MUTIARA NASIHAT #177
JANTUNG SEHAT IMAN LEMAH

Bismillah
Berapa penuh saf-saf shalat subuh di tempat kita masing-masing?
Adakah suatu masjid yang sampai menyewa tenda menggelar tiker sampai ke luar untuk menampung jama'ah shalat subuh?
Kalau masjid kita sepi pada waktu dzuhur, ini wajar sebab kaum lelakinya kebanyakan bekerja atau berdagang sehingga sedikit jamaahnya.
Begitu juga waktu shalat ashar, kemungkinan belum pulang, shalat maghrib kena macet atau masih di jalan, ketika shalat isya sebagian sudah ada yang sampai tapi masih banyak yang kena macet atau masih di jalan, wajar masjid tidak terlalu penuh jam'ahnya.
Kalau shalat subuh atau shalat Fajr apa alasan kita?
Kaum lelaki yang  bekerja atau berdagang atau berusaha hampir semua masih dirumah, keumumannya belum berangkat, lalu apa masalahnya masjid masih sepi? Bahkan lebih sepi dari shalat maghrib, jika shalat maghrib kita masih jumpai anak-anak dan anak muda. Adapun shalat subuh??? Kebanyakan jamaahnya sudah beruban dan bungkuk-bungkuk, kemana anak-anak kita? Kemana pemuda kita?
Padahal untuk lari pagi, mereka sanggup sampai puluhan kilo meter,   bersepeda gelap-gelap sanggup menempuh jarak jauh. Pemandangan jantung sehat sangat menakjubkan dari yang tua sampai anak-anak, pemandangan bersepeda ria begitu semangat ....
Sayangnya untuk melangkah ke masjid masih banyak yang tidak kuat.
Inilah "Fenomena Jantung Sehat Iman Lemah"
Padahal Shalat adalah rukun Islam kedua setelah sahadat.
Dalil wajibnya shalat berjamaah bagi kaum laki-laki, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh. Kalau mereka mengetahui keutamaan yang terdapat dalam kedua shalat tersebut, mereka akan mendatanginya walau pun dengan merangkak.
Aku sangat ingin memerintahkan shalat (dikerjakan), lalu dikumandangkan iqomat dan kuperintahkan seseorang untuk mengimami para jama’ah. Sementara itu aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjama’ah dan membakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR. Bukhari no. 644 dan Muslim no. 651)
AllahuAkbar seandainya suatu negara menerapkan perintah ini, maka berapa banyak rumah-rumah yang terbakar.
Dan apakah rumah kita termasuk yang layak dibakar? Tentu jawabannya terpulang ke masing-masing kita.
Tentu masih banyak dalil-dalil yang lainnya yang tidak mungkin dimuat disini.
Maka gaya hidup kita hendaklah ditingkatkan menjadi pola hidup "JANTUNG SEHAT IMAN KUAT"
Bukankah Allah Ta'ala mencintai seorang mu'min yang kuat?
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.
Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh Muslim ; Ahmad, Ibnu Mâjah, an-Nasâ-i, dishahihkan oleh Syaikh al-Bani rahimahullah.
Mau kearah mana hidup kita?
Mau jadi apa generasi kita?
Jantung sehat iman lemah?
Jantung lemah iman lemah?
Jantung lemah iman kuat?
Jantung sehat iman kuat?
                SEKUAT APA KITA?
Rosulullah رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Seorang Nabi, seorang Rasul, seorang pedagang, seorang bapak dari istri-istri dan anak-anaknya.
Beliau seorang da'i, seorang pengajar, seorang murobbi, seorang mufti, seorang pemimpin, seorang imam masjidnya, seorang jendral perang, seorang yang membantu keluarga di rumah bahkan perkara-perkara yang kecil, menjahit baju sendiri.
Beliau....adalah suri tauladan kita...
Beliau....lambang seorang yang kuat jasad dan imannya.
Beliau....masih segudang suri tauladan yang ada?
Kita???
Beralasan tidak ke masjid karena lelah bekerja???
Tidak mau aktif dalam amal dakwah, karena sibuk kerja???
Tidak aktif kegiatan sosial dakwah, karena sudah punya keluarga?
Kita???
Ada yang tidak pernah hadir di majlis ilmu karena terlalu sibuk.
Tidak sempat membantu istri dan anak-anak karena sibuk.
Tidak dapat menjenguk sisakit karena tidak ada waktu?
Tidak dapat bermasyarakat karena sibuk.
Tidak sempat gotong royong lingkungan karena sibuk
Bahkan tidak sempat ta'ziah, mensolati tetangganya atau kenalannya apalagi mengantar ke kubur, karena sibuk.
Ketahuilah kesibukan kita dan kesendirian kita......
Adalah kuburan sebelum dikubur...
Maukah kita menghuni liang lahad dalam keadaan hidup?
Tentu tidak mau.......
Namun tidak sedikit diantara kita hidup  menyendiri di tengah keramaian keluarganya.
Shalat sendiri meninggalkan jamaah.
Individualis tidak hirau dengan lingkungan.
Tidak peduli dengan umat.
Tidak peduli dengan masyarakat.
Tidak peduli dengan dakwah Islam.
Tidak peduali.....hingga dia terbaring sendiri di liang lahad.
Ada yang merasa sudah berumur sehingga menyendiri menunggu dikubur.
Ketahuilah Sahabat besar Abu Ayyub Al-anshari rodhiallah'anhu, berjihad menunggang kuda menempuh jarak jauh hingga konstantonopel dalam usia 83 tahun.
Berapa tahun umur kita???
Allahumma Ya Allah jadikan hambaMu termasuk yang Engkau beri kekuatan jasmani dan Imani.
Allahua'lam.
Pondok Aren
28Jumadilula1436H/19-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.