MUTIARA NASIHAT #202
RINGAN SAMA DIJINJING BERAT SAMA DIPIKUL



Bismillah
Pribahasa ini sudah bukan hal yang aneh ditelinga kita "Ringan sama dijinjing berat sama dipikul". Kebudayaan masyarakat kita dengan adanya gotong-royong, tolong menolong merupakan cermin dari ajaran Islam.
Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam jauh-jauh hari telah menanamkan bagaimana masyarakat yang sehat,kuat,serta satu dengan lainnya saling peduli dan saling ambil bagian dalam sosial.kehidupan. dalam bermasyarakat, hal ini kita bisa lihat dalam hadits mulia ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَأَ      فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ .
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah saw bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitann niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa  yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.
Maka sudah sewajarnya kalau kita umat Islam di Indonesia begitu peduli dengan saudara kita kaum muslimin Rohingya, yang sedang dalam kesusahan dalam penderitaan dalam tekanan hingga rela hijrah.
Meninggalkan kampung halamannya.
Meninggalkan tanah kelahiran mereka.
Menerjang ombak, terapung di samudra luas.
Kelaparan dan kehausan selama terapung di lautan.
Sudah sepatutnya kita ulurkan tangan kita.
Menyambut saudara seislam.
Mendoakan dan membantu semampu kita.
Dengan harta dengan tenaga, dengan doa, dengan segala kemampuan kita.
Kita bersyukur pada Allah, bahwa masih banyak saudara-saudara kita dari. negara lain yang ikut ambil peduli.
Arab dan Turki,Malaysia dan. Negara yang kita cintai NKRI yang ikut ambil peduli.
Begitu juga team Kemanusiaan Rodja dan lainnya.
Dan tidak kalah pentingnya para relawan, para ustadz dan saudara-saudara kita yang terjun membela saudarnya.
Ringan sama dijinjing berat sama dipukul...marilah kita ambil bagian dalam menjinjing dan memikul beban dari saudara-saudara kita seislam seaqidah.
Satu kalimat "Laa ilaaha illa Allah, Muhammadurrosullah".
Allahumma Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami dimana saja.
Allahua'lam
Pondok Aren
6 Sya'ban 1436H/24-5-2015M
Abdurrahman Ayub

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.