MUTIARA NASIHAT #145
"SEGINI HARI MASIH SEKULER"

Bismillah
Krisis identitas telah melanda dan menimpa hampir semua agama. Materialisme, sekukerisme, atau apa saja yang menjauhi agama, kian digandrungi anak-anak muda laki dan wanita.
Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita prihatin dan berjuang untuk diri kita dan anak-anak kita agar warna keislaman jangan sampai luntur jangan sampai pudar, apalagi hilang dari rumah kita, kepribadian kita dan keturunan kita fal'iyyadzubillah.
Allah Ta'ala telah membekali kita dengan ayatNya:
{فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُولُواْ اشهدوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ}
Ali 'Imron : 64
Kalau mereka berpaling maka katakanlah "Saksikanlah sesungguhnya kami adalah muslim".
Maka PD saja menjadi seorang muslim dan muslimah. PD beratribut muslim,atau muslimah. Toh mereka PD ketika mengumbar aurat, mereka PD walau seperti hewan.
PD saja baik sebagai keluarga muslim, orang tua muslim, pemuda-pemudi muslim. Jangan hiraukan mereka yang mewarnai kehidupannya dan keluarganya dengan warna barat atau warna-warna sekuler.
Bahkan kita katakan pada mereka "Segini hari masih sekuler?"
Bukankah qiamat kian dekat???
Kematian datang setiap saat???
Kain kafan selalu menanti???
Wabah penyakit mulai bermacam-macam???
Peperangan merajalela???
Pembunuhan didepan mata kian banyak???
Kehidupan kian berat dan persaingan kian buas???
"Segini hari masih sekuler, segini hari masih belum mau taubat???"
Hal demikian telah Allah ingatkan kepada hambanya dengan firmanNya :
. فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Al an'am 44
Waspadalah waspadalah waspadalah....Dengan ni'mat yang menipu dan membawa kehancuran.
Allahumma .....
Ya Rabb kami jangan Engkau sesatkan kami setelah Engkau beri hidayah kepada kami, dan berilah kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
qs 3:8
Allahua'lam.
Pondok Aren
11Robi'Akhir 1436H/31-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
 Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #144
MENGEJAR HUSNUL KHOTIMAH DITENGAH KEHIDUPAN DUNIA.

Bismillah
Mungkin kita seorang pekerja kantor, pelaku bisnis, atau wiraswasta, atau pedagang besar, pedagang kaki lima, pedagang asongan, pemulung, atau ibu rumah tangga dengan anak banyak, sibuk masak dll, atau seorang pengajar, pelajar dan sebagaianya, sesibuk apapun kita maka sempatkanlah dengan amalan yang kalau kita amalkan mudah-mudahan mendapat rizki husnul khotimah. Sebagaimana hadits mulia di bawah ini:
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ:
 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْت
َ مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ .
Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , "Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan:
ALLAHUMMA ANTA RABBII LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANII WA ANA 'ABDUKA WA ANA 'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA'TU ABÛ`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBII FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRU ADZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA
(Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).
“Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga".
Hadits ini shahih Imam al-Bukhari, Imam Nasai', Imam ath-Thabarani, al-Hâkim, Imam Ahmad, Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah  dan lainnya dari Shahabat Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu
Amalan yang singkat, bisa kita baca dalam kemacetan, dalam sela-sela kerja, waktu-waktu senggang, atau dirumah sejenak setelah penat kerja atau kesibukan dunia. Doa yang tidak memakan waktu lama hanya semenit kurang.
Tapi ingat saba Nabi shalallah 'alaihi wasalam dalam hadits tadi kalimatnya "Dengan penuh keyakinan"
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang yakin dan mau mengamalkan hadits tersebut sehingga suatu saat menghadap Allah dengan zaminan surgaNya.
Allahumma Ya Allah mudahkan kami mengamalkan apa-apa yang baik untuk kami dunia dan akhirat.
Allahua'lam
Pondok Aren
10Robi'Akhir 1436H/30-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #143
MAUKAH KITA PUNYA KENDARAAN TIDAK PAKAI REM?

Bismillah
Apakah kendaraan pribadi yang paling mahal? Berapa mahalnya dan sejauhmana indahnya?
