MUTIARA NASIHAT #281
MENEGUK SERBAT NASIHAT DARI IMAM SYAFI'I

Bismillah
Hidup adalah usaha dan berdoa dalam meniti titik suratan taqdir, sehat dan sakit, miskin dan kaya, berteman dan bersendirian sudah merupakan warna warni kehidupan......perjalanan nan jauh akhirnya berlabuh dan tertambat di dermaga keluarga jua.......
Aku ibarat perahu yang kian tua....
Yang rapuh karena tempahan air laut yang asin...
Syair Imam as-Syafi'i....smoga menjadi obat ntuk menjalani sisa-sisa umur yang entah...bila Allah mengambilnya......
Inilah butir-butir syair beliau rohimahullah ta'ala:
-_ وَقَالَ فِى مُصَاحَبَةِ النَّاسِ _-
Komentar tentang pergaulan hidup
إِنْ غِبْتُ عَنْهُمْ فَشَرُّ النَّاسِ يَشْتُمُنِى
وَاِنْ مَرِضْتُ فَخَيْرُ النَّاسِ لَمْ يَعُدِ
Andaikata aku menjauhi mereka, maka segera muncul tanggapan negative mereka. Dan seandainya aku sakit, maka tidak seorangpun menjengukku, sekalipun dari orang terbaik dari mereka.
وَاِنْ رَأَوْنِى بِخَيْرٍ سَاءَ هُمْ فَرَحِى
وَاِنْ رَأَوْنِى بِشَرٍّ سَرَّهُمْ نَكَدِىْ
Manakala mereka tahu aku dalam kesenangan, mereka mengusik kebahagiaanku itu. Dan manakala mereka tahu aku dalam kesusahan, mereka semakin membebani penderitaanku.

-_ أَيْنَ الصَّدِيْقُ المُخْلِصُ _-
Mencari teman sejati
صَدِيْقٌ لَيْسَ يَنْفَعُ يَوْمَ بُوْسٍ
قَرِيْبٌ مِنْ عَدُوٍّ فِى القِيَاسِ
Tidak ada teman yang bisa diandalkan dapat memberikan pertolongan di saat sengsara, malah justru berbalik menjadi musuh
وَمَا يَبْقَى الصَّّدِيْقُ بِكُلِّ عَصْرٍ
وَلاَ الاِخْوَانُ إِلاَّ لِلتَّاسِى
Berteman itu tidak bisa langgeng setiap saat, demikian juga persaudaraan, kecuali jika ada pamrih mencari keuntungan.
عَمَرْتُ الدَّهْرَ مُلْتَسِمًا بِجُهْدِى
أَخَاثِقَةٍ فَأَلْهاَنِى التِّمَاسِى
Aku semarakkan hidup ini dengan penuh kesungguhan untuk mencari teman sejati, namun aku tak berhasil menemukannya.
تَنَكَّرَتِ البِلاَدُ وَمَنْ عَلَيْهَا
كَأَنَّ أُنَاسَهَا لَيْسُوْا بِنَاسِىْ
Negara dan penduduk di dunia ini sudah saling bermusuhan, seakan-akan mereka sudah tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan.

-_ أََخْلاَقُ النَّاسِ _-
Etika pergaulan
لَمْ يَبْقَ فِى النَّاسِ اِلاَّ المَكْرُ وَالْمَلَقُ
شَوْكٌ اِذَا لَمَسُوا زَهْرٌ اِذَا رَمَقُوا
Tidak ada dalam kehidupan pergaulan itu kecuali saling menjatuhkan dan atau saling kasih sayang. Suatu ketika akan terasa “duri” dan pada saat yang lain akan terasa “bunga”.
فَاِنْ دَعَتْكَ ضَرُوْرَاتٌ لِعِشْرَتِهِمْ
فَكُنْ جَحِيْمًا لَعَلَّ الشَّوْكَ يَحْتَرِقُ
Apabila engkau memerlukan pertolongan mereka,
bersikaplah bagai api yang dapat membakar duri itu.

-_ اِعْتِزَالُ النََََّاسِ _-
Memisahkan diri dari pergaulan
لَيْتَ الكِلاَبَ لَنَا كَانَتْ مُجَاوِرَةً
وَلَيْتَنَا لاَ نَرَى مِمَّا نَرَى أَحَدًا
Andaikata kita berteman dengan seekor anjing
lantaran tidak ditemukan seorang manusia
إِنَّ الكِلاَبَ لَتَهْدِي فَي مَوَاطِنِهَا
وَالخَلْقُ لَيْسَ بِهَادٍ شَرُّهُمْ أَبَدًا
Maka sesungguhnya seekor anjing pun mampu menunjukkan tempat tinggal kita
Sedang teman manusia belum tentu mau berbuat seperti itu, bahkan cenderung menyesatkan.
Allahu'alam
https://asya84.wordpress.com/2011/11/20/bait-syair-imam-syafii-rahimahullah-tentang-pergaulan-hidup/Diwan As-Syafi’i, cetakan pertama, Al-Maktabah At-Tijariyah

Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub

WA081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.