati membawa kekuatan tersendiri
Bila ombak mahabbah dan gelombang irodah liar tak terkendali..
Musibah.....dan bencana dunia akhirat...
Dia akan menerjang apa yang ada
Melanda batas pantai syari'at
Merobohkan dinding kemuliaan
Bergejolak ombak nafsu...
Mencampakkan apa yang ada
Arus irodah yang buas
Menarik apa saja
Halal haram tiada beda
Kebenaran dan kemungkaran
Melumat habis ...apa saja
Mengikis...rasa malu
Jadilah dia ....serendah-rendah hewan melata
Hidup dengan dua kekuatan
‘Tuk puaskan nafsu semata
Bertumpu dengan kebuasan mahabah dan irodah.
Wahai Yang membolak-balikkan hati....
Tetapkan hati kami dalam Dien-Mu....
Satukan hati kami sebagaimana Muhajirin dan Anshor
Jadikan kekuatan mahabbah dan irodahnya hanya untuk-Mu ya Robbi
Jangan Kau sesatkan hati kami setelah Kau beri hidayah.....
Ya Allah ... kami mohon kecintaan-Mu dan cintanya orang-orang yang cinta kepada-MU
Dan kami minta kecintaan dengan amalan yang mendekatkan kami pada kecintaan-Mu
Kami sadar hal yang paling berharga dari sekian  banyak pemberian-Mu adalah hati
Di mana suatu hari tidak ada manfaat harta dan anak-anak kecuali hati yang selamat.
Ya Allah hiasilah hati kami dengan hiasan keimanan
Dan jadikanlah kami perantara sampainya hidayah bagi mereka yang Engkau beri hidayah
Ya Allah lembutkan hati kami dalam menerima perintah-Mu
Ya Allah mudahkan hati kami dalam memahami firman-Mu
Ya Allah jauhkan hati kami dari sifat  kemunafikan, kedustaan
Ya Allah jauhkan hati kami dari segala penyakitnya.....
Ya Allah hidupkan hati kami dengan iman dan semangat jihad......
Ya Allah jangan matikan hati kami sebagai mana matinya hati orang-orang kafir
Ya Allah janganlah Kau jadikan hati kami sekeras batu
Ya Allah janganlah Kau biarkan hati kami lalai dengan dunia yang fana
Ya Allah ... hamba ... mohon... kematian jasad ini... bersama... hidupnya... hati.. ini.. amiiin
Perth thn 2000
Allahua'alam
Gandul Cinere
27Jumadilula1436H/18-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.