KALIMAT TAUHID KALIMAT YANG TEGAR



لا إله إلا الله
Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah.
Katakanlah wahai orang-orang kafir.
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah (alkafiruun 1-2)
Duhai dimana mata kita dan butakah mata hati kita???
Ketegasan Kalimat Syahadat dan surat yang mulia dari Ilahi Robbi.
لا إله إلا الله
Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah (alkaafiruun 3 )
Apa gerangan yang kamu sembah? Isa alaihissalaam?, Uzair? Lata? Uzza? Manaat? Wisnu? Siwa? Brahmana? Dan lainnya.....
Sedang kami hanya menyembah Ilahi Robbi 'Izzatai.
لا إله إلا الله
Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah.
Dan kamu sekalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah .
Dan aku juga bukan penyembah tuhan yang kamu sembah. (alkaafiruun 4-5)
Bukankah jelas sejelas fajar sidiq dengan malam gelap.
Sejelas mentari disiang hari indah nan agungnya kalimat Tauhid.

لا إله إلا الله

Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah.

Bagimu agamamu bagiku agamaku (alkaafiruun 6)

Dimana kurang tegasnya ayat ini wahai saudaraku ???
Sehingga sebagian kita masih mantab mendoakan keselamatan untuk suatu kekafiran dan kemusyrikan???
Dimana ketidak jelasan surat yang mulia ini dan kalimat yang agung ini, sehingga masih ada diantara kita yang menganggap itu perkara biasa???
Duhai bukankah surat alkafirun ini turun berkaitan dengan ajakan kafir Quraisy untuk bergantian dalam beribadah.
Setahun menyembah berhala dan setahun menyembah Allah.
Doa adalah ibadah sebagaimana pernyataan Nabi kita yang mulia.
Maka katakanlah!!!
Aku tidak mengucap apa yang kamu ucap wahai orang-orang kafir.
Dan kaupun tidak perlu mengucap apa yang aku ucap.
Aku tidak merayakan apa yang kamu rayakan.
Dan kamu tidak usah merayakan apa yang kami rayakan.
Kami tidak berpakaian peribadatan yang kamu pakai untuk ibadah.
Dan kamupun tidak perlu berpakaian apa yang kami pakai dalam kami beribadah.
Marilah kita jaga kerukunan, keamanan, kedamaian dengan masing-masing saling menghargai dan menghormati, seperti Islam di zaman Nabi di Madinah yang penuh keberkatan dari Ilahi.
Jelaslah....BAGIMU AGAMAMU DAN BAGIKU AGAMAKU.....
ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD.
Pondok Aren
Dalam keprihatinan yang mendalam.
Abu Aminah Abdurrhman Ayub.

0 komentar:

Posting Komentar

  © Copyright © 2016. YUSNA.::Yayasan Uswah Hasanah::. . All Rights Reserved.