MUTIARA NASIHAT #104
APAKAH KITA TERMASUK YANG DITUNDA


Bismillah
Kita pernah merasakan kejadian yang menyedihkan atau menyesakkan dada, ketika ada beberapa keinginan kita ditunda. Seorang pekerja yang sudah bersungguh-sungguh kerja keras ternyata gajinya ditunda untuk beberapa minggu atau bulan maka betapa sedihnya dia. Seorang yang sudah siap mendapatkan hadiah atau bonus atau jabatan atau hal yang dia cita-citakan ternyata harus ditunda betapa sedih dan kecewanya. Namun kekecewaan di dunia kadang bisa hilang dengan bentuk kegiatan lain, atau ada pelariannya dengan kegiatan dan aktivitas lain.
Bagaimana kekecewaan di akhirat karena suatu sebab ampunan dan pahala ditunda Allah??? Dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).
Duhai alangkah ruginya jika ampunan Allah tertunda pada kita, maka jalan yang kita tempuh adalah ingat2 siapa yang ada percekcokan dengan kita yang belum damai atau belum islah hingga saat ini maka segeralah kita berbaikan segera dan segera.
Ya Allah satukanlah hati kami sebagaimana Engkau menyatukan antara muhajirin dan anshar.
Wallahu'alam
Pondok Aren
7safar 1436H/29-11-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub.
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
www.yusna.com
Hp/WA 081310144169
Renovasi masjid USWAH HASANAH,
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM)
YAYASAN USWAH HASANAH (YUSNA) 707 9091388
Norek BCA 5475122515. An.Henriyanto & Drs. Abdul Gani
BNI Syariah Norek  828900091

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #103
SIAPA WALI ALLAH?

Bismillah
Bukan jalan di air, terbang di udara atau keajaiban lainnya ciri dari wali Allah. Akan tetapi siapa saja yang disifati oleh Allah dalam hadits qudsi di bawah ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ                    [رواه البخاري]
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata: Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam bersabda: Sesungguhya Allah ta’ala berfirman: Siapa yang memusushi waliku maka telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali apa beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi “ Riwayat Bukhori.
Dan Allah memsifatinya dalam firmanNya:
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Qs Yunus :62
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Qs Yunus : 63
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.Qs Yunus :64
Maka jika kita melihat orang pandai mengobat, bisa jalan di atas air, tidak mempan dibakar dll namun tidak mengerjakan kewajiban seorang muslim, begitu juga perkara-perkara yang disunnahkan bahkan tidak nampak keimanan dan ketaqwaannya. Jauhilah dia sebab bisa jadi dia adalah ciri-ciri wali syaitan.
Allahumma Ya Allah tampakkan kepada kami yang haq itu haq dan mudahkan kami untuk mengikutinya. Dan yang bathil itu bathil jauhkan kami dari mengikutinya.
Wallahu'alam.
Pondok Aren
4shafar 1436H/26-11-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub.
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
www.yusna.com
Hp/WA 081310144169
Renovasi masjid USWAH HASANAH,
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM)
YAYASAN USWAH HASANAH (YUSNA) 707 9091388
Norek BCA 5475122515. An.Henriyanto & Drs. Abdul Gani
BNI Syariah Norek  828900091

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #102
KERAGUAN SUATU YANG SANGAT MELELAHKAN


Bismillah
Hampir semua kita pernah mengalami situasi yang sulit untuk memutuskan sesuatu, atau besikap terhadap sesuatu atau meyakini terhadap amalan tertentu dll.
Hal ini tentunya akan memakan energi kita baik fikiran, waktu, tenaga, dan kadang menggangu ketenangan hati. Oleh sebab itu Nabi shalallah ' alaihi wasalam  memberi kita solusi terbaik melalui sabdanya:
عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]
Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shalallah ' alaihi wasalam  dan kesayangannya radhiallahuanhuma dia berkata: Saya menghafal dari Rasulullah shalallah 'alaihi wasalam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)
Syirik suatau yang melawan fitrah  dan dibenci Khaliq, juga menimbulkan keraguan maka tinggalkanlah pilihlah jalan Tauhid.
Bid'ah suatu yang berlawanan dengan Din yang haq dan bertentangan dengan fitrah maka tinggalkanlah dan raihlah sunnah.
Kejahilan sumber dari keraguan maka tinggalkanlah dengan meraih ilmu yang bermanfaat.
Dan masih banyak keraguan-keraguan yang lain yang harus kita tinggalkan dengan cara yang benar atau ilmiyah dan tidaklah dikatakan ilmiyah kecuali apa yang difirmankan Allah, disabdakan Nabi dan dinyatakan oleh sahabat.
Ya Allah tunjukilah kami jalan yang lurus.
Wallahu'alam
Pondok Aren
2 shofar 1436H/24-11-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub.
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Raman Ayub
www.yusna.com
Hp/WA 081310144169
uswah.hasanah249@gmail.com
Renovasi masjid USWAH HASANAH,
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM)
YAYASAN USWAH HASANAH (YUSNA) 707 9091388
Norek BCA 5475122515. An.Henriyanto & Drs. Abdul Gani
BNI Syariah Norek  828900091

Baca selengkapnya...

MUTIARA NASIHAT #101
SIFAT YANG PERLU ADA


Bismillah
Sifat manusia bermacam-macam, dan berbeda-beda walau satu ayah satu ibu, walau seorang anak  kembar identik sekalipun. Dalam sekian banyak perbedaan sifat kita ada yang harus kita tumbuhkan, kita pertahankan jika sudah ada pada diri kita, dan kita bersyukur jika Allah memberi sifat ini pada kita, yaitu sifat malu. Sebab Nabi shalallah 'alaihi wasalam bersabda:
عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ . [رواه البخاري ]
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi waslam bersabda: Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah:  Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka.
(Riwayat  Imam Al Bukhari )
Nabi telah menyatakan dalam hadits di atas bahwa malu suatu  yang tidak asing bagi para Nabi sebelum beliau. Dan rasa malu menjadi tolok ukur perbuatan seseorang, jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi (kebaikan) darinya sedikitpun. Malu pada Allah merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada kebaikan. Kian bertaqwa seseorang kian banyak malunya.
Malu berbuat kemusyrikan maka dia akan berusaha untuk benar-benar mentauhidkan Allah.
Malu berbuat bid'ah maka dia akan benar-benar mempelajari dan mengamalkan serta mendakwahkan sunnah.
Malu dengan perkara yang haram dan syubhat maka dia akan berusaha mencari yang halal dan yang jelas. Dan seterusnya malu dari perkara-perkara yang negatif maka dia akan selalu positif dalam segala hal.
Allahumma Ya Allah hiasillah diri hamba dengan sifat malu karena Mu.
Wallahu'alam

Pondok Aren
30Muharram 1436H/23-11-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub.
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Raman Ayub
www.yusna.com
Hp/WA 081310144169
uswah.hasanah249@gmail.com
Renovasi masjid USWAH HASANAH,
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM)
YAYASAN USWAH HASANAH (YUSNA)   707 9091388
Norek BCA 5475122515. An.Henriyanto & Drs. Abdul Gani
BNI Syariah Norek  828900091

Baca selengkapnya...

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.