Subhanallah, Nabi shalallah 'alaihi wasalam mengajarkan kepada kita agar kita berhati-hati, tidak mudah mengumbar aib saudaranya sesama muslim, sebab menyebar aib mereka sama dengan mengumbar aib sendiri bahkan seperti mengumbar aib keluarga kita, fal'iyadzubillah.
Maka hadits-hadits tentang menyebar aib ibarat rem dalam kendaraan. Bagaimana seorang mempunyai kendaraan yang mewah atau sederhana modern atau lama apapun kendaraan seseorang bagaimana kalau tanpa rem???
Tentu tidak seorangpun mau berkendaraan tanpa rem.
Oleh sebab itu adakah kita tega mengumbar aib sendiri? Sanggupkah kita mengobral aib keluarga kita? Tentu setiap orang yang normal akan berusaha sekuat tenaga menutup aib dirinya dan keluarganya  juga aib saudaranya.
Karena itulah kita perlu rem dalam kendaraan kita dan jadikanlah hadits-hadits yang mulia dari  Nabi kita shalallah 'alaihi wasalam sebagai rem agar kita tidak kebablasan kejurang dosa, atau jurang penghancur amal kita.
Beberapa hadits-hadits yang mulia di bawah ini mudah-mudahan menjadi rem bagi kita.
لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak." (HR. Muslim)
مَنْ سَتَرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ فِي الدُّنْيَا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa menutupi (aib) saudaranya sesama muslim di dunia, Allah menutupi (aib) nya pada hari kiamat." (HR. Ahmad)
Sebaliknya, siapa yang mengumbar aib saudaranya, Allah akan membuka aibnya hingga aib rumah tangganya.
مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَشَفَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ كَشَفَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ بِهَا فِي بَيْتِهِ
"Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya." (HR. Ibnu Majah)
  أحمد (2/274) و (4/153) قال الألباني في صحيح ابن ماجه (ح2063) ( صحيح ) وهو في صحيح الجامع: انظر حديث رقم (6287) وقال صحيح ، والصحيحة (2341).
Dan bukan itu saja bahkan termasuk sunnah, ketika seorang wafat maka yang terbaik dan paling berhak yang memandikannya adalah karib keluarga terdekat agar tidak tersebar aibnya. Kalau tidak ada yang mampu barulah orang lain dengan syarat yang pandai menutup aib, selain memahami sunnah-sunnah urusan jenazah.
Allahumma Ya Allah, tutuplah aib-aibku dan aib keluargaku dan aib saudara-saudaraku kaum muslimin
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahua'lam
Pondok Aren
9Robi'Akhir 1436H/29-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #142
JANGAN SAMPAI 4 HAL INI MASIH MELEKAT PADA DIRI KITA

Bismillah
Rasulullah shalallah'alaihi wasalam sangat sayang dengan umatnya, sehingga dalam setiap kesempatan  beliau selalu berpesan untuk kebaikan umatnya.
Beruntunglah siapa saja yang mendapatkan pesan-pesan Beliau, sehingga dengan mendengarnya dia dapat mengamalkan dengan benar apabila itu perintah. Dan sebaliknya dia dapat menjauhinya jika itu berupa larangan atau ancaman.
Dalam kesempatan ini kita akan mencoba menikmati kilauan mutiara hadits Beliau. Mudah-mudahan kilauan cahaya sunnahnya dapat menerangi kegelapan dada-dada kita, dapat mencairkan kebekuan akal kita, dapat menghilangkan sisi gelap yang masih ada pada diri kita.
Diantara sisi gelap atau sifat jahiliyah yang kadang masih ada pada seseorang antara lain sebagaimana dijelaskan oleh  Beliau dalam salah satu hadits sahih dibawah ini:
 , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ : " أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لا يَتْرُكُوهُنَّ : الْفَخْرُ فِي الأَحْسَابِ , وَالطَّعْنُ فِي الأَنْسَابِ , وَالاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ , وَالنَّيِاحَةُ " .
حديث صحيح، أخرجه مسلم 934 بطوله، وعبد الرزاق 6686، وابن أبي شيبة 3/390. انظر: تخريج عبد الرزاق المهدي لأحاديث فتح المجيد، ص 326.
