MUTIARA NASIHAT #183
KEPRIHATINAN DAN HARAPAN

Bismillah
Wahai pemuda....
Rajin-rajinlah shalat ke masjid.
Selagi masjid-masjid kita aman tentram dan damai.
Wahai putri-putri shalatlah di rumah selagi rumah-rumah kalian aman damai tentram dan nyaman.
Manfaatkanlah semua itu semaksimal mungkin untuk beribadah dan memperbanyak amal soleh.
Sekolah dan belajar yang rajin serta sungguh-sungguh selagi semua itu mungkin untuk dicapai.
Kita tidak tahu hingga kapan nikmat aman damai ini bisa kita rasakan...
Tengok lah kesana...nun jauh di sebrang.....
Afghanistan yang dikenal Graveyard of Empires (Kuburannya Kerajaan-Kerajaan). Sejak Beruang Merah (Soviyet atau Rusia) mengoyak dan nenancapkan kukunya hingga kini banyak masjid dn rumah serta sekolah-sekolah menjadi puing-puing yang tdk lagi nyaman ntuk sholat dn belajar atau tempat tinggal.
Iran yang dahulu kaum muslimin sunny bisa hidup tenang walau Rajanya dzolim, sekarang seperti negara pembantai sunnah.
Berapa masjid kaum muslimin sunny di sana???
Betapa seorang muslim mengalami kesusahan dan tekanan jika ingin shalat dan mengamalkan sunnah.
Karena kuku-kuku haus darah Khomeny dan antek-anteknya yang menguasai sehingga dijululki Negeri para mullah.
Mullah-mullah Syi'ah yang haus darah kaum muslimin.
Mullah-mullah yang berpesta syahwat dengan mut'ah.
Mullah-mullah yang merampas pengikutnya dengan khumus, seperlima harta yang harus diserahkan.
Mullah-mullah yang lisannya tidak pernah kering dari menghina, mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi yang mulia yang Allah telah meridhoi semuanya.
Mullah-mullah yang menkafirkan dan menghina istri-istri Nabi shalallah 'alaihi wasalam.
Iraq negri indah seribu satu malam, sekarang adalah seribu satu maslah perang berkepanjangan.
Antara sunni melawan syi'ah, ISIS dan Alqeadah serta kelompok-kelompok lainnya.
Itulah jasa syi'ah yang mengantar Amerika Bapak Teroris dunia.
Yang merubah negri 1001 malam nenjadi 1001 kehancuran.
Tidak sedikit kaum muslimin disana yang tidur tersenyum bermimpi ketika dipimpin Sadam Husein, namun ketika bangun dia menangis karena sekarang ibarat penjara di dalam penjara untuk kaum muslimin sunnah.
Siapa yang tidak kenal Suria?
Dahulu kaum muslimin hidup tentram damai namun Prancis yang punya julukan  Kota Mode mencabik-cabik kedamain itu dan menyerahkan pada Hafedz Asad sihaus darah dan telah membantai jutaan kaum muslimin.
Sejarah terulang Basyar Al asad, lebih haus darah lagi, hingga sekarang darah dan kehormatan kaum muslimin sudah tidak berharga dimata syi'ah Nusairiyah.
Tidak ada ketentraman disana ...pemandangan yang ada adalah pembantaian, peperangan, porak poranda dari bangunan masjid, sekolah begitu juga rumah-rumah.
Yaman yang sebagian besar kaum sunny, bahkan mereka yang datang ke negri kita menjalin persaudaraan. Mereka menyebut kita akhwal, saudara ibu.
Tapi apa yang terjadi....tidak lain adalah kaum syi'ah Hautsiyin, yang merampas dan memporak-porandakan tatanan kehidupan yang damai menjadi ajang peperangan.
Kita bisa lihat sekarang, darah dimana-mana dan mereka telah menerima resiko dengan menghadapi "Al'Ashifatu Al-hazm".
Badai penghancur....dari Raja Salman hafidzahulloh dan tentaranya, yang telah difatwakan oleh para Ulama.
Allahu Akbar walillahilham.
Kita berdoa pada Allah Ta'ala, nemohon dan mengemis, mengiba dan merengek agar negri kita ini terhindar dari makar-makar musuh-musuh Islam.
Negri yang dikenal Zamrud Khatulistiwa, Maritim Dan Agraris mudah-mudahan tegak di atasnya kalimat Tauhid, dakwah sunnah, dan menjadi negara baldatun thoyyibatun wa Rabbun Ghafuur.
Maka manfaatkanlah ni'mat aman damai ini untuk beribadah, beramal sholih dan berlomba-lomba dalam kebaikan, tolong menolong dalam kebajikan dan ketawaan, nasihat-menasihati dalam yang Haq dan kesabaran serta kasih sayang.
ALLAHUMMA Ya Allah terimalah permohonan kami.
Allahua'lam
Pondok Aren.
13jumadaAkhiroh1436H/2-4-15M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.