MUTIARA NASIHAT #136
KONSEKWENSI PERSAKSIAN


Bismillah

Syahadat biasa diartikan dengan naik saksi, bersaksi yang unsurnya lisan jiwa dan raga. Syahadatain adalah persaksian kita atas dua bentuk syahadat. Syahadat pertama persaksian kita bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dan kita dapat memperdalam hal tersebut dengan mengkaji kitab-kitab Tauhid.
Adapun persaksian kita yang kedua adalah bahwa sesungguhnya Nabi Mumamad adalah utusan Allah.
Yang dimaksud dengan syahadat yang kedua adalah:
ا لتصديق فيما أخبر و ا لإمتثال فيما أمر والإجتناب فيما نهي و جزر وما عبد الله إلا بما شرع
"Membenarkan apa yang Beliau beritakan, mengerjakan apa yang  Beliau perintahkan, menjauhi apa yang Beliau larang dan cegah, dan tidakkalh Allah disembah kecuali dengan apa yang telah disyareatkan. (definisi dl Syarh Ushul Stalastah Syaikh Utsaimin).

Sejauh mana kita membenarkan, mengamalkannya, menjauhi larangannya tentu setiap kita berbeda tergantung kadar keimanannya dan kecintaannya pada Rasululloh shalallah 'alaihi wasalam.

Disini kita tidak akan membahas semua point-point dari definisi tentang syahadat kepada Rasululloh shalallah 'alaihi wasalam. Yang kita fokuskan pada point pertama yaitu :
التصديق فيما أخبر
Membenarkan apa yang Beliau beritakan.
Coba sekali lagi kita perhatikan definisi yang satu ini baik-baik.
Kalimat yang Beliau beritakan artinya yang berita itu telah diteliti oleh ahli hadist sejak zaman dahulu hingga sekarang tantang kesahihannya. Atau berita yang maqbul yang dapat diterima.
Bukan berita marduud yang tertolak katena  lemah atau lemah sekali apalagi palsu. Maka berdasarkan hal ini kita harus extra hati-hati dalam menerima hadits atau berita yang mengatasnamakan Nabi shalallah 'alaihi wasalam. Sebab Beliau mengancam dalam riwayat yang sahih:
من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
Barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka. ( HR Muslim )
Orang kafir yang menghina Nabi kita kalau mereka tidak masuk Islam sebagai tanda taubatnya maka pasti akan masuk neraka. Karena hal itu adalah kejahatan yang besar.
Dan tidak kalah jahatnya siapa saja yang membuat hal-hal yang dusta atas nama Nabi shalallah 'alaihi wasalam, padahal  Beliau tidak menyatakan, tidak memerintahkan, tidak mencontohkan maka siap-siaplah tempatnya di neraka jika tidak mau bertaubat.
Bagaimana seorang tega berdusta atas nama Nabinya???
Bagaimana seorang berbohong menjual nama Nabinya???
Padahal ancamannya begitu berat.
لا تكذبوا علي فإنه من يكذب علي يلج النار
Janganlah kalian berdusta atas namaku, karena siapa yang berdusta atas namaku niscaya dia masuk neraka. ( HR Muslim )
Maka kejahatan membuat hadits palsu menyebar hadits palsu, memakai atau mengamalkan hadits palsu siap-siaplah menerima ancaman Nabi Muhammad shalallah 'alaihi wasalam. Beliau adalah Nabi yang tidak pernah dusta bahkan mempunyai julukan Shodiqu almashduuq Nabi yang jujur/benar dan selalu dipercaya dibenarkan kejujurannya. SEGERALAH TAUBAT!!!
Allahumma Ya Allah tambahlah ilmu kami agar kami mengetahui mana yang benar mana yang salah, mana yang maqbul mana yang mardud, mana yang sahih mana yang palsu.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Wallahu'alam
Gandul
1Rabi'ulstsaani1436H/20-1-2015
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
www.yusna.com

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.