MUTIARA NASIHAT #119
SEANDAINYA AKU BOLEH BERANDAI-ANDAI


Bismillah

Pesta kembang api di Sydney menghabiskan dana sekitar 6 juta dolar sekitar Rp64 milyar, itu baru satu kota belum kota yang lainya. ( http://www.pikiran-rakyat.com/node/264518 ).
Belum di negara-negara lain seluruh dunia berapa jumlahnya?
Di Indonesia kabarnya, biaya untuk kembang api bisa menghabiskan 1.2 triuliun rupiah, bahkan untuk seluruh Indonesia, pembelian Kembang api selama setahun +/- 2 triliun dan umumnya impor dari China.  Sebuah Koran lokal Surabaya Pos memberitakan, seorang distributor kembang api, bahwa tahun ini akan ada peningkatan harga kembang api sebesar 15-20% dari tahun sebelumnya.

Jadi, kalau dikalkulasi biaya untuk kembang api di Indonesia akan menghabiskan sekitar Rp 2.100.000.000.000  -  Rp. 2.200.000.000.000.

Triliunan rupiah pun dihabiskan dalam beberapa jam.
Seandainya kita belikan beras 1kg Rp 10 ribu,maka dapat berapa ton?
Rp 2.200.000.000.000,-:Rp10.000,-=.........Ton.
Seandainya kita belikan nasi bungkus yang Rp15ribu/bungkus,maka dapat berapa bungkus? Rp2.200.000.000.000,-:Rp 15,000,-=..........bungkus.
Seandainya dibelikan alat-alat kesehatan?
Seandainya dibelikan buku sekolah?
Seandainya dibelikan baju untuk korban banjir?
Seandainya untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang reot?
Seandainya dibelikan cendol? kita bisa berenang di cendol.........ya itukan seandainya......tidak apa toh???
Maaf lagi sedang eneg, sebab di daerah saya acaranya lebih awal kembang api dan petasannya dari habis isya...ini golongan bid'ahnya kali ya? Sebab kesepakatan merekakan jam 12 malam?
Wallahu'alam
Pondok aren
9Rabi'ulAwal 1436H/31-12-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
http://www.yusna.com/2014/12/proposalrenovasi-masjid-uswah-hasanah.html

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #118
GORESAN KEPRIHATINAN DAN HARAPAN


Bismillah

Waa Du'ata Al Islaam
Wahai....para dai'-da'i Islam.
Kita yang lemah,  saat ini...
Lebih lemah dari Sahabat ketika di Mekah bersama Nabi shalallah 'alaihi wasalam kala awal Islam.
Ya mereka kala itu tertindas......
Ammar disiksa di hadapan ayah bundanya yang lebih dahulu direngut nyawanya......
Bilal bin Rabbah....dan lainnya....tertindas teraniaya....namun keadaan mereka saat itu masih lebih kuat dari keadaan kita saat ini.....
Sebab mereka bersama NabiNya yang mulia.
Mereka lemah tetapi kuat aqidahnya.

Mereka miskin, tapi kaya hatinya dengan iman.

Mereka tidak memanggul senjata kala di Mekah.
Jihad mereka jihadulakbar "Jihad dengan Quran"
Namun doa mereka adalah senjata yang tiada duanya.
Mereka tidak terserang penyakit al wahn.
Hubbu dunia wa kaarihatul maut...
"Cinta dunia dan takut mati"
Bahasa Nabi kita shalallah'alaihi wasalam, menyebut kita...seperti saat ini adalah......
Bagai seonggok makanan yang diperebutkan.
Seperti buih-buih air laut atau sampah banjir.
Terpecah menjadi 73 golongan
Banyaknya perselisihan dan perpecahan.
Saling membunuh dan peperangan...
Shodaqo Rasululloh shalallah'alaihi wasalam.
Waa Ukhuwwataa Islamiyah.
Duhai persaudaraan Islam.
Kau ibarat luka yang kian menganga.
Anyir darahmu tidak menyentuh individu yang individualis.
Lukamu terus basah bernanah karena virus perselisihan yang silih berganti.
Yang mematikan saraf kepedulian antara kita.
Bahkan membutakan mata dan mata hati.....
Dalam ganasnya musuh-musuh Islam di tanah-tanah kaum muslimin.
Masihkah kita saling menghujat?
Dalam gelapnya tinta gurita kemusyrikan dan bid'ah yang  mereka tebar.
Masikah kita enggan berpegang dengan cahaya sunnah?
Allahumma allif qulubanaa....ya Allah satukan hati kami dalam.... Kecintaan padaMu
Kecintaan pada NabiMu
Kecintaan pada Sahabat NabiMu
Kecintaan pada Keluarga NabiMu
Kecintaan pada Sunnah NabiMu
Kecintaan pada Pendahulu kami yang berjalan dalam manhaj yang haq ini.
Eratkan ikatan persaudaraan antara kami....
Raptkan barisan sesama kami, sebagaimana rapatnya sof-sof shalat kami.
Lindungi kami dan keluarga kami dari segala makar dan kejahatan setan dan musuh-musuhMu.....Allahumma Aamiin
Wallahu'alam
Pondok Aren
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
9Rabi'ulAwal 1436H/31-12-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
http://www.yusna.com/2014/12/proposalrenovasi-masjid-uswah-hasanah.html