Artinya : Empat perkara jahiliyah yang masih dilakukan umatku: Berbangga-bangga dengan kebesaran leluhur, mencela keturunan, mengaitkan turunnya hujan kepada bintang-bintang dan meratapi mayit" ( HR Muslim, Abdurrazaq, Ibnu Abi Syaibah)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa keempat perkara tersebut termasuk jahiliyah, yaitu:
1.    Berbangga-bangga dengan leluhur.
Allah tidak melihat leluhur kita siapa, atau memasukan kita kesorga karena kita anak orang terpandang, bahkan tidak boleh seorang hanya mengandalkan leluhurnya bukan keimanan dia dan ketakwaannya. Allah menegaskan pentingnya ketakwaan dalam hal ini dengan firmanNya:
 "إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ"[الحجرات:13]
Sesungguhnya yang mulia disisi Allah adalah yang taqwa. Qs Hujurat:13.
2.    Mencela keturunan.
Menghina atau menyatakan suatu yang aib, atau kekurangannya, atau seorang mengagungkan dirinya dan merendahkan orang lain.
 وعندما عيَّر أبو ذر رضي الله عنه رجلاً بأمه، قال له النبي صلى الله عليه وسلم: "أعيَّرته بأمه؟ إنك امرؤ فيك جاهلية"
Abu dzar rodhiallah 'anhu pernah memaki seseorang dengan mencela ibunya. (sehubungan dengan itu) Rasulullah menegornya
Sabdanya, ”Hai Abu Dzar! Mengapa engkau maki dia dengan mencela ibunya? Rupanya engkau masih berpikiran seperti jahiliyah.” ( Bukhari )
3.    Mengaitkan turunnya hujan kepada bintang-bintang.
Perkara meramal hujan dan mengaitkannya dengan bintang-bintang tertentu maka hal yang tercela. Bahkan bisa syirik.
4.    Meratapi mayit.
Nangis dengan berteriak-teriak, mengoyak baju, memukul pipi atau kepala, atau memecah barang-barang dll dari adat jahiliyah yang semua itu seperti menolak taqdir atau mengingkari takdir dll.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Apabila keluarga mayit membuatkan makanan lalu mengundang orang-orang, maka ini bukanlah sesuatu yang disyari’atkan. Semacam ini termasuk ajaran yang tidak ada tuntunannya. Bahkan Jarir bin ‘Abdillah mengatakan,
كُنَّا نَعُدُّ الِاجْتِمَاعَ إلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَتَهُمْ الطَّعَامَ لِلنَّاسِ مِنْ النِّيَاحَةِ
“Kami menganggap bahwa berkumpul-kumpul di kediaman si mayit, lalu keluarga si mayit membuatkan makanan, ini termasuk niyahah (meratapi mayit yang jelas terlarang).”
Bahkan yang dianjurkan ketika si mayit meninggal dunia adalah orang lain yang memberikan makanan pada keluarga si mayit (bukan sebaliknya). Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendengar berita kematian Ja’far bin Abi Thalib, beliau mengatakan,
اصْنَعُوا لِآلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ
“Berilah makan untuk keluarga Ja’far karena mereka saat ini begitu tersibukkan dengan kematian Ja’far.” (Majmu’ Al Fatawa, 24/316-317.)
Sayangnya masih ada diantara kaum muslimin yang tidak mengetahuinya tentang hadits yang mulia ini. Atau ada yang telah mengetahuinya tapi mengabaikannya sebab sudah menjadi tradisi. Atau berat untuk melepasnya karena lingkungan seperti itu dan berbagai alasan lainnya.
Allahumma ya Allah ampunilah kami, dan angkatlah pada diri kami perkara-perkara jahiliyah yang membawa kerugian pada kami.Aamiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahua'lam
Pondok Aren
8Robi'Akhir 1436H/28-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #141
TIDAK ADA ISTILAH TERLAMBAT BERBAKTI SETELAH WAFATNYA

Bismillah
Kesedihan tiada tara kadang kita alami ketika dua orang tua kita telah tiada.
Dan kesedihan itu kian mendalam bak gelombang arus samudra yang ada di dada yang setiap saat membelah iga-iga yang rapuh adanya.
Kian seorang mengingat semasa hidupnya kurang berbakti pada orang tuanya.....bahkan mungkin pernah durhaka......Maka kian begemuruh dadanya dan kian tertumpah ruah air matanya.
Tapi bukan itu yang  didambakan dan diperlukan kedua orang tua kita yang telah tiada.
Kadang seorang ingin berbakti dan menyenangkan pada mereka, namun ketika itu masih papa tiada daya upaya bahkan menjadi beban belaka.
