MUTIARA NASIHAT #302
BICARALAH SEMAU KITA

Bismillah
Ada beberapa pernyataan yang biasa kita baca atau kita dengar:
"Menurut saya Maulid Nabi itu boleh"
"Menurut saya itu bukti kecintaan pada Nabi kita"
"Menurut saya, mengucapkan selamat natal tidak apa-pa"
"Menurut saya natal itu seharusnya dirayakan bukan hanya oleh orang kristiani saja, bahkan orang Islam seharusnya juga ikut merayakan.
"Maulud Nabi tidak perlu dalil, sebagaimana kita merayakan maulud kelahiran kita tidak perlu dalil".
Dan masih banyak pernyataan ada, yang tidak mungkin kita muat di forum singkat ini.
Dan di bawah ini ada pernyataan dari Allah Ta'ala yang menciptakan kita, yang membuat lisan kita, yang memberi kesehatan pada kita,  kelancaran lisan kita dalam berucap.
Dan juga hadits-hadits Nabi shalallahu 'alaihi wasalam yang tidak berucap dengan hawa nafsu, akan tetapi dari wahyu yang diwahyukan kepadanya.
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ [ق : 18]
"Tidak ada suatu ucapan yang terucap kecuali ada malaikat yang dekat yang mencatat ( Qs Qof:18)
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi)
 عن أبي هريرة رضى الله عنه أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول : «إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين فيها يزلُّ بها إلى النار أبعد ما بين المشرق والمغرب»
Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
( يا رسول الله : وإنا لمؤاخذون بما نتكلم به ؟ فقال : ثكلتك أمك يا معاذ , وهل يكب الناس في النار على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم )
(Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:“Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
Semoga ayat di atas dan beberapa potongan hadits-hadits Nabi shalallahu 'alaihi waslam tentang lisan, dapat menjadi pertimbangan siapa saja yang berucap tentang sesuatu, terutama tentang agama, tentang halal haram, tentang fatwa,........
Allahumusta'aan
Allahumma ya Allah tolonglah kami,  dalam mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah pada-Mu.

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169
Hp 081310144169
Fb Abdul Rahaman Ayub
BB 56D39801

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.