MUTIARA NASIHAT #174
KEBIASAAN MENTRAKTIR

Bismillah
Islam agama yang Indah dan sesuai dengan fitrah manusia. Kebaikan satu dengan yang lainnya mempunyai nilai disisi Allah Ta'ala.
Begitu banyak bentuk-bentuk kebaikan dalam Islam yang kalau kita bahas akan menjadi kitab yang berjilid-jilid.
Dalam kesempatan yang singkat ini, kita akan membicarakan kebiasaan baik antara kita. Baik dengan saudara kandung, teman kerja, kenalan dan lainnya.
Yaitu kebiasaan mentraktir, atau mengajak makan, membayarkan makan dan semisalnya. Secara umum Islam menggalakkan hal ini dari beberapa ayat dan hadits.
Diantaranya hadits yang mulia ini, menganjurkan agar kita memberi makan baik kepada anak yatim, fakir miskin dan lainnya.
Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
عَلَيْكَ بِحُسْنِ اْلكَلَامِ وَ بَذْلِ الطَّعَامِ
“Wajib atasmu untuk baik dalam perkataan dan mendermakan makanan”. [HR Ibnu Abi ad-Dunya, al-Bukhoriy di dalam al-Adab al-Mufrad: 811 dan al-Hakim: 69. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].
Subhanallah, betapa indahnya menjadi seorang muslim, kita tidak diajar egois, atau individualis, atau hanya mementingkan diri sendiri. Oleh sebab itu bagi siapa saja yang mempunyai kebiasaan seperti ini jangan sampai dia hentikan, karena harga-harga kian naik, bahan makanan kian mahal, mencari uang kian susah dan alasan lainnya sehingga lambat laun menjadi bakhil, pelit dan sangat perhitungan sekali untung ruginya.
Bahkan jangan sampai kita termasuk yang hanya mengharap di traktir dan tidak pernah mentraktir walau hanya dengan gorengan. Atau dengan sepotong atau sebelah kurma. Sebagaimana dalam hadits Nabi shalallah 'alaihi wasalam, yang tidak meremehkan besar atau kecilnya makanan, walau hanya sepotong korma.
 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ " .
Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Dan adab bagi siapa saja yang diberi makan atau ditraktir seandainya kita tidak bisa membalas dengan bentuk makanan atau mentraktir lagi sekurang-kurangnya kita tidak lupa mendoakan siapa saja yang memberi makan kita dan mentraktir kita, sebagaiman beberapa doa yang diajarkan Nabi shalallah'alaihi wasalm. Diantara doanya antara lain:
اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي
“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)
اَللّهُـمَّ اغْـفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ
“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)
Subhanallah, doa yang indah yang begitu dalam maknanya dan mudah-mudahan Allah mengabulkan doa-doa kita untuk siapa saja dari mereka yang berbuat baik pada kita dengan memberi makan atau mentraktir kita.
Maka beruntunglah siapa saja yang membiasakan melestarikan dan tidak menyerah dalam hal kebaikan dalam Islam.
Allahumma Ya Allah, jadikan kami hambaMu yang mencintai dan mengamalkan kebaikan Islam.
Allahua'lam
Bandar Lampung Sumatra
22Jumadilawal1436H/13-3-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.