Namun setelah ketiadaan mereka, dia makmur rizkinya mengalir bak air diriak sungai, bahkan kadang melimpah ruah, tapi kedua orang tua telah tiada.
Mereka mengecap kesengsaraan anaknya dan berlalu menghadap Ilahi ketika kesenangan datang menyelimuti buah hatinya.
Beribu fenomena keadaan seorang anak dengan kedua orang tua semasa hidupnya.
Namu semua itu tidak ada istilah terlambat.
Allah Ta'ala telah memberi solusi terbaik melalui lisan NabiNya yang mulia shalallah 'alaihi wasalam, dalam hadits dibawah ini:
   جاءه رجل من بني سلمة فقال: يا رسول الله: هل بقي علي من بر أبوي شيء أبرهما به بعد موتهما؟ قال: "نعم، الصلاة عليهما، والاستغفار لهما، وإنفاذ عهدهما من بعدهما، وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما، وإكرام صديقهما".
Seseorang datang kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dari Bany Salamah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau bersabda, “Ya, engkau mendoakan keduanya, memohonkan ampunan untuk keduanya, menunaikan janji keduanya, memuliakan teman keduanya, dan silaturahmi yang tidak tersambung kecuali dengan keduanya.” (Hadits sahih R. Al-Hakim، Abu Daud)
Jika seorang berhutang dengan pihak-pihak lain dan dia berusaha keras membayarnya karena resiko duniawi baik ancaman, tagihan, bahkan penjara dan mungkin nyawa.
Maka hutang kita dengan orang tua lebih-lebih lagi wajib kita tunaikan. Apalagi ketika semasa hidup mereka kurang kita perhatikan, atau bahkan kita abaikan, atau kita sia-siakan dan sebagainya.
Maka bakti seorang anak kepada kedua orang tua senantiasa menjadi hutang manusia selama ruh masih dikandung badan, selama jantung masih berdetak, selama nadi masih berdenyut, dan selama napas masih berembus.
Maka menjadi anak soleh dan solehah merupakan solusi pertama dan mujarab sebab Nabi shalallah 'alaihi wasalam menyatakan:
-: إذا مات الإنسانُ، انقطَع عنه عمله إلاَّ من ثلاثة: إلاَّ من صدقة جارية، أو عِلْم يُنْتَفع به، أو ولَد صالح يدعو له))؛ رواه مسلم 1631.
Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka amalnya terputus, kecuali tiga perkara: … , anak soleh yang mendoakannya, ilmu yang bermanfaat, shodaqoh jariyah.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, sangat keliru jika ada orang yang beranggapan bahwa baktinya dengan mengirim atau menghadiakan bacaan surat2 tertentu dari Quran. Atau menabur bunga dan air mawar dipusara mereka, bahkan ada yang membangun dan memperindah kuburnya dengan kemegahan, marmer, batu nisan yang mewah dan lainnya.
Seandainya itu diperintah oleh agama....maka Nabi shalallah 'alaihi wasalam akan memerintahkannya dan niscaya para sahabat akan berlomba-lomba dalam hal itu.
Bakti seorang anak kepada orang tua senantiasa menjadi hutang yang harus ditunaikan sampai ia bertemu dengan Allah Ta’ala. Mereka sangat membutuhkan doa yang tulus dari buah hati yang soleh dan solehah, serta permohonan ampun sehingga mereka mendapatkan limpahan rahmat dan ampunan dari Allah karenanya.
Dalam suatau riwayat Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda:
 ((إن الله - عزَّ وجلَّ - ليرفع الدرجة للعبد الصالح في الجنة، فيقول: يا رب أنَّى لي هذه؟ فيقول: باستغفار ولدك لك))؛ رواه أحمد (10232)، وابن ماجه (3660)، وحسَّنه الألباني في \"مختصر السلسلة الصحيحة\" (1598).
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Lantas ia bertanya, ‘Wahai Rabb, mengapa aku mendapatkan ini?’ Allah menjawab, ‘Karena permohonan ampunan anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad, Ibnu Maajah, dan dihasankan oleh AlBani)
Allahumma ya Allah rahmatilah mereka, ampuni dosa-dosa mereka dan tinggikanlah derajatnya kumpulkan mereka bersama NabiMu, dan orang-orang yang Siddiq, Syuhada dan orang-orang Soleh. Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Allahua'lam
Duhai... mereka yang tiada berbakti ketika mereka masih hidup.
