MUTIARA NASIHAT #288
BANGKAI TETAP BANGKAI

Bismillah
Ketika jalanan macet, sempat-tengok selokan yang begitu kotor ada tikus keluar dari lobang yg kotor, dan sepertinya asik sedang berendam dan memakan makanan yang kotor.
Kita pernah mendengar atau melihat, burung bangkai berebut bangkai yang berbau busuk, mencabik-cabik bangkai dengan paruh dan kukunya yang tajam, ada yang mendapat bagian isi perutnya yang sudah busuk, ada yang bagaian dagingnya dan lainnya...namun ada juga yang tidak mendapatakan sama sekali, karena persaingan yang begitu ketat, hingga hanya mendapat bau busuk bangkai itu.....
Kalau ilustrai ini kita kembangkan terus maka saya kawatir diantara pembaca bisa muntah, atau jadi tidak enak makan, karena bangkai tetaplah bangkai......yang bau menjijikan, memuakkan,  memualkan.....
Namun itulah dimensi..cara pandang berbeda, ...kita mual meliat bangkai diperebutkan, namun tikus, burung bangkai, heina dll, binatang-binatang itu dengan lahapnya..berebut memangsa....
Dimensi dan sudut pandang berbeda, Allah Ta'ala dan Nabinya yang mulia, menyamakan duni yang kita perebutkan dengan bangkai, sebagaimana riwayat yang sahih dari Jabir bin Abdillah radhallah 'anhu berkisah, “Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam, melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat). Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا:وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah n kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)
Maka terserah kita mau menjadikan dunia ini sebagai bangkai sehingga hanya sekedar tidak melupakannya , atau yang menikmati seperti tikus atau burung bangkai yang berebut...
Berebut dan mencabik-cabik dagingnya,  kulitnya..., ekornya.. bahkan isiperutnya yang penuh kotoran yang berbau busuk, busuk karena tidak mengenal halal haram....bahakan diantara manusia ada yang mendapatkan baunya saja...bahkan dengan meninggalkan kehidupan akhirat.
Tidak sempat shalat mengaji, beribadah hanya sekedar bangkai yang bau busuk, bahkan ada yang hanya bau busuk bangkai yang dibawa mati....
laa haulaa wala quwwata illa billah.
Allahua'lam.
Jaya Baya
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
WA.081310144169
Hp 081310144169
Fb Abdul Rahaman Ayub

BB 56D39801

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.