MUTIARA NASIHAT #195
IBU-IBU KITA YANG MULIA

Bismillah
Kita bersaudara karena kita orang beriman, dan kita mempunyai ibu-ibu dalam Islam,  kedudukan mereka telah Allah Ta'ala muliakan dan telah Allah angkat derajat mereka di atas wanita yang lainnya. Allah berfirman yang artinya:
“Wahai istri Nabi, (kedudukan) kalian bukanlah seperti wanita-wanita yang lainnya.” (Al Ahzab: 32)
Allah telah meridhai mereka sebagai pendamping Nabi-Nya yang termulia, sampai-sampai melarang beliau untuk menceraikan mereka. Allah berfirman yang artinya:
“Tidak halal bagimu wahai Nabi, untuk mengawini wanita-wanita lain sesudahnya, dan tidak halal (pula) bagimu untuk mengganti mereka dengan wanita-wanita lain walaupun kecantikan mereka memikat hatimu.” (Al Ahzab: 52)
Para istri Nabi adalah ibu-ibu kaum mukminin yang tentu saja wajib untuk dimuliakan dan dihormati. Oleh karena itu para istri beliau mendapat gelar Ummahatul Mu’minin.
Allah berfirman yang artinya:
“Nabi itu lebih berhak untuk dicintai kaum mukminin daripada diri mereka sendiri, sedangkan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka (kaum mukminin).” (Al Ahzab: 6)
Kenalilah ibu-ibu kita jadikan mereka suri tauladan, dalam rumah tangga kita. Kenalkan ibu-ibu kita dengan istri dan anak-anak putri kita agar mereka dapat mengambil pelajaran dari kehidupan ibu-ibu kaum muslimin. Dengan perjuangan yang sejati dalam mendampingi Rasulullah shalallah 'alaihi wasallam.
1. Khadijah binti Khuwailid
2. Saudah binti Zam’ah
3. Aisyah binti Abi Bakr Ash Shiddiq
4. Hafshah binti Umar Al Khaththab
5. Ummu Habibah yang bernama Ramlah binti Abi Sufyan
6. Ummu Salamah yang bernama Hindun binti Abi Umayyah
7. Zainab binti Jahsyin
8. Zainab binti Khuzaimah
9. Juwairiyah binti Al Harits
10. Shafiyah binti Huyai
11. Maimunah binti Al Harits
               Pahlawan Sejati
Ummahatul mu'minin
Harta nyawa jiwa dan raga telah mereka korbankan, tuk tegaknya Risalah Ilahi.
Tiap keringat dari pengorbanan mereka.
Bak butir-butir mutiara yang kilaunya sampai keharibaan istri dan putri-putri kita.
Duhai rugilah siapa saja yang enggan memetik buah yang ranum, yang telah ditanam dan dirawat ibu kaum mu'minin.
Duhai rugilah siapa saja yang tidak pandai merajut mutiara dan permata dari perjalanan hidup mereka.
Buah ketabahan.
Buah kesabaran.
Buah keikhlasan.
Buah perjuangan.
Buah kesetiaan.
Buah kezuhudan.
Buah perjuangan.
Buah pengorbanan.
Dan masih banyak lagi buah-buah yang sarat dengan vitamin untuk hati agar tetap hidup walau jasad menemui kematian.
Petiklah buah tersebut ditaman-taman surga dimajlis-majlis ilmu yang bersumber dari Firman Allah, Ucapan Nabi shalallah 'alaihi wasalam dan pernyataan para Sahabat rodhiallah'anhum ajma'iin.
Allahumma Ya Allah tanamkan kecintaan pada hati kami kepda RasulMu, ahli baitnya, istri-istrinya dan para sahabatnya.
Allahua'alam
Ci Pete.
3Rajab1436H/22-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.