Jangan pernah berputus asa selama hayat masih dikandung badan.
Mungkin hati mereka pernah hancur bak tembikar terhempas ke lantai, karena tingkah laku kita saat itu.
Namun kita masih dapat membangun mahligai mereka di alam barzakh dan membuat tinggi derajat mereka di jannah.
Petuah Nabi kita yang mulia... yang tiada dari hawa nafsunya.
Petuah Nabi kita yang tak pernah dusta, ianya semata wahyu yang tercurah dari Robbnya.
Tempulah jalannya dan amalkanlah petuah-petuahnya niscaya kedua orang tua kita bahagia di alam baqa dan di jannah.
Jadikan diri soleh dan soleha, niscaya mereka akan kaya dengan doa kita.
Mohonkan ampun pada Ilahi niscaya tinggi derajat mereka.
Tunaikan janji keduanya, merekakan bahagia selamanya.
Muliakan teman-temannya , dan sambungkan tali persaudaraannya.
Itu semua kekayaan mereka diakhirat dan kebahagiannya.
Cukupkan apa yang sudah dipetuahkan Nabi kita niscaya kita akan selamat.
Berlebih-lebihan dan berbuat yang tiada dasarnya adalah kerugian yang tiada tara.
Diantara yang tercela adalah meratap meraung, berpesta makanan,
Allahua'lam
Pondok Aren
7Robi'Akhir 1436H/27-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #140
SIAPA YANG MAMPU I'TIKAF SEBULAN DI MASJID NABAWAI?

Bismillah
Kalu kita harus tinggal sebulan di Masjid Nabawi, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Untuk tiket pulang pergi? untuk hidup selama di sana? Dan bukan itu saja kalau dia kepala keluarga berapa harta yang harus dibekali untuk keluarga yang ditingglkan? Dan seandainya dia seorang pebisnis yang setiap harinya menghasilkan uang berapa yang harus dikorbankan kalau sebulan? dan lain-lainnya yang hampir-hampir setiap kita berat sekali untuk melakukannya kecuali hamba Allah yang diberi kemudahan Allah Ta'ala.
Tapi jangan kecil hati, hal yang berat itu bisa diganti dengan yang lebih ringan tanpa harus mengeluarkan biaya atau pengorbanan yang begitu banyak. Mari kita simak hadits mulia di bawah ini.
(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ ، ثَنَا السَّرِيُّ بْنُ مِهْرَانَ ، ثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ قَيْسٍ ، ثَنَا سُكَيْنُ بْنُ أَبِي سِرَاجٍ ، ثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ ، عَنِابْنِ عُمَرَ ، أَنَّ رَجُلا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ ؟ وَأَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً ، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا ، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا ، وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حَاجَةٍ ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا ، وَمَنْ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ ، وَمَنْ كَتَمَ غَيْظَهُ ، وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ ، مَلأَ اللَّهُ قَلْبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رِضًا ، وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى يُثْبِتَهَا ، أَثْبَتَ اللَّهُ قَدَمَيْهِ يَوْمَ تَزُولُ الأَقْدَامُ "
Nabi shallallahu ‘Alaihi wa sallam: “Orang yang paling dicintai oleh Alloh ‘Azza wa jalla adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain. Amalan yang paling dicintai oleh Alloh adalah kesenangan yang diberikan kepada sesama muslim, menghilangkan kesusahannya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh, aku berjalan bersama salah seorang saudaraku untuk menunaikan keperluannya lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan lamanya. Barangsiapa berjalan bersama salah seorang saudaranya dalam rangka memenuhi kebutuhannya sampai selesai, maka Alloh akan meneguhkan tapak kakinya pada hari ketika semua tapak kaki tergelincir. Sesungguhnya akhlak yang buruk akan merusak amal sebagaimana cuka yang merusak madu.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dengan sanad hasan)
Selamat menjalankan kiat-kiat dari Nabi shalallah 'alaihi wasalam. Tidak perlu cari travel, tidak perlu cari tiket pp, tidak perlu biaya banyak dll.
Ternyata dari kesusahan saudara kita jika dia memerlukan bantuan kita, baik untuk menyenangkannya atau memberi sedikit kebahagiaan.
