MUTIARA NASIHAT #282
TAUBAT DAN HEMAT???

Bismillah
Allah Ta'ala Maha Penyayang dan juga Maha Pengampun, menyediakan ampunan bagi siapa saja yang ingin bertaubat dari segala dosa yang ada....
Firman Allah Ta'la:
 قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ [الزمر : 53]
Katakanlah,"Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
az-zumar-ayat-53
Allah Ta'ala Maha Penerima Taubat, Maha Pengampun, marilah kita menyambut seruan Allah Ta'la untuk segera bertaubat.
Taubat tentunya mempunyai syarat, sebagaiman yang telah dibahas oleh para ulama diantaranya:
1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya.
Dan yg ke 4 jika berkaitan dengan hak-hak manusia hendaklah dia kembalikan dan meminta kehalalan,kemaafan dll.
Bukan hanya itu Islam mengajarkan kita untuk menghapus dengan berbuat baik bukan pasif, sebagai mana hadits dibawah ini:
قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم
(( اتَّقِ الله حيثما كنتَ، وأتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحسَنَةَ تَمْحُهَا، وخالِقِ الناسَ بخلُق حسن ))
[ حديث حسن، أخرجه الترمذي ]
RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam beliau bersabda : “Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “
[Hadits ini hasan. Diriwayatkan oleh : Ahmad , at-Tirmidzi , ad-Darimi dan al-Hâkim ]
Dalam hadits di atas ada kalimat iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik untuk menghapusnya......
Bagaimana seharusnya sikap kita???
Kalau dulu boros dalam maksiat kenapa sekarang hemat dalam taat???
Kalau dulu kuat olah raga kesana kemari dan meninggalkan shalat
Kenapa sekarang berat untuk ke masjid, ke majlis-majlis ilmu ???
Dahulu kuat bergadang....nonton perkara maksiat, kenapa sekarang berat untuk tahajjud???
Dahulu royal untuk saweran, tiket bola, bioskop, rokok, traktir untuk ulang tahun, pesta tahun baru, ketempat-tempat hiburan dll.
Kenapa sekarang hemat untuk infaq, bantu yayasan islam, bantu masjid, nyumbang dana kajian, sedekah dll????
Kalau dulu berbangga dengan dosa-dosanya, kenapa sekarang malu berbuat kebaikan???
Bahkan ironisnya.....seolah-olah pundi-pundi akhiratnya...sudah penuh.....
Bahkan ironisnya....seolah-olah sudah bersih seperti bayi baru lahir....
Bahkan ironisnya....dia menganggap....pahalanya sudah luber, lebih, ....jadi tinggal masa penghematan menunggu kematian.....
Padahal...para Sahabat yang mulia.
Ada yang masih.aktif berjihad ketika umurnya 85 tahun....lihat Abu Ayyub al Anshori.rodhiallah 'anhu ....dan sahabat besar Anas bin Malik Rodhiallah 'anhu yang sampai 103 tahun, diahbiskan untuk dakwah, dan mengurus kekuarga, jihad dll.
Begitu juga Umar bin Abdul 'Aziz dll.
Masih banyak segudang contoh....lalu siapa yang kita contoh......Taubat.....Tapi Hemat bahkan Bakhil....untuk berbuat baik...padahal kebaikan itu akan menguntungkan dia di alam barzah....di hari kiamat...di padang mahsyar...di timbangan kelak...ketika ditelaga Nabi shalallah 'alaihi wasalam, di sirot...dan akhirnya kebaikan yang di jumpainya di jannah bersama para Nabi, shiddiqun, syuhada, dan sholihin......
Allahahumma, kami memohon kecintaanMu, dan kecintaan orang yang mencintaiMu, dan kecintaan kepada amalan yang mendatangkan kecintaanMu...
Allahua'lam
Bima
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

WA.081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.