MUTIARA NASIHAT #115
RIHLAH KE ALAM BAKA DENGAN SAFINATU SUNNAH
( Berlayar ke alam baka dengan perahu sunnah )


Bismillah

Kaum muslimin dan muslimah, setiap hari kita membaca ayat-ayat Allah baik dalam shalat ataupun diberbagai kesempatan waktu yang ada.
Namun ayat Allah bukan hanya quraniyah saja, ayat Allah kauniyah juga kita kadang membacanya dan diantara ayat-ayat kauniyah adalah kelahiran dan kematian.
Dalan kesempatan ini kita akan membicarakan kematian, sebab setiap kita dan siapapun kita baik muda maupun tua, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin, siap ataupun tidak siap, sesungguhnya kita telah divonis oleh Aĺlah Yang Maha Kuasa dan tidak tanggung-tanggung vonis kita adalah vonis mati. Sebagai mana salah satu ayat dari sekian ayat yang ada dalam quran.
{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ} [العنكبوت: 57]
"Setiap yang bernyawa pasti mati kemudian kepada Kami mereka akan dikembalikan". [Al-Ankabut :57]

Vonis telah jatuh untuk setiap kita, hanya ekskusinya yang berbeda diantara kita. Dan tidak ada satupun diantara kita yang dapat lari, walau keumuman kita ingin lari dari kematian.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [الجمعة:8].
"Katakanlah kematian yang kamu selalu lari dari padanya, sesungguhnya dia akan menjumpaimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui baik perkara ghaib dan yang nyata, dan kamu akan diberitakan apa yang kamu telah kerjakan". [Al-Jum'ah : 8]
Maka bagi saudara kita yang selama hidupnya berusaha memahami sunnah, belajar tentang sunnah, mengamalkan semaksimal mungkin tentang sunnah, mendakwahkan sunnah semampunya maka sudah selayaknya mendapatkan penghormatan ketika wafatnya dengan ditegakkan sunnah dalam kepengurusan jenazahnya.
Dan diantara sunnah-sunah yang ada adalah:
1.   Dijenguk ketika sakit dan doakan.
2.   Diringankan dan dibantu kesusahannya.
3.   Ditalqin ketika sakratul maut dengan kalimat tauhid.
4.   Matanya dipejamkan.
5.   Di kunjungi atau ta'ziah .
6.   Di mandikan dengan cara sunnah.
7.   Di kafankan dengan cara sunnah.
8.   Di shalatkan dengan cara yang sunnah.
9.   Di iringi ke pemakaman dengan cara sunnah.
10. Dimasukan keliang lahad dengan cara sunnah.
11. Didoakan ketika masuk keliang lahad dengan doa yang sunnah, bukan  
      adzan atau komat.
12.Dan setiap kita yang hadir disitu juga tidak memakai sepatu atau sendal, 
     karena itu bagian dari sunnah.
13.Diberi tanda dengan batu atau papan tanpa nama.
14.Tanah kuburannya ditinggikan sperti punuk onta tidak lebih dari sejengkal.
15.Tidak disemen, tidak di cat atau dibangun kuba dll.
16Tidak dipasang penerangan atau lampu.
17.Tidak ada air mawar, bunga atau taburan bunga.
18.Setelah itu adanya tausiayah yang ringan mengingatkan tentang kematian.
19.Didoakan dengan menghadap kiblat, agar si mayit diampuni dan dimantabkan dalam menjawab pertanyaan malaikat.
20.Dan disunahkan tidak meratap.
21.Tidak ada acara kumpul doa bersama, makan dan lainnya, baik satu hari, dua hari, tiga hari dan seterusnya karena hal itu termasuk niyahah atau meratap.
Dan sunnah-sunah yang lainnya silahkan nerujuk ke kitab Ahkamu Janaiz oleh Syiakh Nasruddin Albani, atau Syaikh Jibrin, juga Syaikh Abdurrahman abulGhaits.
BERUNTUNGLAH MEREKA YANG HIDUP DENGAN SUNNAH DAN MATI DENGAN SUNNAH.
الجزاء من جنس العمل
BALASAN SESUAI PERBUATANNYA
Wallahu'alam
Pondok Aren
4Rabi'ulAwal 1436H/26-12-2014
Abu Aminah Abdurrahman Ayub
Pin bb 7FB8C9B6.
Fb Abdul Rahman Ayub
Hp/WA 081310144169
http://www.yusna.com/2014/12/proposalrenovasi-masjid-uswah-hasanah.html

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.