Atau membayar hutangnya, memberi makan, atau menemaninya untuk mencukupi keperluannya. Banyak perkara yang kita dapatinya jika ikhlash dan benar  diantara keutamaannya adalah:
1. Seperti i'tikaf sebulan di masjid Nabawi.
2. Dimantabkan kakinya dalam menyebrangi shiroth, agar tidak terpleset atau jatuh  ke Neraka.
SELAMAT MECOBA, SEMOGA DIBERI KEMUDAHAN OLEH ALLAH
Aamiin Yaa Rabbal'alamiin.
Allahua'lam.
Pondok Aren
6Robi'Akhir 1436H/26-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #139
SUDAH LAMA AKU TAK BERPUISI

Bismillah
Ketika coretan tintaku tak lagi tajam
Ketika khayalku kian tumpul
Ketika susunan kata-kataku terbata-bata.
Ketika imajinasiku kian pudar.
Aku bersyukur pada Ilahi Robbi, terlahir kebumi ini.
Aku lebih bersyukur lagi, terlahir dalam Islam.
Aku lebih-lebih bersyukur lagi diperkenankan Ilahi ntuk merasakan setetes embun hidayah sunnah ini.
Ku tengok kanan-kiri, duhai masih banyak saudaraku sesama muslim yang berlumuran  noda syirik.
Duhai...sesaknya dada ini melihat diantara mereka yang masih ada meninggalkan shalat.
Tidak sedikit diantara mereka bergelimangan dengan bid'ah.
Dan hanyut dalam hembusan nafsu syahwat.
Semoga embun hidayah sampai pada mereka tetesannya.
Biarlah tumpul penaku dalam berpuisi.
Jangan tumpulkan ntuk menores MUTIARA NASIHAT ini.
Biarlah ku tak pandai lagi berimajinasi namun ku mengharap bertambah ilmu tentang kalam Ilahi.
Aku masih sangat haus untuk meneguk air murni sunnah.
Sedangkan jalan masih terbentang panjang.
Tetes demi tetes tak terasa sudah telah ternikmati....Alhamdulillah.
Namun samudra dakwah masih terbentang luas tak bertepi.
Ombaknya yang kadang ganas menerjang.
Kian dalam kita menyelam, kian kuat arus mengancam.
Karang-karang yang tajam selalu siap mengoyak perahu jiwaku....
Kadang kabut keputus asaan menyelimuti lajunya perahu dakwah keluarga dan handai taulan.
Namun kalam Ilahi ini
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. QS. Al Fushilat ayat 33 :
Ayat mulia ini ibarat pecut yang menyebat punggungku ntuk terus maju berdakwah.
Ntuk terus menulis walau dalam keterbatasan ilmu, kepapaan ketika menyampaikan kata-kata.
Pecut itu kian terasa memdihkan kala ku tengok buah hatiku yang masih hijau.
Pecut itu kian terasa perih kala ku tengok keluargaku masih jauh dengan sunnah.
Pecut itu terasa membakar kulitku kala kulihat lingkunganku....masih jauh dari cahaya sunnah.
Semoga guru-guruku tak jemu dalam menegurku.
Semoga saudar-saudaraku seaqidah tidak jenuh menasihatiku.
Semoga siapa saja yang melihat kekuranganku mau membimbingku.
Semoga setiap yang membaca tulisanku memaafkanku.
Seandainya tidak bermanfaat, cukuplah dia tidak menyeretku kepengadilan Yang Maha Adil.
Semoga Allah mengampuni kita semua Aamiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahua'lam
Pondok Aren
4 Robi'ustaani 1436H/24-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #138
ALLAHU A'LAM


Bismillah

Subhanallah betapa indahnya aturan syareat Allah Ta'ala. Mengatur manusia dari perbuatan raga, hati dan lisan. Diantara aturan yang berkaitan dengan lisan adalah kalimat Allahua'lam atau sebagian mengucap wallahua'lam.
