MUTIARA NASIHAT #139
SUDAH LAMA AKU TAK BERPUISI

Bismillah
Ketika coretan tintaku tak lagi tajam
Ketika khayalku kian tumpul
Ketika susunan kata-kataku terbata-bata.
Ketika imajinasiku kian pudar.
Aku bersyukur pada Ilahi Robbi, terlahir kebumi ini.
Aku lebih bersyukur lagi, terlahir dalam Islam.
Aku lebih-lebih bersyukur lagi diperkenankan Ilahi ntuk merasakan setetes embun hidayah sunnah ini.
Ku tengok kanan-kiri, duhai masih banyak saudaraku sesama muslim yang berlumuran  noda syirik.
Duhai...sesaknya dada ini melihat diantara mereka yang masih ada meninggalkan shalat.
Tidak sedikit diantara mereka bergelimangan dengan bid'ah.
Dan hanyut dalam hembusan nafsu syahwat.
Semoga embun hidayah sampai pada mereka tetesannya.
Biarlah tumpul penaku dalam berpuisi.
Jangan tumpulkan ntuk menores MUTIARA NASIHAT ini.
Biarlah ku tak pandai lagi berimajinasi namun ku mengharap bertambah ilmu tentang kalam Ilahi.
Aku masih sangat haus untuk meneguk air murni sunnah.
Sedangkan jalan masih terbentang panjang.
Tetes demi tetes tak terasa sudah telah ternikmati....Alhamdulillah.
Namun samudra dakwah masih terbentang luas tak bertepi.
Ombaknya yang kadang ganas menerjang.
Kian dalam kita menyelam, kian kuat arus mengancam.
Karang-karang yang tajam selalu siap mengoyak perahu jiwaku....
Kadang kabut keputus asaan menyelimuti lajunya perahu dakwah keluarga dan handai taulan.
Namun kalam Ilahi ini
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. QS. Al Fushilat ayat 33 :
Ayat mulia ini ibarat pecut yang menyebat punggungku ntuk terus maju berdakwah.
Ntuk terus menulis walau dalam keterbatasan ilmu, kepapaan ketika menyampaikan kata-kata.
Pecut itu kian terasa memdihkan kala ku tengok buah hatiku yang masih hijau.
Pecut itu kian terasa perih kala ku tengok keluargaku masih jauh dengan sunnah.
Pecut itu terasa membakar kulitku kala kulihat lingkunganku....masih jauh dari cahaya sunnah.
Semoga guru-guruku tak jemu dalam menegurku.
Semoga saudar-saudaraku seaqidah tidak jenuh menasihatiku.
Semoga siapa saja yang melihat kekuranganku mau membimbingku.
Semoga setiap yang membaca tulisanku memaafkanku.
Seandainya tidak bermanfaat, cukuplah dia tidak menyeretku kepengadilan Yang Maha Adil.
Semoga Allah mengampuni kita semua Aamiin Ya Rabbal'alamiin.
Allahua'lam
Pondok Aren
4 Robi'ustaani 1436H/24-1-2015M
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.