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #117
"SELAMAT TAHUN BARU"


Bismillah

Ucapan yang tidak pernah dikenal oleh Nabi kita yang mulia,
Ucapan yang tak terkeluar dari lisan para Sahabat Rodhiallah anhum
Ucapan yang tak ada dalam kitab-kitab fiqih para Imam, baik Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'I, Imam Ahmad rahimahumullah
Ucapan yang akan dipertanggung jawabkan siapa saja yang menyatakannya.
Kenapa kita tidak bertanya pada para Ulama tentang hal ini?
Kenapa kita suka membeo, tanpa ilmu,
Padahal al ilmu qabla alqauli wal amali "ilmu sebelum kita berucap dan beramal"
Padahal Alquran telah mengingatkan pada kita: "Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir"
[QS Qaf :18.]

Oh inikan urusan dunia!!!
Wahai saudara seiman, ucapan selamat adalah doa, dan doa bukan urusan dunia.
Bacalah fatwa Syaikh Bin Bazz,
Bacalah fatwa Syaikh Ustaimin,
Bacalah fatwa Masyaikh yang berjalan atas manhaj Salaf sholih umat ini
Seandainya ucapan ini baik, niscaya Nabi kita shalawat dan salam telah mengucapkannya, karena di Madinah ada kaum yahudi dan Nasrani.
Seandainya ucapan ini baik,
Niscaya para Shahabat telah mengucapkannya,sebab para sahabat telah menyatakan "lau kaana khairon lasabaquunaa ilaihi" seandainya perkara itu baik niscaya kami telah mendahului melakukannya"
Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam.
Itulah pesan Nabi shalallah 'alaihi wasalam dalam hadist sahihnya.
Maka diam dalam hal ini lebih baik dari mengucapkan doa yang akan membawa dosa
Maka diam dalam hal ini lebih baik dari pada mengucapkan suatu yang bukan dari agama kita.
Allahummaghfir lahum fainnahum qaumun  laa ya'lamuun
Ya Allah ampuni mereka sebab mereka kaum tidak mengetahuinya
Wallahu'alam
Golden Boutque
Jakarta
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
8Rabi'ulAwal 1436H/30-12-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
http://www.yusna.com/2014/12/proposalrenovasi-masjid-uswah-hasanah.html

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #116
TAUSIYAH SINGKAT SETELAH MENGUBUR YANG KADANG TERABAIKAN


Bismillah

Kadang kita melihat fenomena yang ada dimana sebagian kaum muslimim setelah selesai menguburkan segera mereka berdoa dipimpin seseorang dan yang lain mengaminkan. Bahkan ada yang memakai tukang doa dikuburan dan keluarga serta yang hadir hanya mengaminkan.
Padahal dalam riwayat yang sah memang Nabi shalallah 'alaihi wasalam kadang mengingatkan yang hadir untuk berdoa.
Namun kadang Nabi juga memberi tausiyah untuk yang hadir sebagaimana dalam kitab Ahkamu Al-Janaaiz Syaikh Albani dn juga pernyataan Syikh Salim Hilali.

Adapun contoh pemberian nashihat Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam Shallallahu alaihi wa sallam ketika selesai menguburkan jenazah adalah sebagaimana di dalam hadits berikut,