Sebagaimana ucapan sahabat Ibnu Mas'ud rodhiallah'anhu yang termaktub dalam kitab al Midkhal ilassunanil Kubro, lil Baihaqi 2/171, syamilah:
حَدَّثَنَا حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ فُورَكٍ ، أنبا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ ، ثنا يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ ، ثنا أَبُو دَاوُدَ ، ثنا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي الضُّحَى ، عَنْ مَسْرُوقٍ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : " مَنْ كَانَ عِنْدَهُ عِلْمٌ فَلْيَقُلْ بِعِلْمِهِ ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ عِلْمٌ فَلْيَقُلِ : اللَّهُ أَعْلَمُ ؛ فَإِنَّ اللَّهَ قَالَ لِنَبِيِّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ : قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ
...dari Abdullah, beliau berkata: Barang siapa disisinya ada ilmu, maka berkatalah dengan ilmunya, barang siapa disisinya tidak ada ilmu maka hendaklah berucap: Allaahu A'lam.....
Adapun para Sahabat rodhiallah'anhum ajma'in berucap dengan kalimat Allahu wa Rasuluhu a'lam. Hal tersebut dikarenakan Nabi shalallah 'alaihi wasalam masih hidup, namun setelah meninggalnya Beliau maka ucapan berubah menjadi Allahua'lam atau Wallahua'lam. Sebagaimana yang telah difatwakan oleh para ulama diantara dalam lajnah daimah

 فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء في السعودية (ج 3/ص 241): (وقوله: (الله ورسوله أعلم) يجوز في حياة الرسول صلى الله وعليه وسلم، أما بعد وفاته فيقول: الله أعلم؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم بعد وفاته لا يعلم ما يحدث بعد وفاته. وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء)

Yang artinya ucapan Allah wa Rasuluhu a'lam boleh diucap ketika Nabi shalallah'alaihi wasal masih hidup adapaun ketika wafatnya maka ucapkanlah Allahua'lam.
Karena setelah wafatnya Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam Beliau tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
SALAH FAHAM DENGAN KALIMAT ALLAHU A'LAM.
Sebagian kita kalau mendengar seorang Ustadz atau gurunya atau temannya yang ditanya suatu hal tertentu kemudian dia menjawab dan ditutup dengan kalimat Allahua'lam sikap sipenanya merasa tidak puas bahkan menjadi ragu karena seolah-olah kalimat Allahua'lam membuat tidak jelas.
Padahal jawaban seseorang bisa benar dan bisa salah, dan adabnya tetap ditutup dengan kalimat Allahua'lam.
جاء عند مسلم عن مسروق، قال:....
فإن مِن فقه الرجل ان يقول لما لا علم له به: الله أعلم.
Dari Muslim hadits dari Masruq singkatnya ucapan Abdullah ibn Mas'ud: dari tanda faqihnya seseorang dia mengatakan Allahua'lam dari apa yang dia tidak tahu.
TAKUTNYA PARA SAHABAT BERKATA TANPA ILMU.
عن شعبة، عن سليمان، عن عبد الله بن مرة، عن أبي مَعْمَر، قال:قال أبو بكر الصديق، رضي الله عنه:
{ أيّ أرض تقلّني وأي سماء تظلني؟ إذا قلت في كتاب الله ما لا أعلم }.(رواه الطبري في تفسيره (1/ 78).
Berkata Abu Bakar Asshiddiq : "Bumi mana yang akan menopangku, dan langit mana yang dapat menaungiku, jika aku berucap tentang kitab Allah tanpa ilmu".
Allahu akbar siapa kita ....dibanding ilmu Abu Bakar rodhiallah'anhu,  tentu seperti langit dan sumur yang paling dalam itu seandainya sumurnya berair. Bukan mustahil diantara kita  sumur yang dalam yang kering dari mata air.
Maka setiap yang pernah membaca MUTIARA NASIHAT dari awal sampai akhir jika menjumpai perkara yang tidak ilmiyah atau salah maka mohon dikoreksi, seperti kalimat yang biasa tertulis di akhir Nasihat kadang ada kalimat wallahu'alam kadang tidak ada dan yang tepat adalah Allahua'lam.
Dengan senang hati dan mengharap pada Allah, agar ada dari hamba Allah yang mau berbagi ilmunya untuk mengoreksi menegur meluruskan perkara yang tidak sesuai dari standar keilmiyahan yaitu Firman Allah, sabda Nabi shalallah'alaihi wasalam, dan ucapan para Sahabat rodhiallah 'anhum.
Robby zidny 'ilma "Ya Rabku tambailah ilmuku"
Aamiiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahua'lam
Pondok Aren
3 Robi'ustaani 1436H/23-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
www.yusna.com

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.