 عن علي رضي الله عنه قَالَ: كُنَّا فىِ جَنَازَةٍ فىِ بَقِيْعِ اْلغَرْقَدِ فَأَتَانَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم  فَقَعَدَ وَ قَعَدْنَا حَوْلَهُ وَ مَعَهُ مِخْصَرَةٌ فَكَنَسَ وَ جَعَلَ يَنْكُتُ بِمِخْصَرَتِه ثُمَّ قَالَ: مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ مَا مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوْسَةٍ إِلاَّ وَ قَدْ كَتَبَ اللهُ مَكَانَهَا مِنَ اْلجَنَّةِ وَ النَّارِ وَ إِلاَّ وَ قَدْ كُتِبَتْ شَقِيَّةً أَوْ سَعِيْدَةً قَالَ: فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَلاَ نَمْكُثُ عَلَى كِتَابِنَا وَ نَدَعُ اْلعَمَلَ؟ فَقَالَ: مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَسَيَصِيْرُ إِلىَ عَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَ مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ فَسَيَصِيْرُ إِلىَ عَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ  فَقَالَ: اعْمَلُوْا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ (لمِــَا خُلِقَ لَهُ) أَمَّا أَهْلُ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُوْنَ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَ أَمَّا أَهْلُ الشَّقَاوَةِ فَيُيَسَّرُوْنَ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ ثُمَّ قَرَأَ ((فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَ اتَّقَى وَ صَدَّقَ بِاْلحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَ أَمَّا مَن بَخِلَ وَ اسْتَغْنَى وَ كَذَّبَ بِاْلحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى))
Dari Ali bin Abi Thalib radliyallahu anhu berkata, kami pernah (mengurusi) satu jenazah di pekuburan Baqi’ al-Ghorqod. Lalu Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang menemui kami dan duduk, maka kamipun duduk disekitarnya. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mempunyai sebatang tongkat (yang melengkung bagian atasnya), lalu menyapukan (tongkat itu ke tanah) dan menggaris-garisnya dengan tongkat itu. Kemudian Beliau bersabda, “Tidaklah seseorang di antara kalian, tidaklah seorang jiwa yang bernafas melainkan telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam surga dan neraka, atau telah ditentukan bahagia atau sengsara”. Berkata Ali, bertanyalah seorang lelaki, “Wahai Rosulullah tidakkah kita nanti akan pasrah kepada kitab catatan kita dan meninggalkan amal?”. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang termasuk golongan bahagia maka ia akan mengarah kepada amalan golongan yang bahagia. Dan barangsiapa yang termasuk golongan sengsara maka ia akan mengarah kepada amalan golongan sengsara”. Beliau bersabda lagi, ”Beramallah kalian, karena semuanya itu dimudahkan (kepada apa yang ditakdirkan untuknya). Adapun golongan bahagia mereka akan dimudahkan untuk beramal golongan bahagia. Dan adapun golongan sengsara mereka akan dimudahkan untuk beramal golongan sengsara. Lalu Beliau membaca ((Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar)). [21] [HR Muslim: 2647 dan al-Bukhoriy: 7552. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [22]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Memberi nashihat di dekat kubur (setelah menguburkan) itu mustahabbah (disunnahkan). Karena hal itu lebih efektif disaat itu. Hal tersebut lantaran melihat orang yang mati dan mengingat kematian itu dapat melembutkan hati dan menghapuskan sifat kerasnya”. Bahjah an-Nazhirin: II/ 190.
Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, “Nashihat adalah mengingatkan manusia dengan sesuatu yang dapat melembutkan hati. Adakalanya dengan memotivasi (targhib) dalam kebaikan atau dengan ancaman (tarhib) dari keburukan, maka itulah nashihat. Seagung-agung, seutama-utama dan sebaik-baik pemberi nashihat untuk hati adalah alqur’an yang mulia, sebagaimana Allah ta’ala berfirman ((Wahai manusia, sungguh-sungguh telah datang kepada kalian ashihat dari Rabb kalian dan sebagai obat bagi apa yang ada di dalam dada, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. QS Yunus/ 10: 57)). Maka alqur’an adalah seagung-agung pemberi nashihat bagi orang yang memiliki hati dan mengarahkan pendengaran lagi menyaksikan (kebenaran). Syar-h Riyadl ash-Shalihin: III/ 243
Demikian penjelasan tentang beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh kaum muslimin ketika ada saudaranya sesama muslim yang wafat atau meninggal dunia yang berkaitan dengan tausiyah.
Wallahu'alam
Pondok Aren
5Rabi'ulAwal 1436H/27-12-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
http://www.yusna.com/2014/12/proposalrenovasi-masjid-uswah-hasanah.html

Baca selengkapnya...

JADIKAN BUAH HATINYA KEKAYAAN TAK TERHINGGA DI AKHIRAT


Berita itu nyata, walau awalnya ku tak percaya.
Dari suara salah satu sahabatku.
Dengan nada pasrah yang perlahan,
namun itu suatu kepastian.......
Buah hatinya telah diambil Yang Kuasa.
Aku biasa memandikan jenazah orang dewasa.......
Namun kali ini....ketika wajah mungil  yang masih hangat dan lemas lunglai di pangkuan ayah bundanya.....
Hampir-hampirku tak sanggup untuk mengguyurkan air ketubuhnya.....
Sempat terawang ....dibenakku...putri kecilku...Allhumma Ya Allah panjangkan umurnya dalam keberkahan dan ketaatan padaMu.
Terbayang dibenakku...para ayah bunda di negri-negri kancah....
PALESTINA,SURIA,AFGHANISTAN,ROHINGYA dan lainnya.
Kering air mata mereka karena buah hati yang gugur tertimbun puing-puing rumah.
Diantara buah hati mereka bersimbah darah.....putus kepalanya....bahkan terjumpa dalam keadaan tidak lagi bernyawa dengan memeluk bonekanya.
Ya Allah tabahkan hati kedua orang tua mereka.
ALLAHUMMA YA ALLAH JADIKAN BUAH HATI MEREKA ADALAH KEKAYAAN TAK TERHINGGA KELAK.
Betapa indah doa Nabi kita yang mulia:
“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doa-nya. Ya Allah! Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang men-dahului kami dalam keimanan”
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Wallahu'alam
Pondok Aren
4 Robbi'ul Awwal1436/26-12-2014
Masih dalam duka mendalam.
Abu Aminah Abdurrahman Ayub

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.